IMG-LOGO
Daerah

Ribuan Santri dan Siswa di Brebes Pawai Taaruf Tahun Baru Hijriyah

Selasa 13 Oktober 2015 17:0 WIB
Bagikan:
Ribuan Santri dan Siswa di Brebes Pawai Taaruf Tahun Baru Hijriyah

Brebes, NU Online
Ribuan santri, siswa, dan mahasiswa mengadakan pawai taaruf menyambut tahun baru 1437 Hijriah. Pawai yang menampilkan berbagai simbol Islami dan drumband dilakukan dengan mengelilingi kota Brebes. Pawai mendapat sambutan hangat dari warga dan pengguna jalan hingga sedikit menghambat lalu lintas di Jalan Jenderal A Yani yang merupakan jalan protokol.<>

Pelepasan peserta dilakukan dengan mengibaskan bendera start oleh Ketua Yayasan Islamic Center KH Zaenal Arifin. Dia mengatakan, tahun baru Islam kali ini bagi kaum Muslim Indonesia sangat Istimewa. Karena mendekati ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai hari santri nasional.

“Kami sangat mendukung ditetapkannya 22 Oktober sebagai hari santri,” ujarnya di sela pelepasan pawai taaruf tahun baru hijriyah di halaman Islamic Center jalan Yos Sudarso Brebes, Selasa (13/10).

Dengan adanya hari santri, lanjut Zaenal, santri bisa lebih bergairah dalam mengejawantahkan ilmu yang didapatkan sepanjang nyantri.

Lebih kurang 5000 peserta tidak hanya dari pelajar berlatar belakang agama tetapi juga dari sekolah umum. Mereka membawa berbagai macam poster ajakan kembali ke jalan yang benar. Menata kehidupan hari esok yang lebih baik dan meminta ampunan atas segala kekilafan yang telah diperbuat setahun sebelumnya.

Ketua Panitia H Abdul Haris SAg menjelaskan, pawai taaruf dikandung maksud agar masyarakat Islam mengerti dan menyadari arti pentingnya tahun baru hijriyah. “Umat Muslim punya tahun baru tersendiri dan patut dirayakan untuk mengingatkan seberapa jauh bakti kita kepada agama, bangsa dan Negara,” kata Haris.

Namun yang lebih utama, dengan memontum tahun baru hijriyah setiap pribadi muslim dapat mengubah pola kehidupannya yang lebih baik lagi. “Tidak ada manusia yang luput dari dosa, tetapi kita harus terus menata diri dan memperbaikinya sepanjang masa,” ucap Ustadz Haris.

Pawai diikuti dari unsure Santri, siswa dan mahasiswa terdekat dilingkungan kompleks Islamic Center. Pondok pesantren dan Sekolah yang terlibat yakni MAN 1 Brebes, MTs N Model Brebes, STAI Brebes, MTs Maarif NU Brebes, SMP NU Terpadu Brebes, SMK Islamic Center Brebes, MTs Darul Abror Pasarbatang, MIN Kec Brebes, MI Islamiyah Pasarbatang, SMK Pusponegoro Brebes, SMP Muhammadiyah Pasarbatang, TK/RA/PAUD se Kecamatan Brebes, Ponpes Mubarokatul Ulum,  RSB Permata Insani dan lain-lain. “Pawai Taaruf ini, merupakan yang ke-7 kalinya,” ujarnya.

Selain pawai Taaruf, lanjut Haris, Yayasan Islamic menggelar pengajian Muharram 1437 Hijriyah pada Rabu (14/10) malam. Sebagai pembicara Pengasuh Pesanteren Darussalam Jatibarang Kidul KH Syeh Soleh Basalamah, Pengasuh Pesantren Assalafiyah Luwung ragi Bulakamba KH Subkhan Makmun dan Pengasuh Pesantren Mubarokatul Ulum Banjarharjo KH Dr Jaffar Athoyar. (Wasdiun/Mahbib)

 

Bagikan:
Selasa 13 Oktober 2015 23:0 WIB
Rektor UIM Hadiri Tadabur Al-Quran Remaja Masjid Maros
Rektor UIM Hadiri Tadabur Al-Quran Remaja Masjid Maros

Maros, NU Online
Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Majdah M Zain hadir pada Tadabbur Al-Qur'an Perkampungan Pemuda dan Remaja Masjid se-Kabupaten Maros. Kegiatan yang berlangsung di Desa Pa'bentengang, Maros, tersebut bertema"Kembali Ke Masjid dari Masjid Wujudkan Islam Rahmatan lil'almin."
<>
Ketua Pembina Forum Kajian Cinta Al Qur'an Sulawesi Selatan tersebut mengatakan, pada tahun 2030 Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yakni sumber daya manusia produktif lebih banyak dibanding warga belum atau tak memiliki produktivitas.

"Kemudian pada tahun 2030, Indonesia diprediksi menjadi 7 (tujuh) negara tersejahtera di dunia,” katanya pada kegiatan yang berlangsung 11 Oktober 2015 itu.

Prediksi ini, menurut rektor salah satu Perguruan Tinggi NU tersebut, harus dihadapi dengan mengubah pola hidup dengan pemmaliwi maboe (jauhi miras), pemmaliwi botoe (jauhi judi), pemmaliwi mennau (jauhi korupsi/mencuri), pemmaliwi kedosalae (jauhi prostitusi), dan pemmaliwi narkobae (jauhi narkoba).

Pada pembukaan kegiatan tersebut hadi Staf Ahli Bupati Maros Nasiruddin Rasyid, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Ilham Azikin, Kepala Desa Pa'bentengang, Ketua DPD KNPI Maros Marjan Massere, Ketua BKPRMI Maros Asri Said, 300 remaja masjid se-kabupaten maros.

Kegiatan berlangsung 11-14 Oktober 2015 tersebut diselenggarakan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Maros bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Maros, DPD KNPI Maros, dan APDESI Maros. (Andi Muhammad Idris/Mukafi Niam)

Selasa 13 Oktober 2015 22:3 WIB
Spiritualitas, Kekeluargaan dan Kekompakan dalam Pengkaderan KMNU
Spiritualitas, Kekeluargaan dan Kekompakan dalam Pengkaderan KMNU

Bogor, NU Online
“Isti’laul Qudrah tahun ini menggabungkan tiga bagian penting yaitu spiritualitas, kekeluargaan dan kekompakan angkatan”.<>

Begitulah ucap Nuruddin Zanki selaku ketua panitia Isti’laul Qudrah KMNU IPB 2015. Acara Isti’laul Qudrah yang bertemakan ‘meneguhkan rasa kebhinekaan dalam wadah KMNU IPB’ ini dilaksanakan pada hari Sabtu sampai Ahad, 10-11 Oktober 2015 di Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa milik yayasan Madinaturrahmah. Tujuan acara ini yaitu untuk melantik anggota baru KMNU IPB menjadi anggota tetap agar mendapatkan hak serta kewajibannya di KMNU IPB.

Spiritual, acara ini diawali dengan khotmil Qur’an sore hari, lalu tahlilan seusai Maghrib dan pembacaan sholawat Diba’iyyah. Harapannya IQ ini berjalan dengan lancar dan diridloi oleh Allah SWT. Pembicara dalam acara ini tidak kalah penting menyempurnakan kelengkapan IQ yaitu M. Zimamul Adli dengan tema ke-NU-an dan N. Adli Al-Karni dengan tema akhlak keaswajaan. Disini dijelaskan runtutan kelahiran Islam dari awal sampai sekarang dan sikap tawasuth, tawazun, i’tidal serta tasamuh yang menjadi ciri NU. Semua peserta antusias mengikuti Isti’laul Qudrah ini.

Kekeluargaan, makan bersama menjadi acara yang sangat menunjukan kekeluargaan dalam KMNU IPB. Senam pagi juga membuat peserta sangat bersemangat lagi setelah perjalanan malam sebelum subuh. Pelantikan berlangsung khidmat dengan disaksikan oleh tiga bendera (bendera Merah-Putih, bendera NU dan bendera KMNU IPB).
 Kekompakan, seluruh peserta sangat dibuat senang oleh game-game yang disediakan panitia. Mulai dari puzzle KMNU, setiap peserta memegang potongan puzzle lalu menyatukannya bersama. Apalagi saat outbond, semua kelompok berlomba-lomba memenangkan permainan. Yang lebih hebat lagi saat malam minggunya, peserta menampilan persembahan dari Nahdliyin dengan tari saman dan Nahdliyat dengan musikalisasi puisi.

Pada akhir kegiatan ini, pengasuh pesantren mengucapkan kebanggaannya sebagai salah satu pejuang Nahdlatul Ulama bisa membantu kelangsungan acara Isti’laul Qudrah ini. 

“Kader NU harus menjadi seorang profesional dalam bidangnya”, KH. Kaba’in berpesan kepada seluruh peserta, panitia dan pengurus KMNU. Red: Mukafi Niam

Selasa 13 Oktober 2015 18:30 WIB
Gembleng Kader, Pagar Nusa Soloraya Ingatkan Komitmen Kebangsaan
Gembleng Kader, Pagar Nusa Soloraya Ingatkan Komitmen Kebangsaan

Klaten, NU Online
Selama dua hari (10-11/10), para pendekar Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa wilayah Soloraya mendapat gemblengan. Kegiatan yang diikuti sekitar 50-an kader tersebut, dipusatkan di Pesantren Al-Muttaqien Pancasila Sakti Klaten, Jawa Tengah.<>

Ketua Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kartasura Ghulam Abdurrahman menerangkan, acara penggemblengan ini merupakan acara penutup dari rangkaian kegiatan pendadaran yang selama sepekan sebelumnya telah dilaksanakan di daerah masing-masing.

“Kita harapkan, dengan penggembelengan ini dapat menguatkan jati diri para kader Pagar Nusa, serta mengingatkan mereka akan tugas utamanya menjaga keutuhan NU dan bangsa,” ujar Ghulam.

Ghulam juga menambahkan, lokasi penggemblengan di pesantren asuhan mendiang Mbah Liem ini juga dimaksudkan untuk mengambil ruh semangat perjuangan Mbah Liem. “Tugas utama kami jelas menjadi benteng terdepan bagi ulama, tapi selain itu dengan mengambil ruh semangat perjuangan Mbah Liem kami juga ingin memunculkan rasa nasionalisme kami dalam menjalankan tugas kami menjaga bangsa Indonesia ini,” ujar dia.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta yang berasal Klaten, Solo, dan Kartasura tersebut berziarah ke makam mbah Liem, untuk selanjutnya melakukan longmarch menuju makam Ki Ageng Gribik di daerah Karang Anom, Klaten.

Selain longmarch rangkaian gemblengan juga meliputi uji materi pelatihan dilanjutkan dengan “sambung” dan ditutup dengan pemberian ijazah kepada tiap calon warga Pagar Nusa yang disampaikan Dewan Pendekar Pagar Nusa Soloraya Iman Widodo.

“Semuanya kami lakukan dengan tujuan untuk mempersiapkan kader-kader penggerak, yang militan dan siap baik fisik mental etika maupun spiritual,” tutup Ghulam. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG