::: Simak berbagai info NU Online melalui media sosial Twitter (@nu_online), Facebook (www.facebook.com/situsresminu), Instagram (@nuonline_id) ::: Kritik, saran, informasi atau artikel dapat dikirimkan kepada kami melalui email redaksi[@]nu.or.id ::: Info pemasangan iklan, hubungi email rizky[@]nu.or.id atau telepon 021-3914014 :::

Melawan Takdir, Kisah Yatim yang Jadi Professor

Rabu, 21 Oktober 2015 04:08 Daerah

Bagikan

Melawan Takdir, Kisah Yatim yang Jadi Professor

Wajo, NU Online
Pemerintah Kabupaten Wajo mengadakan seminar nasional dan bedah buku "Melawan Takdir" karya Prof Hamdan Juhannis, Ph.D yang bertema "Membangun Tradisi Pendidikan menuju Keunggulan Karakter", Sabtu (17/10) bertempat di Baruga Islamic Center Kabupaten Wajo. <>

Wakil Bupati Wajo Dr Andi Syahrir Kube dalam sambutannya mengungkapkan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini yang mengupas tentang bagaimana membangun pendidikan karakter.

"Seminar dan bedah buku ini dihadiri kepala sekolah dan guru se-Kabupaten Wajo serta akan dibedah oleh Rektor Universitas Islam Makassar Dr Majdah M Zain dan penulis Prof Hamdan Juhannis, semoga mampu menjadi pelajaran untuk diaplikasikan dalam lembaga pendidikan di Wajo," katanya.

Prof Hamdan Juhannis selaku penulis mengungkapkan di hadapan ribuan guru bahwasanya maksud dari buku saya yang berjudul "Melawan Takdir" adalah melawan sesuatu yang tidak mungkin ia lakukan pada waktu itu, disebabkan faktor agama, budaya, dan sosial.

Selain itu, Hamdan Juhannis menjelaskan tentang kisah hidupnya sebagai anak yatim yang mampu "lari" dari kenyataan hidup dan mampu menyelesaikan pendidikan sampai jenjang doktor luar negeri dan menjadi guru besar termuda di Indonesia. 

“Bahkan jika kamu lahir dalam keadaan miskin, bukanlah sepenuhnya keselahanmu, tetapi jika kamu mati dalam keadaan miskin, maka sepenuhnya adalah kesalahanmu, ungkapnya.

"Sesungguhnya semua apa yang saya dapatkan hari ini, tentunya tidak lepas dari peran ibuku dan ayahku yang mampu mengajarkan bagaimana sesungguhnya pendidikan karakter."

Selain kedua orang tuaku, katanya, sosok guru adalah sumber inspirasi, dimana mengajarkan segala hal, salah satunya kedispilinan, karena sesunggunya peradaban negara akan terbentuk salah satunya disebabkan kedisiplinan masyarakatnya.

Rektor UIM Dr Majdah dalam paparannya bahwasanya setiap gagasan positif yang ada dalam benak, sesungguhnya akan membentuk watak seseorang kelak, olehnya itu "lawanlah takdirmu" dengan kerja keras, pendidikan, dan hargailah orang tuamu dan gurumu

"Hal ini dapat kita lihat pada orang sukses, semuanya berawal dari ide atau gagasan positif yang kemudian membentuk karakter seseorang, karena sesungguhnya keberhasilan adalah 1% dari kecerdasan dan 99% adalah buah kerja keras."

Kemudian buat para pendidik didiklah muridmu, tentunya dengan kejujuran, kedisiplinan, dan motivasi karena sesungguhnya mental bangsa Indonesia ke depan sangat ditentukan oleh generasi muda, tandasnya. (Andy Muhammad Idris/Mukafi Niam)