IMG-LOGO
Nasional

Dirjen Pendis Sampaikan Orasi Ilmiah di Wisuda IV STAINU Jakarta

Rabu 30 September 2015 8:31 WIB
Bagikan:
Dirjen Pendis Sampaikan Orasi Ilmiah di Wisuda IV STAINU Jakarta

Jakarta, NU Online
Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI, Prof Dr Kamaruddin Amin menyampaikan orasi ilmiah dalam acara Wisuda IV Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta, Selasa (29/9) di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII, Jakarta Timur.<>

Dalam orasinya, Kamaruddin menegaskan kembali kepada wisudawan dan wisudawati, bahwa Indonesia merupakan bangsa dan negara muslim terbesar di dunia. Jumlah lembaga pendidikan Islam pun paling banyak di dunia, dari mulai pesantren, madrasah, dan perguruan tinggi Islam yang mencapai puluhan ribu lembaga serta jutaan santri, peserta didik dan mahasiswa di tiap tingkatan.

“Pendidikan Islam di Indonesia memiliki peran yang sangat fundamental (mendasar) dalam memajukan bangsa,” ujar Kamaruddin.

Dengan sumber daya yang sangat besar, lanjutnya, Pendis Kemenag bercita-cita mewujudkan khazanah Islam di Indonesia menjadi destinasi (tujuan) kajian Islam dunia.

“Islam di negara kita sangat bisa menjadi pusat kajian Islam dunia karena Islam di sini mempunyai distingsi atau kekhasan tersendiri yang tidak ditemukan di negara-negara Islam di dunia,” terang Kamaruddin.

Indonesia, tambahnya, dinilai oleh bangsa di dunia mampu memadukan Islam dan demokrasi. Islam di Indonesia juga dianggap mampu mengakomodasi perubahan zaman dengan tidak kehilangan identitas keindonesiaan.

Dalam hal inilah, kata dia, STAINU Jakarta dan seluruh lembaga pendidikan Islam di Indonesia harus terus menjaga persatuan dalam keberagaman serta secara berkelanjutan menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada para generasi muda di Indonesia.

Di akhir orasinya, Kamaruddin mengingatkan kepada para wisudawan dan wisudawati agar terus meningkatkan kapasitasnya sebagai seorang sarjana. Dia menegaskan tiga kemampuan yang mutlak dimiliki seseorang di zaman global seperti sekarang, yaitu kemampuan bahasa, kepemimpinan, dan kemampuan dalam dunia teknologi informasi. (Fathoni)

Bagikan:
Rabu 30 September 2015 21:1 WIB
Machasin: Trend Konsumsi Produk Halal Menggembirakan
Machasin: Trend Konsumsi Produk Halal Menggembirakan

Jakarta, NU Online
Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Machasin mengatakan, trend konsumsi muslim terhadap produk halal mencapai hal yang menggembirakan. Namun dia berharap masyarakat muslim Indonesia tidak hanya menjadi pasar produk halal, tapi juga menjadi produsen produk halal.<>

“Kita harus proaktif dalam perkembangan produk halal,” kata Machasin dalam sambutan mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pada acara pembukaan pameran Indonesia International Halal Expo (Indhex) 2015 bertempat di Hall B JIExpo, Arena PRJ Jakarta, Rabu (30/9).

Pameran yang diselenggarakan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama lndonesia (LPPOM MUI) dibuka oleh Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin berlangsung hingga 3 Oktober mendatang. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan simposium dan pemberian Halal Award, dan Hijab Talent Search.

Machasin mengatakan, terkait dengan UU Nomor 30/2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH), pemerintah tengah menyiapkan beberapa peraturan serta pembentukan badan penyelenggara jaminan produk halal. “Keberadaan badan penyelenggara jaminan produk halal untuk kepentingan masyarakat,” imbuhnya.

Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin mengaku gembira karena saat ini masyarakat muslim telah memiliki payung hukum terkait dengan masalah halal. “Setelah 25 tahun baru tahun ini kita punya payung hukum, setelah ada Undang Undang Jaminan Produk Halal,” kata Rais Aam PBNU ini.

Selama ini lanjut kiai Ma’ruf, masalah halal dilakukan dengan prinsip sukarela. Dengan disahkannya UU JPH, produk halal jadi wajib, sehingga masyarakat memiliki jaminan konsumsi halal,” katanya. Ia juga mengatakan melihat perkembangan saat ini, agar LPPOM MUI tidak berpuas diri tapi terus meningkatkan pelayanan, serta memberi informasi kepada masyarakat luas perihal masalah halal.

Sementara Direktur LPPOM MUI Lukmanul Hakim mengatakan, trend konsumsi muslim secara global saat ini, terus bertumbuh. “Total transaksi halal di Indonesia lebih dari 2 juta dolar Amerika pada tahun 2014 dan 3,5 juta dolar pada 2015,” jelasnya.

Ia mengatakan, INDHEX merupakan program regular tahunan yang digelar oleh LPPOM MUI bekerjasama dengan beberapa kementerian dan lembaga halal internasional. INDHEX pertama kali dilaksanakan 24-26 Juni 2011 di Gedung SMESCO Jakarta. INDHEX 2012 digelar pada 5-8 Juli 2012 di tempat yang sama.

Pada tahun 2013 INDHEX di gelar di lokasi yang sama dengan tahun ini diikuti 150 perserta dalam dan luar negeri. Dihadiri 12.285 pengunjung, yang terdiri dari eksportir, distributor ritel, hotel dan restoran,

industri perbankan, institusi pemerintah, lembaga halal dunia, agen dan professional. INDHEX 2014 berlangsung 22-25 Oktober 2014 di JIExpo, Arena PRJ Jakarta. Red: Mukafi Niam

Rabu 30 September 2015 19:40 WIB
LKNU Ajak Warga NU Cegah Penyakit Diabetes Melitus
LKNU Ajak Warga NU Cegah Penyakit Diabetes Melitus

Jakarta, NU Online
International Diabetes Federation (IDF) menyebutkan terdapat 382 juta orang di dunia hidup dengan Diabetes Melitus (DM) dan mengestimasikan jumlah meningkat mencapai 592 juta pada tahun 2035. Sedangkan di Indonesia terdapat 9.1 juta penduduk menderita DM dan menempati urutan ke lima dunia, dan hanya 30 persen mengetahui kondisinya.  <>

Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) mengajak warga NU dan tokoh-tokoh NU untuk melakukan pencegahan dini dan upaya pengendalian kenaikan angka penyakit DM. Hal itu dilakukan dalam diskusi publik bertemakan peran warga NU dalam pencegahan dan deteksi dini penyakit DM di Gendung PBNU, Jakarta, Rabu (30/9).  

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan kepada warga NU untuk lebih peduli dengan masalah kesehatan. Selain karena untuk mencegah masuknya berbagai macam penyakit, kebersihan juga merupakan penerapan keimanan dalam berkehidupan. Diakuinya, jumlah warga NU besar akan tetapi potensi terserang penyakit juga lebih besar. 

"Karenanya penting sekali untuk menjaga dan memperhatikan masalah kebersihan," ujarnya.

Begitu juga dengan sarana prasarana milik NU, lanjut Kang Said, seperti rumah sakit dan klinik belum banyak yang dimiliki warga NU dibandingkan dengan ormas lain. Ia berharap kondisi ini menjadi perhatian bersama, dukungan dan pengabdian dari berbagai pihak sangat dibutuhkan di NU. 

"Rumah sakitnya saja kurang apalagi para tenaga medis dan dokternya," ungkapnya.

Ketua PP LKNU H Hisyam Said Budairi berharap melalui diskusi ini penyakit DM tidak hanya diketahui oleh tenaga kesehatan, namun juga para tokoh-tokoh agama dan masyarakat sehingga akan dapat memperjelas peran masyarakat terutama warga NU untuk berperan aktif dalam upaya pengendalian kenaikan angka penyakit DM. 

"Kenyataan masih besarnya mereka yang tidak sadar dirinya menderita DM, menunjukkan pentingnya peran tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan dalam menyebarluaskan informasi pentingnya deteksi dini penyakit DM," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Subdit DM Kemenkes, Drg Dyah Erti Mustikawati mengatakan, terjadi peningkatan prevalensi pada penderita DM yaitu 1,1 persen pada 2007 menjadi 1,5 pada 2013 sedangkan hasil diagnosis dokter gejala DM pada 2013 sebesar 2,1 persen. 

"Untuk itulah sangat dibutuhkan keterlibatan masyarakat untuk mendeteksi dini penyakit DM sehingga segera melakukan tindakan preventif," tandasnya.

Selain itu juga kata Dyah Erti, peran warga NU sangat diharapkan dalam berkontribusi menurunkan angka penyakit DM, dan bukan malah menambahi angka tersebut. Tentu salah satu caranya dengan menjaga kebersihan, menjaga pola makan yang baik, makan makanan yang sehat yang tidak memicu penyakit DM. 

"Intinya adalah lebih baik mencegah daripada terkena penyakit," pungkasnya. Red: Mukafi Niam

Rabu 30 September 2015 18:32 WIB
Kiai Said Beri Mauidhoh dalam Tahlilan Adnan Buyung
Kiai Said Beri Mauidhoh dalam Tahlilan Adnan Buyung

Jakarta, NU Online 
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) menghadiri acara mengenang tujuh hari wafatnya almarhum Adnan Buyung Nasution di rumah duka jalan Poncol Lestari, Jakarta, Selasa (29/9/2015) malam. 
<>
Keluarga menggelar acara mengenang tujuh hari wafatnya Adnan Buyung Nasution dengan pembacaan surat Yasin, tahlil dan doa yang dipimpin oleh KH Said Aqil Siroj.

Usai tahlil dan doa, Kang Said memberikan mauidloh hasanah. Selain menjelaskan soal tahlil dalam kesempatan tersebut Said Aqil juga memaparkan tentang Islam Nusantara.
 
Dalam acara tersebut Kiai Said mendoakan Almarhum Adnan Buyung Nasution agar diberikan tempat yang baik di akhirat "Mudah-mudahan almarhum Bapak Adnan Bayung Nasution sekarang sudah berada di tempat yang siddiq, tempat kejujuran," doanya.

"Ini pas buat Beliau, pembela orang lemah, pejuang keadilan, akan dibalas oleh Allah tempat duduk yang namanya mukhraj siddqin, tempat duduk siddiq, di sisi Allah," tambahnya. Red: Mukafi Niam

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG