IMG-LOGO
Daerah

LP Ma’arif Pringsewu Gelar Perkemahan Ma'arif Cabang Perdana

Sabtu 10 Oktober 2015 12:1 WIB
Bagikan:
LP Ma’arif Pringsewu Gelar Perkemahan Ma'arif Cabang Perdana

Pringsewu, NU Online
Dalam rangka meningkatkan apresiasi kaum muda terhadap Gerakan Pramuka serta mengembangkan nilai spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisikal para generasi muda, LP Maarif Kabupaten Pringsewu mengadakan Perkemahan Maarif Cabang (Permacab) untuk pertama kalinya.<>

Kegiatan bertema ‘Satu Hati, Satu Janji Pramuka Maarif Terwujud dalam Satya Darma Bhakti’ Dibuka secara resmi oleh Bupati Pringsewu H Sujadi Saddad selaku Kamabicab Gerakan Pramuka Kabupaten Pringsewu, Jumat (9/10). Dalam amanatnya, Bupati Pringsewu memberikan apresiasi kepada Pramuka Maarif Kabupaten Pringsewu yang telah menambah hasanah Kepramukaan di Kabupaten Pringsewu dengan kegiatan Permacab ke 1 ini.

"Saya mengharapkan kegiatan ini akan terus dilaksanakan berkala dengan melibatkan lebih banyak peserta seperti dari Pondok Pesantren sehingga kegiatan ini akan dapat menjadi contoh bagi Pramuka Maarif di Kabupaten lain di Provinsi Lampung dan Para Pramuka Maarif Pringsewu akan menjadi ikon di Provinsi Lampung," harapnnya.

Disela sela Acara Pembukaan, Ketua Pelaksana Kegiatan, Mas Mustain, S.Pd mengatakan, bahwa Permacab Ke-1 ini akan dilaksanakan selama 3 hari, 9-11 Oktober 2015 di Komplek Gedung NU Kabupaten Pringsewu dan diikuti oleh seluruh Madrasah yang berada di bawah naungan LP Maarif Kabupaten Pringsewu. "Ada 72 Regu atau Tenda yang berpartisipasi pada Permacab ini dengan jumlah peserta sebanyak 870 Peserta," Terangnya.

Mustain menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan pada Permacab ini meliputi Kegiatan non-lomba yaitu : Upacara Pembukaan dan Penutupan, Apel Bendera Pagi dan Sore, Apel Tenda Pagi dan Malam, Senam Pagi, Shalat Berjamaah, Bakti Masyarakat, Api Unggun dan Penyampaian Materi Aswaja, Kesehatan dan Kepramukaan.

Sementara untuk Kegiatan Lomba yang akan memperebutkan piala dan trofi dari Bupati Pringsewu para peserta akan bersaing dalam Lomba PBB, Pionering, Hasta Karya, Penjelajahan dan Halang rintang, Pidato Islami, MTQ, Tahlil, Karnaval, Pentas Budaya Seni serta Syarhil Quran.

Selain itu, Pada Perkemahan ini juga dilaksanakan Pelantikan Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Maarif Kabupaten Pringsewu. "Sako Maarif adalah Gerakan Pramuka yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Gerakan Pramuka Nasional," Jelas Mustain yang juga merupakan Ketua Sako Maarif Kabupaten Pringsewu.

Nampak hadir pada Upacara Pembukaan tersebut Ketua Sako Maarif Pusat H Muhsin Ibnu Juhan, Ketua LP Maarif Provinsi H Fauzi Semkomakt, Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim, Ketua Kwarcab Pramuka Pringsewu H Heri Iswahyudi, dan Ketua LP Maarif Pringsewu Ahmad Rifai. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Bagikan:
Sabtu 10 Oktober 2015 19:1 WIB
POLITIK
Unisnu: Uang Tak Jamin Pilihan Masyarakat
Unisnu: Uang Tak Jamin Pilihan Masyarakat

Jepara, NU Online
Riset Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara menyebutkan, sebagian besar pilihan masyarakat pada saat Pemilu masih berdasarkan visi-misi dan program caleg atau partai politik.
<>
Data tersebut dipaparkan pada Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabuaten Jepara pada Rabu (07/10) lalu. FGD yang diselengarakan di Aula KPU Jepara, Jalan Yos Sudarso No. 22 bagian dari diseminasi hasil riset terkait perilaku memilih masyarakat Jepara pada Pemilu 2014 lalu.

Riset ini adalah kerja sama antara KPU Jepara dan LPPM UNISNU. Dalam FGD tersebut hadir tim peneliti dari LPPM UNISNU diwakili Mayadina Rohma Musfiroh dan Purwo Adi Wibowo.

FDG yang dimoderatori komisioner KPU Jepara Subchan Zuhri ini diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai latar belakang. Mulai dari pengurus partai poitik, tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM, akademisi, mahasiswa, pelajar, kelompok disabilitas dan media massa.

Dalam FGD tersebut, isu yang paling ramai didiskusikan para audien adalah maraknya politik uang pada pemilu 2014 lalu. Sebagaimana diungkapkan Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jepara Sudiyatno, bahwa pihaknya tidak sepakat jika hanya ada 9 persen dari responden yang perilaku memilihnya dipengaruhi politik uang.

“Kalau hanya 9 persen itu menurut saya terlalu sedikit. Pemilu 2014 lalu menurut saya banyak yang menerima amplop (pemberian) menjelang pemungutan,” paparnya.

Hal berbeda disampaikan ketua Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) Jepara, Asmiah. Menurutnya, salah satu faktor minimnya caleg perempuan yang sukses terpilih menjadi angota legislatif karena parpol sendiri masih kurang berpihak pada caleg perempuan. “Bahkan ada fatwa yang agi caleg perempuan sendiri tidak menguntungkan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Mayadina yang juga Ketua Pengurus Lakpesdam NU Jepara ini menyampaikan bahwa hasil wawancara dengan responden memang menyebutkan terjadi praktik politik uang dalam Pemilu 2014 lalu.

Namun, menurutnya, dari sejumlah responden, ternyata politik uang bukan sesuatu yang paling menentukan pilihan masyarakat. “Mereka (pemilih) memang menerima pemberian. Tapi bukan semata karena pemberian uang itu  pemilih menentukan pilihannya. Hanya 9 persen saja yang terpengaruh pemberian,” jawabnya sebagaimana rilis yang diterima NU Online.

Ditambahkan, ada beberapa faktor yang memengaruhi pilihan masyarakat. Yakni visi-misi dan program caleg yang menempati urutan priotitas pertama, kemudian keyakinan terhadap kinerja yang akan datang terhadap caleg, serta kemampuan caleg, kinerja caleg sebelumnya.

Di akhir diskusi, Mayadina menyampaikan bahwa sebenarnya pihaknya optimistis demokrasi di Jepara masih bisa lebih baik. “Dengan memaksimalkan pendidikan politik, saya optimistis demokrasi di Jepara masih bisa diselamatkan,” pungkasnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Sabtu 10 Oktober 2015 15:45 WIB
Berjuang Keras, Ansor Kubu Raya Akhirnya Peroleh SK
Berjuang Keras, Ansor Kubu Raya Akhirnya Peroleh SK

Kubu Raya, NU Online
Pengurusan Surat Pengesahan pengurus GP Ansor periode Nusron Wahid Memang tidak semudah periode sebelumnya. Pimpinan Pusat GP Ansor mensyaratkan kelengkapan dan ketertiban administrasi data pengurus termasuk syarat wajib pengkaderan.<>

Ketatnya persyaratan tersebut membuat pengurus-pengurus wilayah dan cabang khusus di luar Jawa bersemangat menjaga dan membuat pengkaderan sehingga pengurus dan anggota GP Ansor tidak lagi diragukan atau bahkan dianggap kepengurusan fiktif alias tidak ada anggotanya

“Alhamdulillah kami pengurus cabang GP Ansor Kubu Raya Kalbar berkat usaha bersama ketua dan pengurus serta dibantu oleh PW GP Ansor Kalbar hari ini SK yang kami nanti kurang lebih 1 tahun sudah di terbitkan oleh PP GP Ansor dan hari Sabtu 10/10/2015 dibawa ke Kalbar oleh ketua PW GP Ansor M. Nurdin yang kebetulan berkunjung ke Jakarta,” kata wakil ketua GP Ansor Kubu Raya Suryadi.

Ia berharap dengan diterbitkannya SK GP Ansor Kab Kubu Raya, bisa menambahkan semangat para pengurus untuk membesarkan organisasi GP Ansor di Kab Kubu Raya. “Target kami, pengurus akhir 2016 semua Ranting sudah terbentuk di Kab Kubu Raya,” tuturnya.

Dijelaskannya, agenda terdekat akan melakukan konsolidasi penguatan pengurus dan anggota yang sudah di mengikuti PKD 1 serta mengadakan pelantikan pengurus. Red: Mukafi Niam

Sabtu 10 Oktober 2015 13:1 WIB
Santri di Wilayah Semarang dan Demak Ikuti Kursus Jurnalistik
Santri di Wilayah Semarang dan Demak Ikuti Kursus Jurnalistik

Semarang, NU Online
Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Wilayah Kementeriana Agama Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Shortcuorse (kursus singkat) Jurnalistik Pondok Pesantren, Jum’at (09/10). Acara ini diikuti oleh sekitar 100 santri dari berbagai pondok pesantren yang ada di wilayah Semarang dan Demak.<>

Acara tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hikmah Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah dengan agenda acara meliputi, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan-sambutan, pengarahan sekaligus membuka acara oleh Kabid PD Pontren Jawa Tengah, Bapak Sholihin, serta ditutup dengan do’a.

Dalam sambutannya, Sholihin menyampaikan, kegiatan semacam ini penting dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan santri dalam dunia tulis menulis, baik menulis berita maupun tulisan dalam bentuk yang lain.

Dia juga mengatakan, santri jangan hanya mampu memahami kitab saja, tetapi juga paham tentang keterampilan, begitu juga dengan tulis-menulis.

“Setelah selesai kegiatan ini para santri dapat mengembangkan diri dalam hal tulis menulis, syukur dapat menjadi penulis yang terkenal,” harapnya.

Pelatihan ini dibimbing langsung oleh wartawan sekaligus redaktur senior Suara Merdeka, yaitu Saronji dan Hasan Hamid. (Abdus Shomad/Fathoni) 

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG