IMG-LOGO
Daerah

Ribuan Jamaah Shalat Idul Adha di Pendopo Pringsewu

Kamis 24 September 2015 22:7 WIB
Bagikan:
Ribuan Jamaah Shalat Idul Adha di Pendopo Pringsewu

Pringsewu, NU Online
Mengambil tempat di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Pringsewu melaksanakan shalat Idul Adha 1436 H, Kamis (24/09/15). <>

Kegiatan ini dihadiri oleh ribuan jamaah yang ada di Kabupaten Pringsewu. Nampak hadir pula pada kegiatan tersebut Camat Pringsewu Nang Abidin yang dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan tertulis Bupati.

Dalam sambutannya Bupati menyatakan pentingnya berkurban sebagai wujud untuk mendekatkan diri kepada Allah. 

"Kurban juga adalah manifestasi cinta kepada sang pencipta," jelasnya. "Jadikan kurban juga sebagai momentum kepedulian sosial, rela berkorban untuk membangun pringsewu bersenyum manis," tambah Bupati.

Sementara itu dalam khutbah Idul Adha 1436 H nya, KH Mahfudz Ali mengajak kepada para jamaah untuk sejenak menghentikan ingatan kepada hal hal yang serba materi. Ia mengajak kepada jamaah untuk merenungi diri untuk memperoleh pengalaman ruhaniyah.

"Marilah kita renungkan demonstrasi ketulusan berkorban Nabi Ibrahim sebagai suri tauladan yang berharga. Ibrahim mengekspresikan kebijakan kembali ketaatannya Kepada Allah dengan mengorbankan putra kesayangannya Nabi Ismail," terangnya.

Menurut KH Mahfud Ali yang merupakan Ketua PCNU periode 2009-2014, kesadaran, keikhlasan yang lahir dari keimanan yang mendalam adalah merupakan dasar dari kesediaan untuk berkurban yang dituntut dari diri sendiri.

Kiai Mahfudz menambahkan seringan apapun perintah agama jika kadar iman dan taqwa telah memudar dalam diri maka yang ringan akan berat. 

"Justru terasa ringan mengeluarkan uang ratusan juta rupiah, demi Alat alat hiburan dan kendaraan," katanya. (M Faizin/Mukafi Niam)

Bagikan:
Kamis 24 September 2015 23:59 WIB
NU Sulsel dan UIM Kurban 8 Ekor Sapi
NU Sulsel dan UIM Kurban 8 Ekor Sapi

Makassar, NU Online
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan bekerja sama Universitas Islam Makassar melaksanakan Sholat Idul Adha 1436 H, yang bertempat di lapangan Universitas Islam Makassar, Kamis (24/9), Adapun bertindak sebagai khatib yaitu Bendahara LFNU Sulsel Dr Mukhlis Mukhtar dan sebagai Imam Musbaing diikuti sekitar 1000 jamaah berasal dari civitas akademika UIM dan warga Nahdliyin Makassar.<>

Kemudian dilanjutkan pemotongan hewan kurban sebanyak 8 ekor yang berasal dari Ketua Tanfidiziyah NU Sulsel Prof Iskandar Idy, keluarga besar Rektor UIM Dr Majdah M Zain masing-masing 1 ekor, 5 ekor berasal dari hasil patungan keluarga besar Universitas Islam Makassar, mulai dari pejabat struktural dan staf yang berasal dari 7 fakultas yakni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Ilmu Kesehatan, Sospol, Teknik, MIPA, Agama Islam, Pertanian, Sastra dan Humaniora serta program pascasarjana.

Kemudian 1 ekor berasal dari Ekstra Joss bekerja sama PP Lazisnu, adapun serah terima diwakili perwakilan Ekstra Joss Makassar M Yamin kepada Wakil Ketua NU Sulsel Dr M Arfah Shiddiq, disaksikan Sekretaris NU Sulsel Prof Arfin Hamid, Wakil Ketua NU Sulsel Dr Abd Rahim Mas P Sanjata, Wakil Rektor I UIM Dr Musdalifah Mahmud.

Tampak hadir menyaksikan pemotongan kurban, Wakil Ketua NU Sulsel H Nurdin Tajry, Wakil Rektor II Saripuddin Muddin, MT, Wakil Sekretaris Lazisnu Sulsel Takbir Muhayyang, S.Pd dan beberapa dosen serta mahasiswa UIM. (Andy Muhammad Idris/Mukafi Niam)

Kamis 24 September 2015 21:1 WIB
Ansor Waykanan Promo Perdamaian-BPUN Lewat Kupon Kurban
Ansor Waykanan Promo Perdamaian-BPUN Lewat Kupon Kurban

Waykanan, NU Online 
Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung mendapat amanah memotong satu ekor sapi hasil Tabungan Qurma atau qurban jama-Jama (bersama-sama) masyarakat dikelola Yayasan Shuffah Blambangan Umpu. Kesempatan itu disambut baik untuk turut mengkampanyekan Hari Perdamaian Sedunia serta Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN) melalui kupon pengambilan daging kurban Idul Adha 1436 H.<>

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung Gatot Arifianto gelar Ratu Ulangan di Blambangan Umpu, Kamis (24/9) menjelaskan, kupon tersebut didesain sederhana, menampilkan logo GP Ansor, Banser dan Yayasan Shufffah Blambangan Umpu. Di kupon akan dibagikan untuk sekitar 50 orang itu, tercantum pula statemen KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur: Perdamaian tanpa keadilan adalah ilusi. Selamat Hari Perdamaian Sedunia 21 September 2015. Selamat Hari Raya Idul Adha 1436 H. Mohon Maaf Lahir Batin.

"Siapapun yang berteriak-teriak NKRI Harga Mati dan Pancasila Jaya tapi masih mempersoalkan perbedaan agama hingga suku dalam bernegara barangkali sedang bermimpi lalu mengigau sehingga perlu disadarkan," ujar alumni Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) tersebut. Oleh sebab itu, sebagai partisipasi nyata memperingati hari perdamaian internasional 21 September, di mana tahun ini PBB mengusung tema "Partnerships for Peace – Dignity for All" yang bertujuan untuk menekankan pentingnya semua segmen masyarakat bekerja bersama mewujudkan perdamaian, Gerakan Pemuda Ansor Waykanan melalui PAC Ansor Pakuan Ratu turut menyampaikan dan menjaga hal tersebut.

Ajakan untuk menjadi mahasiswa memasuki Perguruan Tinggi Negeri (PTN) idaman juga dicantumkan di kupon tersebut. "Ikuti Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN)! Ayo jadi mahasiswa bareng Nahdlatul Ulama (NU)."

"Kalau dalam peribahasa tindakan tersebut sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Mengajak berbuat atau menyampaikan hal baik harus dilakukan warga NU," kata dia lagi.

Untuk diketahui, BPUN Mata Air merupakan program utama Yayasan Mata Air. Program ini memiliki tujuan mengantarkan sebanyak-banyaknya pelajar untuk melanjutkan kuliah di PTN dengan program studi beragam (Kedokteran, Teknik, Ekonomi, Psikologi, Hubungan Internasional, Pertanian, dan lain-lain).

BPUN memberi harapan kepada pelajar kurang mampu untuk melanjutkan studi di PTN melalui pendampingan di bidang akademik, penguatan soft skill dan beasiswa studi di PTN. Secara Garis Besar BPUN Berbicara tentang tiga hal: pendidikan, kepemimpinan dan keberagamaan yang ramah.

"Pelaksanaan BPUN 2015 di Waykanan meloloskan 35 persen peserta masuk PTN idaman mereka. Pengalaman tersebut memotivasi untuk membuka jalan agar anak-anak di Waykanan semakin maju melalui pendidikan. Bagi yang ingin tahu lebih jelas mengenai fakta BPUN, silakan menghubungi nomor 085289515932 milik Dicky Aprizal, Sekretaris Alumni BPUN Waykanan 2015 yang saat ini menjadi mahasiswa Unila dan mendapat bea siswa," demikian Gatot Arifianto. Red: Mukafi Niam

Kamis 24 September 2015 8:0 WIB
LIGA SANTRI NUSANTARA
"Yang Terpenting Jalin Silaturahim dan Sportivitas!"

Solo, NU Online
Satu momen indah terjadi sesaat setelah berakhirnya drama adu penalti, dalam pertandingan Final Liga Santri Nusantara (LSN) U-17 Zona Jateng 1, yang mempertemukan Pondok Pesantren Walisongo Sragen dengan Mambaul Hikmah (MH) Selogiri Wonogiri, Senin (21/8) lalu.
<>
Setelah memastikan juara, para pemain Walisongo yang mengenakan kaos biru larut dalam kegembiraan. Sedangkan, para santri MH terlihat sedih. Beberapa official tim MH terlihat sibuk menenangkan pemain agar tidak terlalu larut dalam kekalahan.

Suka-duka bercampur di dalam lapangan. Namun, tidak di pinggir lapangan. Kedua pengasuh pondok yang kebetulan hadir pada kesempatan tersebut, saling menghampiri untuk kemudian berjabat tangan diiringi senyuman.

“Sejak awal, saya katakan tidak penting menang atau kalah. Yang terpenting dari pertandingan ini, adalah terjalinnya silaturahim dan sportivitas,” tutur Pengasuh Pesantren Mambaul Hikmah, KH Abdul Aziz Mahfuf.

Menurut Rais Syuriyah PCNU Wonogiri itu, kedua hal tersebut penting untuk pembentukan karakter para santri. Senada dengan Kiai Aziz, Pengasuh Pesantren Walisongo KH Ma’ruf Islamuddin mengatakan harapannya dengan adanya turnamen sepakbola antarpesantren ini.

“Kita harapkan dari partisipasi ini, dapat mengolahragakan pesantren, yang selama ini mungkin masih ketinggalan. Yang tidak santri aja bisa, mestinya santri juga bisa!” tandasnya.

Di akhir pertandingan, layaknya tradisi di pesantren, dengan cara berbaris antri para pemain dan pendukung kedua tim, bersalaman mencium tangan kedua pengasuh dan saling berjabat tangan antarsantri. (Ajie Najmuddin/Mahbib)


Foto: Pengasuh Pesantren Mambaul Hikmah, KH Abdul Aziz Mahfuf (baju putih) dan Pengasuh Pesantren Walisongo KH Ma’ruf Islamuddin (baju hitam) berfoto bersama usai pertandingan

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG