IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Pentas Parade Bedug 'Sanggar Banyu' PMII


Ahad 31 Oktober 2004 15:25 WIB
Bagikan:
Pentas Parade Bedug 'Sanggar Banyu' PMII

Tulungagung, NU Online
Sebuah panggung ditata apik di tengah jalan. Beberapa bedug ukuran besar dipajang di bagian belakang panggung lengkap dengan penabuhnya. Di panggung itu pula ada kelompok pemukul rebana , penabuh gendang, peniup bambu  dan aneka alat musik lainnya. Beberapa penyanyi  juga siap melantunkan lagu-lagu yang liriknya diadopsi dari syair pujian yang biasa dikumandangkan di surau atau masjid. Ada juga penyair yang siap membacakan sederat 'sajak nakal' berbagai potret kehidupan masyarakat.

Begitu aneka alat musik ditabuh, terdengarlah suara yang terasa rancak memecah keheningan malam Ramadhan. Enak sekali didengar. Penonton pun dibuat terkesima. Terlebih ketika seorang penyair tampil membacakan sajak nakalnya. ''Umpamakno Wong Lungo Sonjo, Wis Wajibe Muleh....Neng Ngisore Wit Sembojo,''begitu antara lain sajak berbahasa Jawa yang dibacakan seorang penyair diiringi suara aneka alat musik yang terdengar rancak.

<>

Ya, itulah sebagian dari Pentas Parade Bedug Ramadhan yang ditampilkan 'Sanggar Banyu' PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Cabang Tulungagung. Pentas Parade Bedug Ramadhan ini dihelat di tengah ruas Jalan KH. Wakhid Hasyim. Hingga pertunjukan usai, ribuan penonton yang memadati sepanjang jalan di jantung kota itu nyaris tak beranjak menyaksikan unjuk kebolehan seniman-seniman 'Sanggar Banyu' PMII Tulungagung itu.

''Pementasan ini digelar untuk memperingati malam Nuzulul Qur'an. Dalam pementasan Parade Bedug Ramadhan ini, kami mengangkat tema, Menebar Dzikir dan Amal Sholeh Dalam Damai Ramadhan,'' ujar Agus Salim, Ketua Umum PMII Cabang Tulungagung.

Kecuali itu, kata Agus Salim, pementasan 'Sanggar Banyu' ini juga dimaksudkan untuk membaca kondisi  dan realitas masyarakat yang hari-hari ini cenderung  berada dalam posisi 'blank', tidak tahu menahu terhadap situasi. ''Makanya, lewat pementasan ini, kami ingin mengingatkan kembali  agar politisi maupun rakyat kembali memposisikan diri sebagai manusia yang punya tanggungjawab memperhatikan masyarakat,'' kata dia.

Siap Pentas di Muktamar NU

Di kalangan masyarakat Tulungagung, keberadaan 'Sanggar Banyu' yang menjadi wadah berkreasi seniman-seniman PMII sudah cukup diperhitungkan. Entah sudah berapa banyak kreasi-kreasi seni yang dihasilkan seniman-seniman PMII lewat Padhepokan 'Sanggar Banyu'. Parade Bedug Ramadhan yang dipentaskan bertepatan dengan malam turunnya Al-Qur'an itu juga termasuk hasil kreasi seni  yang  jadi andalan seniman-seniman PMII yang tergabung dalam Padhepokan 'Sanggar Banyu'.

PMII Tulungagung berencana mementaskan kreasi seni Padhepokan 'Sanggar Banyu' ini di arena Muktamar NU (Nahdlatul Ulama) ke-31 di Solo, Jawa Tengah, akhir Nopember mendatang. ''Kami sudah koordinasi dengan panitia Muktamar untuk mementaskan hasil kreasi seni 'Sanggar Banyu'. Cuma, sampai saat ini hasil koordinasi itu belum fixed,'' kata Agus Salim.

Diungkapkan Agus Salim, seniman-seniman 'Sanggar Banyu' sudah siap manakala panitia Mukmatar NU XXXI memberikan kesempatan pementasan kreasi seni 'Sanggar Banyu' di arena Mukmamar NU. ''Kami siap kalau Panitia Muktamar memberikan kepercayaan kepada 'Sanggar Banyu' untuk pentas di arena Mukmatar nanti,'' tegas Agus Salim.

Kontributor : Muhibuddin

Bagikan:
IMG
IMG