IMG-LOGO
Daerah

Walikota Kupang: Idul Kurban untuk Berbagi dengan yang Tidak Mampu

Jumat 25 September 2015 5:1 WIB
Bagikan:
Walikota Kupang: Idul Kurban untuk Berbagi dengan yang Tidak Mampu

Kupang, NU Online
Hari Raya Idul Adha 1436 H merupakan bagian dari perhatian bagi orang mampu kepada orang yang benar-benar tidak melalui penyerahan hewan kurban. Penyembelihan hewan kurban memberi makna perjalanan Nabi Ibrahim ketika menuai cobaan, kata Walikota Kupang, Jonas Salean, dalam sambutan penyerahan hewan kurban di Masjid Baburahman Kompleks Nusa Bunga Kelurahan Kayu Putih Kecamatan Oebobo Kota Kupang Nusa Tenggara Timur, Kamis (24/9). 
<>
Penyerahan hewan kurban dilaksanakan di masjid sekitar 20 meter dari rumah pribadinya. Ia mengatakan sebagai putra dari kompleks wajib memberi apa adanya bantuan pemerintah melalui hewan kurban. Walaupun pada tahun sebelum dirinya belum pernah memberikan hewan kurban kepada masjid Baburahman tetapi hari ini  setelah dalam perjalan tiga tahun lalu sebagai pemerintah patut memberikan bantuan kepada masyarakat, katanya. 

"Kepada warga Nusa Bunga, Jonas mengatakan, sesuai adat Timor, terlebih dahulu kita berikan kepada tamu dahulu. Sebagai tuan rumah biasa berada di belakang."

Beginilah budaya kita sebagai tuan rumah dan mengelilingi semua dulu baru saya kembali ke komplek saya, kata Jonas. 

Imam Masjid Baburahman Abas Kasim menjelaskan sebagai anak kompleks patut menghargai walaupun sekian lama baru datang kembali rumah dan mampu melihat rumah ibadah dan memberikan bantuan kepada masyarakat Muslim Nusa Bunga. Sesuai sejarah warga Nusa Bunga sejak tahun 2000 jumlah kepala keluarga hanya 20 KK sedangkan hari ini sudah mencapai 200 KK. 

Dengan adanya bantuan satu ekor sapi dari pemerintah cukup berterima kasih atas kepedulian pemerintah kepada masyarakat pada momen Idul Adha, katanya. (Ajhar Jowe/Mukafi Niam)

Bagikan:
Jumat 25 September 2015 23:0 WIB
Kajian Keagamaan, Atasi Degradasi Moral
Kajian Keagamaan, Atasi Degradasi Moral

Magelang, NU Online
Menyambut Idul Adha 1436 Hijriyah atau yang sering disebut hari raya kurban, tidak dilewatkan begitu saja oleh para aktivis Kampus. Forum Studi Islam Mahasiswa (FOSIM) Universitas Tidar (Untidar) mengisi hari raya haji ini dengan menggelar seminar keagamaan dengan menghadirkan tokoh multikulturalisme KH. Muhammad Yusuf Chudlori  di Kampus Untidar Magelang, kemarin.<>

Seminar yang mengusung tema; "Pemuda Islam Nusantara untuk Indonesia Jaya" disambut antusias oleh warga kampus. Ketua panitia seminar, Tabah Riyadi menjelaskan, saat ini perlu upaya membangun nilai spiritualitas di dalam kampus untuk membangun karakter para mahasiswa, salah satunya dengan kajian keagamaan yang saat ini sudah  dilupakan atau kurang diminati oleh para mahasiswa.

"Mahasiswa sekarang terlalu banyak disibukan dengan kegiatan-kegiatan akademis dan tugas tugas kuliah, sehingga nyaris tidak ada waktu untuk mengikuti kegiatan kerohanian, maka  kajian ini merupakan salah satu upaya untuk menciptakan nuansa keagamaan di dalam kampus," tegas pria yang juga ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Untidar Magelang ini. Ditambahkanya pula, kegiatan ini juga sebagai ajang untuk diskusi dan silaturahmi para Mahasiswa yang rutin diadakan setiap bulanya dengan lokasi yang berbeda beda.

Senada Tabah. Wakil rektor III  Untidar Dr. Bambang Kuncoro dalam sambutannya menyampaikan, bahwa pemuda sekarang ini sudah mengalami degradasi yang cukup serius terutama masalah moral, maka dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa menjadi media untuk menciptakan generasi muda yang berperilaku baik dan mengamalkan nilai ajaran agamanya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH. Yusuf Chudlori menekankan pentingnya memaknai Al-Qur'an tidak hanya secara tekstual tetapi juga melihat dari aspek kontesktualnya. Oleh karena itu, mengamalkan ajaran Islam di Indonesia ini harus memperhatikan budaya yang berlaku di Indonesia, bukan budaya Arab yang belum tentu selaras dengan kehidupan masyarakat.

"Jadi  pakaian Jubah, surban ataupun burqo yang biasa dikenakan oleh orang orang Arab itu adalah bagian dari budaya, bukan bagian dari ajaran Islam, jadi kalau kita beragama jangan hanya meninjau dari simbolnya saja, tetapi nilai universal itu yang harus dipahami. Kita ini orang Indonesia yang memeluk Islam bukan orang Islam yang datang ke Indonesia" jelas Gus Yusuf.  (Ahsan Fauzi/Mukafi Niam)

Jumat 25 September 2015 21:30 WIB
Masjid Al-Akbar Surabaya Gelar Shalat Ghaib untuk Korban Mina
Masjid Al-Akbar Surabaya Gelar Shalat Ghaib untuk Korban Mina

Surabaya, NU Online
Sebagai bentuk solidaritas sebagai sesama muslim, Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya melangsungkan shalat ghaib untuk para korban wafat di Mina Makkah. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan jamaah masjid tersebut, siang tadi.<>

"Ini sebagai bentuk ukhuwah islamiyah atau persaudaraan sesama muslim atas musibah yang menimpa saudara kita di Mina," kata H Helmy M Noor, Jum'at (25/9). 

Humas Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya ini mengemukakan bahwa shalat ghaib dilangsungkan usai prosesi shalat Jum'at. "Semoga para korban ditetapkan sebagai syuhada, khususnya yang wafat saat di Mina karena masih dalam rangkaian ibadah haji," tandasnya.

H Helmy juga menandaskan mudah-mudahan mereka yang wafat menjadi syahid, husnul khatimah dan ditetapkan sebagai ahlil jannah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta kekuatan untuk meneruskan perjuangan, lanjutnya. 

Tidak hanya berhenti sampai di situ, dengan shalat ghaib yang diteruskan dengan kiriman doa, diharapkan seluruh jamaah haji yang lain agar diberi keselamatan dan kekuatan menunaikan seluruh manasik dengan sempurna hingga memperoleh haji mabrur.

Pantauan media ini, usai khatib menyampaikan pesan khatbah dan kemudian dilanjutkan dengan shalat Jum'at, mayoritas jamaah menyempatkan untuk melaksanakan shalat ghaib. 

"Alhamdulillah hampir seluruh jamaah tidak beranjak dari shaf dan melanjutkan dengan shalat ghaib usai ibadah shalat Jum'at," tandas H Helmy.

Demikian juga usai shalat ghaib dilangsungkan, imam memimpin doa yang secara khusus diperuntukkan kepada para syuhada Mina. 

Sebelumnya, Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum MUI Pusat, KH Ma'ruf Amin menyerukan umat Islam di Indonesia untuk menjalankan shalat ghaib setelah shalat Jum'at untuk para jamaah haji khususnya yang meninggal di Mina.

"Menyeru kepada seluruh umat Islam untuk melakukan shalat ghaib untuk para syuhada haji yang wafat, khususnya pada peristiwa Mina di masjid-masjid usai shalat Jum'at, serta mendoakan seluruh jamaah haji yang lain agar diberi keselamatan dan kekuatan menunaikan seluruh manasik dengan sempurna hingga memperoleh haji mabrur," kata KH Ma'ruf Amin sebagaimana dimuat di media ini. (Ibnu Nawawi/Mukafi Niam)

Jumat 25 September 2015 19:1 WIB
PCNU Sampang Ajak Sholat Ghaib dan Istighosah untuk Jamaah Haji
PCNU Sampang Ajak Sholat Ghaib dan Istighosah untuk Jamaah Haji

Sampan, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sampang mengucapkan duka sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa ratusan jamaah haji di Mina, Arab Saudi, Kamis (24/9). Pihak PCNU Sampang meminta pengurus MWCNU yang ada di Sampang untuk menggelar sholat ghaib dan istighotsah di lokasi masing-masing.
<>
"Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun, atas nama PCNU, saya menyampaikan turut berduka sedalam-dalamnnya atas kejadian yang menimpa umat muslim di Mina Arab Saudi. Mereka adalah syuhada, ahlul jannah," kata Choirur Roziqin juru bicara PCNU Sampang.

Musibah yang terjadi di Mina, lanjut dia, di luar kuasa manusia, mengingat tidak bisa diketahui kapan dan dimana seseorang meninggal jadi kita tidak usah mencari kesalahan atas kejadian itu. Sebab pemerintah Arab Saudi sedang berupaya semaksimal mungkin untuk melayani jemaah haji dari seluruh dunia.Namun berkumpulnya orang sekitar 3 juta, kesalahan manusia berakibat fatal.

Disampaikannya pula, sebagai bentuk keprihatinan maka PCNU Sampang menginstruksikan segenap jajaran pengurus Majelis Wakil Cabang NU di tiap-tiap kecamatan, Pimpinan Pesantren serta para takmir masjid sekabupaten Sampang untuk menyelenggarakan sholat ghaib dan istighosah secara bersama-sama baik ba'dah Jumat atau paling lambat besok Sabtu.

"Mari kita doakan bersama-sama semoga keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan dan bagi seluruh jamaah haji Indonesia semoga diberi keselamatan dan ketegaran sampai kembali ke tanah air," tegas Wakil Sekretaris PCNU Sampang ini.

Sebagaimana pemberitaan di media, musibah terjadi pada akhir pelaksanaan ibadah haji. Musibah disebabkan para jamaah haji berdesak-desakan di lembah padang pasir yang terletak sekitar lima KM sebelah timur kota Mekkah, tepatnya di antara Mekkah dan Muzdalifah. (Red Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG