IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Melawan Takdir, Kisah Yatim yang Jadi Professor

Rabu 21 Oktober 2015 4:8 WIB
Bagikan:
Melawan Takdir, Kisah Yatim yang Jadi Professor

Wajo, NU Online
Pemerintah Kabupaten Wajo mengadakan seminar nasional dan bedah buku "Melawan Takdir" karya Prof Hamdan Juhannis, Ph.D yang bertema "Membangun Tradisi Pendidikan menuju Keunggulan Karakter", Sabtu (17/10) bertempat di Baruga Islamic Center Kabupaten Wajo. <>

Wakil Bupati Wajo Dr Andi Syahrir Kube dalam sambutannya mengungkapkan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini yang mengupas tentang bagaimana membangun pendidikan karakter.

"Seminar dan bedah buku ini dihadiri kepala sekolah dan guru se-Kabupaten Wajo serta akan dibedah oleh Rektor Universitas Islam Makassar Dr Majdah M Zain dan penulis Prof Hamdan Juhannis, semoga mampu menjadi pelajaran untuk diaplikasikan dalam lembaga pendidikan di Wajo," katanya.

Prof Hamdan Juhannis selaku penulis mengungkapkan di hadapan ribuan guru bahwasanya maksud dari buku saya yang berjudul "Melawan Takdir" adalah melawan sesuatu yang tidak mungkin ia lakukan pada waktu itu, disebabkan faktor agama, budaya, dan sosial.

Selain itu, Hamdan Juhannis menjelaskan tentang kisah hidupnya sebagai anak yatim yang mampu "lari" dari kenyataan hidup dan mampu menyelesaikan pendidikan sampai jenjang doktor luar negeri dan menjadi guru besar termuda di Indonesia. 

“Bahkan jika kamu lahir dalam keadaan miskin, bukanlah sepenuhnya keselahanmu, tetapi jika kamu mati dalam keadaan miskin, maka sepenuhnya adalah kesalahanmu, ungkapnya.

"Sesungguhnya semua apa yang saya dapatkan hari ini, tentunya tidak lepas dari peran ibuku dan ayahku yang mampu mengajarkan bagaimana sesungguhnya pendidikan karakter."

Selain kedua orang tuaku, katanya, sosok guru adalah sumber inspirasi, dimana mengajarkan segala hal, salah satunya kedispilinan, karena sesunggunya peradaban negara akan terbentuk salah satunya disebabkan kedisiplinan masyarakatnya.

Rektor UIM Dr Majdah dalam paparannya bahwasanya setiap gagasan positif yang ada dalam benak, sesungguhnya akan membentuk watak seseorang kelak, olehnya itu "lawanlah takdirmu" dengan kerja keras, pendidikan, dan hargailah orang tuamu dan gurumu

"Hal ini dapat kita lihat pada orang sukses, semuanya berawal dari ide atau gagasan positif yang kemudian membentuk karakter seseorang, karena sesungguhnya keberhasilan adalah 1% dari kecerdasan dan 99% adalah buah kerja keras."

Kemudian buat para pendidik didiklah muridmu, tentunya dengan kejujuran, kedisiplinan, dan motivasi karena sesungguhnya mental bangsa Indonesia ke depan sangat ditentukan oleh generasi muda, tandasnya. (Andy Muhammad Idris/Mukafi Niam)

Bagikan:
Rabu 21 Oktober 2015 23:0 WIB
PMII PTNU Tangerang Evaluasi 1 Tahun Kabinet Jokowi-JK
PMII PTNU Tangerang Evaluasi 1 Tahun Kabinet Jokowi-JK

Tangerang, NU Online
Ratusan kader PMII PTNU Tangerang menyampaikan rasa kecewa atas kinerja kabinet Jokowi-Jk. Mereka tidak melihat peningkatan selama 1 tahun kinerja Jokowi. Untuk itu, mereka mengajukan sepuluh tuntutan untuk kepemimpinan Jokowi di depan kantor DPRD Kota Tangerang, Selasa (20/10).
<>
Ketua PMII PTNU Tangerang Steven Idrus Maulana menyuarakan tuntutan terhadap Presiden Jokowi untuk meninjau ulang proyek pembangunan infrastruktur yang berasal dari hutang luar negeri.

Pemerintah, mereka menuntut, segera mengeluarkan kebijakan untuk menstabilkan nilai tukar rupiah, menolak impor pangan, mewujudkan kedaulatan pangan, melakukan upaya percepatan serapan APBN. Mereka mendesak pemerintah mencabut izin perusahaan pelaku pembakaran hutan.

Tuntutan mereka antara lain berbunyi agar pemerintah mempercepat perubahan RUU KUHP, meningkatkan mutu pendidikan bangsa, memberikan akses pendidikan tinggi seluas-luasnya untuk masyarakat tidak mampu.

“Yang terpenting adalah tolak UU revisi KPK yang diajukan oleh DPR RI. Sebab itu adalah pembunuhan KPK secara perlahan-lahan. PMII mengajak rakyat Indonesia ikut serta mengawal kebijakan pemerintah dan mengkritisi jika ada kesewenang-wenangan dalam kepentingan pribadi yang mengatasnamakan negara," kata Steven.

Aksi mahasiswa, dimulai pada 13.00 WIB. Aksi mereka mulai memanas ketika mahasiswa bergerak mundur ke depan DPRD. Pada saat aksi, mahasiswa sempat membakar ban bekas.

Humas PMII PTNU Tangerang Aflahul Mumtaz menambahkan, pihaknya meminta Jokowi mengingat Nawacita, Trisakti, dan Revolusi Mental yang selalu digaungkannya. Karena, jika hal tersebut dilupakan, berarti Jokowi-JK telah mengakhiri mimpi 250 juta masyarakat Indonesia untuk sejahtera.

"Namun dalam kenyataanya mimpi dan rakyat sirna termakan janji yang tak kunjung ditepati dan tersimpan rapi di dalam laci kabinet Jokowi-JK," tegas Aflah. (Red Alhafiz K)

Rabu 21 Oktober 2015 20:1 WIB
22 Oktober, Jamaah Yasin Pringsewu Kirim Fatihah Bagi Para Pahlawan
22 Oktober, Jamaah Yasin Pringsewu Kirim Fatihah Bagi Para Pahlawan

Pringsewu, NU Online
Hari santri yang jatuh pada Hari Kamis (22/10/2015) bertepatan dengan malam Jumat Kliwon. Pada setiap malam tersebut, Warga NU Kabupaten Pringsewu terbiasa mengadakan Kegiatan Yasinan yang dipusatkan di Masjid, Musholla dan Majelis Taklim yang ada dilingkungan masing masing.<>

Dalam kegiatan tersebut, beberapa kelompok Jamaah Yasinan bergabung untuk beribadah sekaligus menjalin silaturahmi antar Jamaah. Khusus di di momen tersebut, PCNU mengimbau kepada seluruh Jamaah Yasinan yang ada di Kabupaten Pringsewu untuk mendoakan para pejuang santri yang telah gugur mewujudkan kemerdekaan. Mereka adalah pahlawan pada umumnya.

"Mari kita berdoa semoga arwah para pejuang santri yang telah mendahului kita mendapatkan tempat yang mulia di sisi Allah SWT," kata Ketua PCNU Pringsewu H. Taufiqurrohim, Rabu (21/10/15). Ia menambahkan bahwa Hari Santri ini sangat penting untuk diperingati karena berkat jasa jasa pejuang santri kita dapat menikmati nikmatnya kemerdekaan.

"Ini merupakan wujud syukur kepada Allah SWT sekaligus ungkapan terimakasih kita kepada para pejuang kemerdekaan," tambahnya. 

Sementara terkait penolakan dari beberapa kelompok tentang penetapan Hari Santri Nasional, Wakil Sekretaris PCNU Pringsewu Muhammad Faizin meminta hal tersebut tidak perlu dibesar-besarkan. Ia menilai hal itu sebagai bentuk beragamnya pola pikir manusia.

"Masing-masing kan punya hak berpendapat. Dan sadar ataupun tidak sadar sering pendapat kita dipengaruhi oleh sentimen pribadi atau kelompok," pungkasnya.

Oleh karena itu, Faizin mengimbau untuk selalu mengedepankan 4 bentuk ukhuwah yaitu Ukhuwah insaniyah, ukhuwah ubudiyah, ukhuwah basyariyah dan ukhuwah diniyyah diantara kaum muslimin. Hendaknya semua pihak tidak mengedepankan ego pribadi atau kelompok dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. (Red: Fathoni)

Rabu 21 Oktober 2015 18:1 WIB
Muslimat NU Probolinggo Segera Miliki Kantor Definitif
Muslimat NU Probolinggo Segera Miliki Kantor Definitif

Probolinggo, NU Online
Dalam waktu dekat, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Probolinggo akan segera memiliki kantor yang definitif. Pasalnya, selama ini para pengurus Muslimat NU selalu memanfaatkan aula Kantor PCNU Kota Probolinggo sebagai markas besarnya.<>

Kantor dengan ukuran 9x26 meter persegi tersebut terletak di Kelurahan Pilang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo. Pembangunannya sendiri baru dimulai Sabtu (17/10) lalu yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa.

“Dengan adanya kantor ini saya berharap ke depan peran Muslimat NU di Kota Probolinggo dalam mengangkat harkat dan martabat perempuan bisa ditingkatkan. Sebab keberadaan dan peren serta Muslimat NU sangatlah dibutuhkan,” ujar Khofifah.

Terkait pembangunan kantor baru ini, Wakil Sekretaris PC Muslimat NU Kota Probolinggo Musyarofah Ubaidi mengatakan proses pembangunan kantor ini akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan dana yang dimiliki.

“Pembangunan kantor ini tergantung ada dan tidaknya dana. Ada dana maka pembangunan dilakukan.  Sebab saat ini dananya murni berasal dari donator. Tetapi target kami selesai satu tahun,” ujarnya, Selasa (20/10).

Menurut Musyarofah, peran serta seluruh pengurus dan semua pihak sangat dibutuhkan supaya pembangunan kantor ini bisa selesai sesuai dengan harapan sehingga nantinya bisa langsung ditempati untuk melayani kepentingan masyarakat.

“Mudah-mudahan keberadaan kantor baru ini bisa semakin menambah motivasi dan semangat kepada seluruh pengurus untuk lebih berkhidmat kepada organisasi untuk kepentingan masyarakat,” harapnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG