Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

GP Ansor Sulbar Minta Warga Tak Terprovokasi Tragedi Tobadak

GP Ansor Sulbar Minta Warga Tak Terprovokasi Tragedi Tobadak

Mamuju, NU Online
Seruan agar warga tak terprovokasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang sengaja memperkeruh suasana pasca tragedi di Tobadak VIII, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah (Mateng) juga datang dari Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Barat. <>

Ketua PW GP Ansor Sulbar, Sudirman AZ, Selasa (06/10), meminta semua pihak untuk tetap menjaga kondusifitas dan keamanan menyusul insiden tersebut. Masyarakat juga diminta untuk tidak terprovokasi atas sejumlah oknum yang sengaja memperkeruh suasana.

"Karena persoalannya ini sudah kita ketahui secara bersama, murni karena konflik lahan jadi warga jangan mudah digiring-giring ke isu SARA. Jangan mau diprovokasi oleh oknum yang menginginkan kita terpecah," kata Sudirman. 

Ia berharap, kepada segenap tokoh dari semua agama untuk ikut aktif menyampaikan kepada warga bahwa pemerintah sudah melakukan upaya mediasi, dan berakhir dengan damai. 

"Semua tokoh dari masing-masing agama harus proaktif menyampaikan kepada warga. Kami dari Ansor juga akan menyampaikan kepada teman-teman Banser di Mateng untuk ikut mengawal dan menjaga keamanan di Mateng," ujar mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mamuju ini

Sebagaimana yang diketahui bahwa diduga akibat sengketa lahan, dua orang menjadi korban. Bentrokan bermula ketika seorang warga Desa Sejati, Salamuddin, dihadang sekelompok warga Desa Saluada saat perjalanan pulang usai melaporkan kasus sengketa lahan yang terjadi di dua desa tersebut ke pemerintah setempat. Lalu, tiba-tiba ia yang merupakan mantan kepala desa dibacok.

Akibatnya, korban mengalami luka sabetan senjata tajam di sekujur tubuhnya hingga tewas di tempat. Korban lainnya dari Desa Saluada TobadakTujuh terluka saat hendak membebaskan salah satu rekannya yang disandera di Desa Sejati.

Kejadian ini semakin meluas dengan melibatkan warga dari dua desa yang berbatasan.Matius, mantan kepala desa yang melakukan negosiasi atas penyanderaan itu, justru dibacok hingga mengalami luka parah dan terpaksa dilarikan ke RSUD Mamuju Tengah. Namun karena kondisi yang parah, ia dirujukke RSUD Makasar.

Sedangkan Johanis, warga yang disandera, dibebaskan setelah petugas Polres Mamuju dan TNI bersenjata lengkap dikerahkan ke lokasi. Korban mengalami luka memar di sekujur tubuhnya akibat dihantam benda tumpul. Oleh karena itu ia juga dilarikan ke RSUD Mamuju Tengah untuk dirawat. Red: Mukafi Niam

BNI Mobile