IMG-LOGO
Nasional

PP IPPNU Godok Penggerak Kaderisasi Zona Sumatera di Bengkulu

Senin 12 Oktober 2015 4:2 WIB
Bagikan:
PP IPPNU Godok Penggerak Kaderisasi Zona Sumatera di Bengkulu

Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) mempersiapkan kader penggerak kaderiasasi (Latpelnas) untuk Zona Sumatera di Wisma Atlet Bengkulu. Seluruh kader IPPNU utusan setiap wilayah di Sumatera mulai dari Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, dan Bengkulu, hadir dalam pembukaan pendidikan selama tiga hari, Jumat-Ahad (9-11/10).
<>
Sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) dan badan otonom NU juga tampak hadir pada pembukaan Latpelnas Zona Sumatera ini. terlihat Ketua Muslimat NU Bengkulu, Ketua Fatayat Bengkulu, Ketua KNPI Bengkulu, Gemasaba, PMII Bengkulu, serta IPNU Bengkulu.

Sekretaris PWNU Bengkulu Zubaidi mengatakan, NU di Sumatera cukup dapat diterima masyarakat. “Nilai-nilai NU selalu mengedepankan Islam Rahmatan Lil ‘Alamin. Ini adalah keunggulan kita. Bahkan, para pendatang dari Jawa yang banyak ke Sumatera pun dapat diterima oleh komunitas Melayu karena sikap toleransi, tasamuh, tawazun, dan akhlaqul karimahnya. Karena itu, generasi muda putra dan putri NU perlu terus ditanamkan sikap-sikap tersebut,” kata Zubaidi.

Dari Jakarta hadir Sekretaris Umum IPPNU Wildatus Sururoh, Korwil IPPNU Zona Sumatera Puti Hasni, dan Komandan KKP PP IPPNU Novi Enggalia.

Menurut Wilda, Latpelnas ini adalah bagian dari upaya penguatan kaderisasi pelajar putri NU. “PP IPPNU adalah tulang punggung pengaderan generasi muda putri Nahdlatul Ulama. Latpelnas ini adalah wahana untuk melatih para komandan kaderisasi di tiap daerah, utamanya di Zona Sumatera sekarang ini,” kata Wilda.

Bengkulu, kata Puti menambahkan, dipilih sebagai lokasi Latpelnas kali ini mengingat provinsi ini menjadi salah satu basis kaderiasai pelajar putri NU di Sumatera.

“Penguatan kapasitas dan sumber daya para penggerak kaderisasi di Sumatera perlu terus-menerus diasah secara intensif, agar mereka memiliki keterampilan dalam memperluas kaderisasi. Jadi, kader IPPNU nantinya tidak hanya terkonsentrasi di Jawa. Sumatera pun perlu digarap secara serius,” kata Puti.

Sejumlah materi yang disampaikan dalam Latpelnas kali ini diformat untuk mengondisikan kesiapan peserta sebagai fasilitator untuk kaderisasi seperti Makesta, Lakmud, dan Lakut. (Red Alhafiz K)

Bagikan:
Senin 12 Oktober 2015 22:3 WIB
Da’i Aswaja dari 12 KMNU Perkuat Kapasitas Dakwah
Da’i Aswaja dari 12 KMNU Perkuat Kapasitas Dakwah

Jakarta, NU Online
Tim kajian yang terdiri atas delegasi 12 Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) perguruan tinggi akan melakukan kajian dan pendalaman materi dakwah Aswaja akhir pekan ini di IPB, Darmaga, Bogor, Sabtu (17/10). Mereka akan mengkaji prioritas masalah dakwah Aswaja untuk KMNU.
<>
Pelatihan ini masuk dalam rangkaian  even NU-Santara 2015 di Institut Pertanian Bogor. Forum ini akan dihadiri oleh pengasuh pesantren Al-Bahjah Cirebon Buya Yahya dan pengurus PP Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Misbahul Munir.

Pada pelatihan ini mereka juga akan merumuskan beberapa hal terkait regulasi dan tata tertib  pelaksanaan kajian Aswaja di KMNU perguruan tinggi. Peserta pelatihan ini merupakan kader bagian kajian Aswaja di KMNU perguruan tinggi masing-masing.

Presidium Nasional 5 Abdul Rahman Sidiq menuturkan, pelatihan hanya diikuti delegasi Tim Kajian dari 12 KMNU Perguruan Tinggi  seperti KMNU IIUM, KMNU UNILA, KMNU UI, IMAN STAN, KMNU IPB, KMNU Unpad,  KMNU UPI, KMNU ITB, KMNU Undip, KMNU UNY, KMNU UGM, dan KMNU UII.

“Sengaja tidak dibuka untuk umum karena kita ingin menyiapkan kader kajian dan dakwah  secara matang untuk menjadi motor penggerak dan  duta Aswaja di perguruan tinggi,” kata Rahman.

Sementara Koordinator Bidang Kajian Aswaja (departemen Litbang) Adhli Alkarni mengharapakan ke depan pelaksanaan kajian Aswaja di masing-masing KMNU perguruan tinggi lebih tertib dan terkoneksi satu sama lain.

Pada pertemuan ini mereka juga akan membahas saran dan masukan dari berbagai KMNU perguruan tinggi. Selanjutnya mereka akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara rutin terhadap pelaksanaan kajian Aswaja di kampus. (Red Alhafiz K)

Senin 12 Oktober 2015 17:0 WIB
Besok, LPBI NU Gelar Diskusi Publik Solusi Bencana Asap
Besok, LPBI NU Gelar Diskusi Publik Solusi Bencana Asap

Jakarta, NU Online
Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) akan menggelar diskusi publik bertema “Mencari Solusi Asap yang Tak Kunjung Lenyap”, Selasa (13/19), pukul 13.00-17.00 WIB.
<>
Kegiatan yang akan berlangsung di Gedung PBNU, Lantai 8,  Jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, ini diselenggarakan atas dasar keprihatinan terhadap bencana asap yang menyebar di Sumatera dan Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan.

Dalam undangan yang diterima NU Online, pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain. Raffles B Panjaitan (Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan KLHK), Tri Budhiarto (Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB), Togu Manurung (Forest Watch), Raynaldo Sembiring (Indonesian Center for EnviromentalLaw/ICEL), dan Soewarso (PT Sinar Mas).


Ketua PP LPBI NU M. Ali Yusuf mengatakan, dampak adanya asap tebal tersebut adalah meningkatnya penyakit ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), lumpuhnya pelayanan publik, matinya sektor jasa, dan pemenuhan kebutuhan dasar yang terancam.

“Permasalahan tersebut membutuhkan solusi bersama antar pemangku kepentingan, sehingga peristiwa tahunan tersebut dapat segera diatasi dan dicarikan solusi yang permanen sehingga program Nawa Cita sebagai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional dapat diaktualisasikan dengan baik dan tidak berubah menjadi Duka Cita,” katanya.

LPBI NU mengajak masyarakat secara umum, termasuk awak media cetak, elektronik, dan online untuk turut serta dalam diskusi tersebut. (Mahbib Khoiron)

Senin 12 Oktober 2015 11:1 WIB
Tahun Baru Hijriyah, Spirit Keberpihakan Pemerintah kepada Rakyat
Tahun Baru Hijriyah, Spirit Keberpihakan Pemerintah kepada Rakyat

Bandung, NU Online
Momentum tahun baru Hijriyah sebaiknya tidak hanya diperingati melalui serangkaian perayaan saja, tetapi juga mengambil makna dari momentum tersebut, salah satunya adalah tahun baru hijriyah sebagai spirit peralihan menuju kondisi yang lebih baik.<>

"Dalam konteks Indonesia, ada semangat keberpihakan pemerintah yang semakin besar kepada rakyat, terutama rakyat yang ada di daerah-daerah, misalkan masalah kabut asap akibat kebakaran, kekerasan, dan sebagainya," tutur Prof KH Rosihon Anwar, Wakil Ketua PWNU Jawa Barat, Jum’at (9/10) lalu.

Menurut Kiai yang akrab disapa Prof Rosihon itu, seharusnya Tahun Baru Islam jangan hanya dirayakan dengan seremonialnya saja, khususnya bagi pengemban jabatan di Pemerintahan, di mana 1 Muharram dimaknai secara subtansial, sebagaimana kaidah Tasharuful imam 'alarraiyyah manuthun bil maslahah (Kebijakan pemimpin harus sinergi dengan kepentingan rakyat).

"Ujungnya yaitu demi terwujudnya kesejahteraan rakyat," ujar kiai yang juga Dekan Fakultas Ushuluddin itu.

Selain kepada pemerintah, Prof Rosihon juga mengingatkan kepada rakyat supaya jangan lagi mempersoalkan latar belakang pemimpin, ormas bahkan ideologinya, karena bagi ia ada hal yang lebih penting daripada hal tersebut.

"Yang penting pemimpin itu ada keberpihakan. Keberpihakan kepada rakyat harus kita dukung," tegasnya.

Bersamaan dengan Tahun Baru Hijriyah, Dia menegaskan, bahwa paham Ahlussunnah waljama'ah (Aswaja) selalu memberikan kemaslahatan untuk bangsa. Aswaja bukan hanya persoalan teologi, tapi bagaimana aswaja ditampakkan dalam bentuk aksi sosial.

Aswaja yang dianut memberikan, katanya, harus berdampak bagi perubahan sosial. Misalkan dalam teologi Asy'ariyyah ada konsep kasyaf kalau dimaknai konteks sekarang suatu usaha untuk keluar dari kemelut. (M. Zidni Nafi'/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG