IMG-LOGO
Daerah

Banser Waykanan Kawal Pawai Akbar Hari Santri Pakuan Ratu

Jumat 23 Oktober 2015 01:29 WIB
Banser Waykanan Kawal Pawai Akbar Hari Santri Pakuan Ratu

Waykanan, NU Online
Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Waykanan yang dipimpin Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Alex Almukmin turun di lapangan bersama sejumlah pasukannya. Mereka mengawal pawai akbar Hari Santri yang digelar MWCNU dan GP Ansor Pakuan Ratu, Kamis (22/10).
<>
Alex didampingi sejumlah anggota Banser berada di bagian depan mengawal arak-arakan para santri yang membawa bendera merah putih dan bendera NU. Peserta arak-arakan berasal dari pesantren Al-Falakhus Sa'adah asuhan Kiai Zainal Ma'arif.

"Kami menggelar pawai akbar dan bakti sosial menyambut Hari Santri. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Bertolak dari kantor MWCNU Pakuan Ratu atau Klinik Bulan Medical Center (BMC). Banser yang mengawal pawai harus mengenakan seragam lengkap," kata Ketua PAC GP Ansor Waykanan Bakti Gozali.

Wakil Sekretaris GP Ansor Waykanan Edi Sugianto menyatakan, sekitar 2.000 warga NU Pakuan Ratu meramaikan Hari Santri. Melalui akun fesbuknya, ia juga menunjukan foto-foto santri pesantren Al-Falakhussa'adah yang berada di kampung Serupa Indah kecamatan Pakuan Ratu. Para santri tampak antusias mengikuti pawai akbar Hari Santri dengan menggunakan puluhan sepeda motor dan sejumlah mobil pick up.

"Pimpinan Cabang GP Ansor Waykanan mengapresiasi dan mempersembahkan hormat kepada sahabat-sahabat Ansor, Banser serta sesepuh NU di Pakuan Ratu yang meramaikan Hari Santri tanpa embel-embel politik mengingat Waykanan akan memilih kepala daerah pada 9 Desember mendatang. Kami sampaikan takzim atas ketidakberpihakan yang senantiasa dijaga," ujar Ketua GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto.

Gatot didampingi Bendahara GP Ansor Waykanan Abdullah Candra Kurniawan melakukan penandatanganan nota kesepahaman "Motivasi dan Pengembangan Sumber Daya Siswa" dengan pihak SMAN 1 Blambangan Umpu yang hari ini merayakan HUT ke 31 tahun.

"Bagi kami, Resolusi Jihad hari ini adalah melawan pembodohan dan kebodohan. Generasi Indonesia mendatang harus dipersiapkan hebat. Melalui bimbingan BPUN, kami bergerak, menggunakan dengkul kami untuk merealisasikan gagasan di kepala. Ini tekad, pengabdian kami, warga NU, bagi bangsa Indonesia. Menjadi fakta adalah pilihan dalam hidup seringkali dikerubuti fantasi. Bangkit berdaya dalam hidup adalah pilihan! Kami mohon doa restu dari sahabat, senior, sesepuh dan para ulama atas penandatanganan nota kesepahaman ini," kata Gatot lagi.

Melalui peringatan Hari Santri, elemen NU di Waykanan juga mengajak pemuda dan masyarakat di Waykanan untuk menggunakan gambar bertuliskan “Selamat Hari Santri Nasional. Kekerasan dan Kebencian Bukan Untuk NKRI!” pada profil akun sosial media fesbuk hingga Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober. (Disisi FS/Alhafiz K)

Bagikan:
IMG
IMG