Home Warta Nasional Khutbah Daerah Fragmen Ubudiyah Internasional Keislaman Sirah Nabawiyah Risalah Redaksi English Tafsir Opini Hikmah Obituari Video Nikah/Keluarga Tokoh Hikmah Arsip

Gugah Kepedulian Sosial dengan Dompet Ramadhan

Gugah Kepedulian Sosial dengan Dompet Ramadhan

Tulungagung, NU Online
Para aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Tulungagung tampaknya tidak ingin hanya berdiam diri melihat masih banyaknya fakir miskin dan anak-anak yatim piatu di Kabupaten Tulungagung. Karena itu, untuk mewujudkan kepedulian sosial dan meringankan beban kaum lemah (dhu’afa’) tersebut, PMII membuka ‘Dompet Ramadhan’, yang dimulai sejak awal bulan Ramadhan lalu hingga 8 Nopember mendatang.
 
Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetuk hati para aghniya’ (kaum kaya) agar menyisihkan sebagian hartanya kepada mereka yang membutuhkan. PMII menargetkan ada sekitar 741 anak yatim piatu dari 14 panti asuhan serta ribuan fakir miskin yang tersebar di wilayah Kabupaten Tulungagung, dapat bersama-sama memperoleh hak mereka melalui ‘Dompet Ramadhan’. Para fakir miskin itu terdiri dari berbagai latar belakang, seperti abang becak, petani miskin, buruh, kaum miskin pinggiran dan lain-lain.
 
Menurut Ketua PMII Cabang Tulungagung, Agus Salim, bulan Ramadhan ini merupakan momentum yang sangat baik untuk mempererat tali sillaturrahmi antar sesama manusia. Silaturrahmi tersebut tentunya akan lebih baik lagi  jika dibarengi dengan pemberian shadaqah bagi kaum dhua’afa.
 
Sejauh ini, PMII melihat cukup banyak anggota masyarakat yang masih berada di bawah garis kemiskinan. Kesenjangan sosial antara kaya dan miskin sebagai akibat samping dari tuntutan pembangunan, ternyata cukup tinggi.
 
“Kesenjangan itu terlihat jelas ketika kaum kaya selalu mengatakan, besok makan apa?, sementara yang miskin hanya bisa berujar, besok apa yang bisa kita makan? Kaum kaya dihadapkan sebuah pilihan, sedangkan yang miskin dibenturkan dengan kesempatan. Karenanya, diperlukan perhatian serius dan kasih sayang terhadap mereka yang tergolong lemah dan dilemahkan,”tutur Agus.
 
Lebih jauh, kata dia, ‘Dompet Ramadhan’ merupakan titik awal bagi PMII maupun masyarakat secara umum untuk melakukan pemberdayaan secara lebih intensif bagi kaum  dhu’afa’. Dalam hal ini, PMII tidak bisa bekerja sendirian. Dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung.
 
“Misalnya, ke depan kita harapkan Pemkab lebih banyak menciptakan lapangan kerja. Di Tulungagung ini kan  banyak home industri (industri rumah tangga). Potensi ini  bisa dioptimalkan. Contohnya lagi, adanya bantuan sarana dan prasarana yang dapat menyentuh secara langsung terhadap kehidupan masyarakat serta dapat mendorong meningkatnya taraf hidup mereka, seperti bantuan alat-alat pertanian dan sebagainya,”jelas Agus.
 
Sampai saat ini, paparnya, dana dari ‘Dompet Ramadhan’ baru terkumpul Rp 1,2 juta, yang semuanya diperoleh dari para pengusaha. Padahal target awalnya sebesar Rp 45 juta yang nanti akan dibagikan kepada ribuan anak yatim dan fakir miskin. Selain dana, PMII sebenarnya juga menerima penyaluran bantuan berupa perlengkapan ibadah. Namun, bantuan itu hingga kini belum masuk ke ‘Dompet Ramadhan’ PMII.
 
“Kita menyadari dana sebanyak itu masih belum mencukupi. Oleh sebab itu, kita terus berharap kepada aghniya’ supaya lebih tergerak lagi untuk membantu saudara-saudara mereka dari kalangan fakir miskin dan yatim piatu,”ujar Agus.
 
Sebetulnya, jelas dia, PMII juga sangat mengharapkan keterlibatan aparat Pemkab Tulungagung untuk ikut berpartisipasi memberikan bantuan itu, berapapun besarnya. Tapi sayangnya hingga kini belum ada respon positif. Meski demikian, PMII tetap akan berusaha semaksimal mungkin agar target Rp 45 juta bisa tercapai. Sehingga, para fakir miskin dan yatim piatu benar-benar dapat terbantu.

Kontributor : Wahid Nasiruddin

<>

Daerah Lainnya

Terpopuler

Rekomendasi

topik

Berita Lainnya