IMG-LOGO
Daerah

Provost Banser: Tugas Kami Bukan Memenagkan Kontestan Pilkada


Ahad 25 Oktober 2015 13:00 WIB
Bagikan:
Provost Banser: Tugas Kami Bukan Memenagkan Kontestan Pilkada

Way Kanan, NU Online
Banser merupakan singkatan dari Barisan Ansor Serbaguna. Banser ialah lembaga semi otonom Gerakan Pemuda Ansor. Dengan demikian, ujar Provost Banser Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung Hudi Rahman menegaskan, menjadi jelas jika komando Banser berada pada Gerakan Pemuda Ansor.
<>
"Di dalam AD/ART jelas dinyatakan jika Banser ialah kader penggerak, pengemban dan pengaman program-program sosial kemasyarakatan Gerakan Pemuda Ansor. Kode etik banser adalah kode etik kader GP Ansor, doktrin Banser adalah doktrin GP Ansor dan ikrar Banser adalah Nawa Prasetya GP Ansor. Karena itu, Banser tidak bisa dipisahkan dari Ansor," ujar Hudi di Blambangan Umpu, Ahad (25/10).

Menjelang pemilihan kepala daerah di Way Kanan berlangsung 9 Desember 2015, sejumlah anggota Banser mengaku dikuliahi politisi berikut tim sukses calon kepala daerah jika Banser bisa bergerak tanpa perlu komando GP Ansor karena secara posisi sejajar.

"Saya kasihan dengan orang-orang yang gagal paham terhadap organisasi kami. Kami bukan organisasi politik. Tugas fungsi pokok kami bukan untuk memenangkan kontestan pemilu atau mendukung partai politik. Jika Ansor merencanakan, maka Banser yang melaksanakan. Banser tidak bisa dilepaskan dari Ansor. Banser dan Ansor itu satu kesatuan, tidak bisa dipisahkan dan tidak berdiri sendiri-sendiri," ujar Hudi lagi.

Alumni Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) II PW GP Ansor Lampung itu menegaskan, Banser merupakan singkatan dari Barisan Ansor Serbaguna. "Dari namanya saja sudah jelas, kok bisa-bisanya Banser diminta bergerak tanpa perlu komando Ansor? Buruk sekali etika politiknya," ujar dia lagi.

Menurut Hudi, berdasarkan AD/ART, tugas Banser ialah menjaga, memelihara dan menjamin kelangsungan hidup dan kejayaan Gerakan Pemuda Ansor khususnya dan NU umumnya. Hubungan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor kepada Kepala Satkornas Banser dan atau hubungan Ketua Gerakan Pemuda Ansor di masing-masing tingkatan PW, PC dan PAC kepada komandan Banser bersifat instruktif dan hubungan sebaliknya bersifat konsultatif.

“Klarifikasi ini semoga mencerahkan isi kepala orang-orang yang gagal paham dengan Gerakan Pemuda Ansor. Semoga tercerahkan dan semakin beretika dalam politik," tuturnya. (Syuhud Tsaqafi/Mahbib)


Bagikan:
IMG
IMG