IMG-LOGO
Daerah

Konferancab MWCNU Tahunan Gunakan Sistem Ahwa

Rabu 23 September 2015 14:1 WIB
Bagikan:
Konferancab MWCNU Tahunan Gunakan Sistem Ahwa

Jepara, NU Online
Sebanyak 17 Rais Syuriyah Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Tahunan bermusyawarah menentukan 9 orang ulama untuk menjadi ahlul halli wal aqdi (Ahwa) dalam Konferensi Ke-5 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tahunan di Kantor NU Tahunan, Kompleks Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Ahad (20/9) lalu.<>

Musyawarah ulama yang dipandu Ketua PCNU Jepara, H Asyhari Syamsuri dan Muhammad Nasrullah Huda dari PC LBMNU Jepara berhasil menentukan 9 orang ulama yang nantinya berwenang menentukan dan menetapkan Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Tahunan.

Mereka KH Muhammad Rusydi (Demangan), KH Mustaghfirin (Tahunan), KH Imam Abi Jamroh (Mantingan), Muhammad Nasrullah Huda (Tegalsambi), Muhammad Zainal Amin (Sukodono), Kiai Ali Masykur (Tahunan), Kiai Mundzirin (Platar), Amiruddin (Krapyak) dan KH Zawawi Abdurrahman (Kecapi).

Setelah anggota Ahwa bermusyawarah yang dipimpin KH Muhammad Rusydi, maka Ahwa menetapkan Kiai Ali Masykur (Tahunan) sebagai Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Tahunan masa khidmah 2015-2020.

Sedangkan Tanfidziyah, Misbahuddin SAg (Demangan) terpilih sebagai Ketua MWCNU Kecamatan Tahunan mengungguli M Munfaat SAg MM (Krapyak) melalui pemilihan langsung yang demokratis. Misbahuddin memperoleh 13 suara dan M Munfaat mendapatkan 4 suara.

KH Asyhari Syamsuri menyatakan diberlakukannya sistem Ahwa bahwa pasca Muktamar Ke-33 NU di Jombang maka penentuan Rais Syuriyah melalui musyawarah Ahwa. “Hal ini untuk mengembalikan supremasi lembaga syuriyah,” terangnya.

Sidang Bahtsul Masail

Pada sidang Komisi C tentang bahtsul masail, dibahas hukum wajib tidaknya orang pikun melaksanakan shalat wajib lima waktu. Para ulama bersepakat bahwa orang yang pikun terus menerus tidak diwajibkan shalat lima waktu karena dianggap tidak mukallaf, sedangkan orang yang pikun temporer maka dia tetap wajib shalat jika pada saat ‘sembuh’ dari pikunnya telah memasuki waktu shalat.

Sedang pada Komisi A bidang program kerja menyepakati perubahan nama Gedung Haji MWCNU Tahunan menjadi Kantor MWCNU Kecamatan Tahunan untuk mempertegas peran strategis NU di masa yang akan datang. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Bagikan:
Rabu 23 September 2015 20:1 WIB
Tembok Pasar Kambing Ambruk, Satu Warga Meninggal
Tembok Pasar Kambing Ambruk, Satu Warga Meninggal

Tegal, NU Online
Tembok pasar wedhus (kambing) Langon Jalan Sumbodro, tepatnya di samping SMA N 3 Tegal, Kota Tegal, ambruk pada Rabu (23/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Ambruknya dinding sisi utara pasar berukuran 2 X 20 meter tersebut terjadi ketika para pedagang dan pembeli tengah melakukan transaksi jual beli.
<>
“Saat kejadian, seperti ada suara kayu yang patah dan tembok ternyata bergetar kemudian ambruk,” Asnawi  Slerok pedagang Kambing warga Kota Tegal, di area kejadian.

Akibat kejadian tersebut 1 orang meninggal dunia dan 4 orang mengalami luka-luka. Juga 13 ekor kambing mati serta 1 ekor yang tertimpa tembok tidak bisa berjalan alias pincang.

Korban tewas Agus Sofyan (34) warga jalan Werkudoro Rt 05/Rw 05 Slerok Tegal Timur Kota Tegal. Korban meninggal tertimpa tiang listrik dengan luka parah di bagian kepala. Korban luka-luka lainnya Yunus (2) anak dari Agus Sofyan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Kardina.

Sedangkan korban luka lainnya yang sempat di rawat di IGD Kardinah Saritin (55) Warga Rt 21/Rw 3 Adiwerna Kabupaten Tegal yang mengalami luka pada kaki dan Ahmad Kusen (55) Warga Werkudoro Rt 05/Rw 05 Kota Tegal telah diijinkan pihak RSUD Kardinah pulang untuk dirawat jalan.

Dua orang korban lainnya menjalani perawatan di RS Mitra Siaga yaitu Saeful Basiri (14) Warga Dinuk Kramat Kabupaten Tegal luka-luka pada kaki dan Zuhrul Anam (9) warga Jl Werkudoro mengalami luka sobek di Kepala. Keduanya masih menjalani perawatan di RS Mitra Siaga Texin Kabupaten Tegal.

Ketua GP Ansor Kota Imam Kharomain turut prihatin atas musibah robohnya tembok pasar Langon. Dia menilai musibah ini merupakan sebuah bentuk kecelakaan. Untuk itu, bagi korban untuk bersabar atas musibah tersebut. “Selaku pimpinan GP Ansor Kota Tegal, kami turut berbela sungkawa pada korban,” ungkapnya.

Dia juga mendesak kepada Pemkot Tegal untuk lebih memperhatikan pasar-pasar tradisional. Jangan sampai kalah dengan pasar modern yang banyak berdiri di Kota Tegal. Pasar tradisional perlu pembenahan dan kualitas kontruksi bangunan juga harus standar. “Tembok tersebut memang sudah usang dimakan usia, tetapi belum mendapat perhatian penuh dari pihak pasar,” ucapnya.

Imam menambahkan, pasar Langon menjadi ikon pasar kambing di Kota Tegal yang selalu ramai. Apalagi di hari raya Idhul Adha 1436 Hijriyah, volume penjual dan pembeli sangat padat.

Sementara Pemerintah Kota Tegal berjanji akan memperhatikan korban. Untuk korban korban meninggal dunia akan segera diproses tunjangannya yang sudah ada. Dan untuk korban luka-luka akan di perhatikan untuk perawatannya.

Walikota Tegal Siti Masitha Soeparno melakukan peninjauan lokasi pada siang harinya. Ia mengatakan saat kondisi pasar masih dalam investigasi pihak Kepolisian, apa yang menjadi penyebab kerubuhan tembok ini.

“Kalau dilihat dari data bangunan, ini bukan bangunan lama, tapi baru dibangun tahun 2006. Jadi apa dari faktor konstruksi atau apa, kita tunggu hasil investigasi Kepolisian,” ungkapnya.

Walikota pada kesempatan tersebut meminta kepada camat dan lurah setempat untuk mensterilkan lokasi reruntuhan yang telah diberi garis polisi dan menertibkan warga masyarakat yang masih berbondong-bondong mendekati lokasi tersebut.

Usai mendatangi lokasi, Walikota melakukan ta’ziah ke rumah korban meninggal, Agus Sofyan. Kemudian menjenguk dua korban luka-luka yang masih dirawat di RS Mitra Siaga Texin Kabupaten Tegal. (wasdiun/abdullah alawi)

Rabu 23 September 2015 18:18 WIB
PCNU Blitar Gencar Sosialisasi Legalisasi Badan Hukum
PCNU Blitar Gencar Sosialisasi Legalisasi Badan Hukum

Blitar, NU Online
Pengurus Cabang NU Kabupaten Blitar Jawa Timur gencar mensosialisasikan Legalisasi Penggunaan Badan Hukum Perkumpulan Jam’iyah NU, khususnya di Lembaga Pendidikan Ma’arif NU.
<>
Dari 22 Majelis Wakil Cabang (MWC) se-Kabupaten Blitar baru 12 yang mengikuti sosialisasi. “Kita setiap hari Turun ke MWC-MWC untuk sosialisasi,’’ ujar ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai.

Ini dilakukan, lanjut Kiai Dain, karena ada pembaruan Anggaran Dasar Perkumpulan Jam’iyah Nahdlatul Ulama Nomor C.2-7028.HT.0105.TH.89 dengan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-119.AH.01.08 Tahun 2013.

Inti surat itu bahwa satuan Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama diwajibkan mengunakan Badan Hukum Perkumpulan Jam’iyah Nahdlatul Ulama. “Jadi penggunaan akta itu hukumnya wajib bagi lembaga pendidikan di lingkungan Ma’arif NU,’’ tegas Kiai Dain.

Dengan pola itu, kata dia, setiap pendidikan di Ma’arifNU dapat memperoleh salinan akta yang telah dilegalisir notaris dengan mengajukan permohonan kepada Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU.

Ketentuannya, satuan Pendidikan Ma’arif NU mengirim data profil sekolah atau madrasah kepada Pengurus Cabang. Kemudian Pengurus Cabang meneruskan data beserta permohonan tersebut ke Pengurus Wilayah untuk direkomendasikan.

“Ya ini satu pekerjaan yang harus segera dilaksanakan mengingat pentingnya masalah ini,’’ katanya. (imam kusnin ahamad/abdullah alawi)

Rabu 23 September 2015 17:1 WIB
PWNU Fasilitasi Warga Aceh Luncurkan Kapsul Waktu Tahun 2085
PWNU Fasilitasi Warga Aceh Luncurkan Kapsul Waktu Tahun 2085

Banda Aceh, NU Online
Panitia Daerah Aceh untuk program Gerakan Ayo Kerja yang digagas oleh masyarakat sipil meluncurkan Ekspedisi Kapsul Waktu Tahun 2085. Dalam kapsul tersebut, disimpan mimpi-mimpi rakyat Aceh untuk 70 tahun mendatang, Selasa (22/9).<>

Kegiatan ini diluncurkan dan diresmikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk H Faisal Ali. Ada sejumlah tokoh Aceh tampil berorasi memberikan harapan-harapan untuk tahun 2085 mendatang.

Tgk Faisal Ali, dalam orasinya menyatakan, bahwa dalam mencapai mimpi, maka masyarakat Indonesia harus memiliki empat landasan, yaitu jujur, amanah, terbuka, dan dapat dipercaya. Jika tanpa empat landasan ini, maka mimpi Indonesia menjadi negara maju tidak mudah untuk dicapai.

“Kalau kita melihat Rasulullah, dalam waktu 23 tahun bisa mengubah dunia menjadi dunia yang bermartabat. Maka untuk mimpi 70 tahun ke depan, ada empat landasan utama yang harus dimiliki,” tutur Tgk Faisal yang juga Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama Provinsi Aceh.

Tapi, lanjutnya, kalau empat landasan ini tidak kita miliki, maka 70 tahun bahkan 100 tahun ke depan tidak pernah kita rasakan Indonesia yang bermartabat dan berwibawa di mata dunia. (Indra/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG