IMG-LOGO
Nasional

Perpustakaan SMA NU 1 Gresik Ikut Seleksi Tingkat Nasional

Rabu 14 Oktober 2015 8:8 WIB
Bagikan:
Perpustakaan SMA NU 1 Gresik Ikut Seleksi Tingkat Nasional

Gresik, NU Online
Prestasi membanggakan ditorehkan perpustakaan Sekolah Menengah Atas Nahdlatul Ulama 1 (SMANUSA) Gresik, Jawa Timur, sebagai juara pertama tingkat provinsi. Selanjutnya perpustakaan sekolah yang berada di bawah PW LP Ma'arif NU Jatim ini akan mengikuti seleksi tingkat nasional.
<>
"Perpustakaan kami dinyatakan sebagai pemenang pertama tingkat provinsi Jawa Timur pada bulan Juli lalu," kata kepala sekolah, Bapak Nasihuddin kepada NU Online, Selasa (13/10). Kendati telah ditetapkan sebagai juara pertama, namun piala dari Gubernur Jawa Timur baru diterima Senin kemarin, lanjutnya.

Masih kata Bapak Nasihuddin, selanjutnya perpustakaan tersebut akan diikutkan seleksi tingkat nasional. "Hari ini ada visitasi tingkat nasional," ungkapnya. Dan pengumuman pemenang nantinya akan diterima tanggal 30 Oktober di Jakarta, lanjutnya.

"Untuk saat ini perpustakaan sekolah kami masuk posisi sepuluh besar nasional. "Doakan hasil visitasi nantinya akan bisa juara satu," harapnya.

Perpustakaan SMANUSA telah dikunjungi sejumlah sekolah dan instansi pemerintah. "Bahkan kemarin sudah ada permintaan kunjungan dari SMASt Louis Surabaya," bangganya.

Sekolah ini sejak didirikan, berkembang karena inovasi dan terobosan yang dilakukan sesuai dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman. Jumlah siswa saat ini seribu dua ratusan sehingga menjadikan sebagai sekolah favorit dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Untuk menjawab tantangan dunia pedidikan dan tuntutan masyarakat yang menginginkan sekolah berkualitas di bidang IPTEK dan IMTAQ yang dapat berkompetisi di tingkat nasional dan internasional, maka mulai tahun 2000 membuka kelas khusus yang didesain secara khusus.

Kemudian tahun 2010 ditingkatkan dari kelas khusus menjadi kelas yang bertaraf internasional (Kelas SBI) dengan kurikulum adaptif, yakni perpaduan antara kurikulum Cambidge dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang dikeluarkan oleh BSNP serta kurikulum dari kementerian agama yang dikombinasikan dan dipadukan dengan kurikulum LP Ma'arif NU yang dikembangkan sesuai dengan karakteristik SMA .

Sejumlah prestasi telah diraih sekolah yang berdiri sejak tahun 1968 ini di berbagai kompetisi. Baik lokal, regional hingga nasional.

Dengan diraihnya penghargaan tingkat provinsi dan diikutkan dalam seleksi nasional, diharapkan prestasi tersebut dapat menginspirasi sejumlah lembaga pendidikan khususnya yang berlebel NU. "Mudah-mudahan ini akan menjadi inspirator bagi sekolah dan madrasah NU yang lain," pungkasnya.  (Ibnu Nawawi/Mahbib)


Foto: Perpustakaan SMANUSA saat diresmikan.

Bagikan:
Rabu 14 Oktober 2015 17:12 WIB
Mengapa Hari Santri? Ini Penjelasan Agus Sunyoto
Mengapa Hari Santri? Ini Penjelasan Agus Sunyoto

Jakarta, NU Online
Sejarawan NU, KH Agus Sunyoto menegaskan, bahwa kaum santri merupakan representasi bangsa pribumi dari kalangan pesantren yang sangat berjasa membawa bangsa ini menegakkan kemerdekaan melalui Resolusi Jihad 22 Oktober yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari, pendiri NU. Dia juga menerangkan, istilah santri memang asli dari Indonesia, berbeda dengan istilah siswa yang berasal dari Belanda.<>

Jika dirunut sejarahnya, kata Ketua PP Lesbumi NU ini, awalnya Indonesia dianggap negara boneka Jepang oleh Negara sekutu karena kemerdekaannya dinilai pemberian dari Nippon ini. Hal ini bisa dijelaskan, menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia, Soekarno dan Hatta menyambangi Jepang untuk bertemu dengan Kaisar.

“Rapat besar di Lapangan Ikada juga dijaga ketat oleh tentara Jepang. Belum lagi naskah teks Proklamasi yang diketik oleh orang berkebangsaan Jepang, Laksamana Meida,” terang Agus saat berkunjung ke Redaksi NU Online, Rabu (14/10) di Jakarta.

Setelah Jepang kalah perang dengan Tentara sekutu atau NICA, lanjutnya, mereka berusaha kembali menjajah Indonesia dalam agresi militer kedua. Agus menjelaskan, ternyata tentara NICA dikagetkan oleh perlawanan orang-orang pribumi dari kalangan santri. 

“Dari sinilah mereka berpikir, bahwa kemerdekaan Indonesia bukan karena pemberian dari bangsa Jepang, melainkan betul-betul didukung oleh seluruh rakyat Indonesia,” jelas penulis buku Atlas Wali Songo ini.

Sebab itu, menurut Agus, penetapan Hari Santri Nasional bukan hanya sebagai agenda kepentingan kelompok tertentu, tetapi untuk kepentingan seluruh bangsa Indonesia yang ketika itu digerakkan oleh Resolusi Jihad, yakni fatwa jihad KH Hasyim Asy’ari yang menyatakan bahwa membela tanah air dari penjajah hukumnya fardlu’ain atau wajib bagi setiap individu.

Dalam hal ini, Presiden Jokowi sendiri telah menyetujui untuk menetapkan tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional melalui Keppres yang akan diterbitkan. Bahkan menurut informasi yang telah diberitakan, Jokowi akan menggelar acara yang cukup besar di Jakarta untuk menyambut Hari Santri ini. (Fathoni) 

Rabu 14 Oktober 2015 16:0 WIB
LTMNU Resmi Buka NUCB Expo 2015
LTMNU Resmi Buka NUCB Expo 2015

Jakarta, NU Online
Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) resmi membuka perhelatan Nahdlatul Ulama Cultural and Business (NUCB) Expo hari ini, Rabu (14/10) di Gedung Smesco UKM, Jl Gatot Subroto Jakarta. Kegiatan ini digelar oleh LTMNU untuk kembali menggairahkan sektor ekonomi kreatif warga NU.<>

KH Abdul Manan Ghani, penasihat LTMNU dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini tidak hanya mampu menguatkan sektor ekonomi kreatif di kalangan warga NU, tetapi juga dalam rangka meningkatkan produktivitas karya. 

“Sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan warga NU. Karena saya berharap, wadah produktif seperti kegiatan ini perlu dikembangkan ke berbagai daerah, sebab kreativitas warga NU perlu dipromosikan,” ujar Kiai Manan yang juga Ketua LTMNU periode 2010-2015 ini.

Dalam kesempatan ini, LTMNU juga menganuferahkan LTMNU Award untuk berbagai kategori kepada orang yang berjasa dalam pengembangan masjid. Kategori yang dimaksud yaitu, Muharrik Terbaik, Perusahaan Peduli Masjid, BUMN Peduli Masjid, Tokoh Masyarakat Peduli Masjid, dan Pemerintah Daerah Peduli Masjid.

Selain itu, Expo ini juga dimeriahakan oleh kelompok musik Religi, Debu. Kemudian juga tak kurang dari 80 stan ikut berpartisipasi. Stan-stan dari berbagai institusi ini menawarkan berbagai produk maupun jasa.

Hadir dalam pembukaan expo ini, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, Menristek Dikti, H Muhammad Nasir, Wakil Ketua MPR RI, Oesman Sapta Odang, Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini, Ketua LTMNU, KH Mansyur Syaerozi, Sekretaris LTMNU, H Ibnu Hazen, perwakilan dari Kedutaan Negara sahabat, ulama dari Mesir, Tunisia, Maroko, Turki, dan para pengelola masjid dari berbagai daerah. (Fathoni)

Rabu 14 Oktober 2015 12:1 WIB
Madrasah Jurnalistik, Agar Santri Menguasai Media
Madrasah Jurnalistik, Agar Santri Menguasai Media

Surabaya, NU Online
Pengurus Wilayah Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama atau PW LTN NU Jawa Timur memiliki lembaga atau devisi khusus untuk mengenalkan jurnalistik ke sejumlah pesantren. "Namanya madrasah jurnalistik," kata Ahmad Najib AR, Rabu (14/10).<>

Madrasah jurnalistik merupakan program pendidikan dan pelatihan jurnalistik untuk pesantren yang dipandegani sejumlah pegiat media NU, baik cetak maupun elektronik. "Madrasah jurnalistik merupakan lembaga di bawah PW LTN NU Jatim untuk pengembangan skill yang fokus dalam pendidikan dan pelatihan jurnalistik di sejumlah pesantren di Jawa Timur," terang Ketua PW LTN NU Jatim ini. 

Lembaga ini diharapkan dapat berperan aktif dalam penerbitan dan pengembangan media di pesantren pada khususnya dan lembaga pendidikan NU pada umumnya. "Dalam pelaksanaannya, madrasah jurnalistik menjalin kerja sama dengan beberapa media yang kompeten dan qualified yang dikelola lembaga struktural dan kultural NU, seperti Majalah AULA dan Auleea, TV9, Koran Duta Masyarakat, NU Online, dan lain-lain," terangnya. 

Dengan kerjasama tersebut, imbuhnya, disamping akan terjalin sinergi antar lembaga NU yang bergerak di dunia jurnalistik, juga diharapkan efektif dan berkelanjutan, karena dijalankan tenaga profesional dan berpengalaman.

Untuk tahap pertama, kegiatan dilangsungkan Jum'at hingga Sabtu (16-17/10) di Pondok Pesantren Bayt al-Hikmah Pasuruan. Sedangkan sejumlah narasumber yang dihadirkan antara lain Afif Amrullah (Aula), Nur Faishal (Duta), Sururi Arumbani (TV9), dan Abdul Hady JM (NU Online).

Selama kegiatan, peserta dari berbagai pesantren menerima  materi dasar jurnalistik dan pengelolaan media. Juga mereka diasah kemampuannya dalam membuat dan melahirkan karya jurnalistik. "Sehingga nantinya peserta mampu menerbitkan dan mengembangkan media jurnalistik secara mandiri di pesantren," kata Gus Najib.

Usai kegiatan akan dilakukan program pendampingan mulai dari penataan organisasi, keredaksian hingga penerbitan. "Kami juga memberikan sarana konsultasi secara intensif bagi peserta dan guru pendamping," tandasnya. Bahkan para peserta akan diikutkan kegiatan magang di sejumlah media dengan bidang tertentu yang diperlukan, lanjutnya.

Ikhtiar menyelenggarakan madrasah jurnalistik ini diharapkan nantinya akan melahirkan para pecinta dan pegiat media di lingkungan pesantren. "Kalau sedari awal sudah kita kenalkan dunia jurnalistik, semoga nantinya mereka mampu mengelola media dan kelak bisa memberikan sumbangsih bagi informasi yang mencerdaskan serta sesuai dengan Islam Aswaja," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG