IMG-LOGO
Daerah

Ribuan Nahdliyin Kaliori Tahlilan Tujuh Hari Rais Syuriyahnya

Ahad 25 Oktober 2015 23:4 WIB
Bagikan:
Ribuan Nahdliyin Kaliori Tahlilan Tujuh Hari Rais Syuriyahnya

Rembang, NU Online
Ribuan warga NU di kecamatan Kaliori kabupaten Rembang melangsungkan tahlil dan doa bersama di makam Kiai M Yamin, Sabtu (25/10) malam. Mereka mengirimkan doa di malam ketujuh hari wafatnya Rais Syuriyah MWCNU Kaliori itu. Tampak hadir Rais Syuriyah PCNU Rembang KH Chazim Mabrur dan segenap pengurus NU Kaliori.
<>
KH Chazim mengajak segenap hadirin untuk meniru jejak Kiai Yamin yang mendedikasikan hampir semua umurnya untuk menyebarkan agama di jalan Allah. Ia juga menambahkan, keaktifan Kiai Yamin di NU dan di dunia pendidikan juga madrasah sudah tidak diragukan lagi.

"Anda semua tentu sudah tahu bagaimana Kiai Yamin aktif di NU, dan memperjuangkan dunia pendidikan madrasah yang ada di kecamatan Kaliori, yang patut kita tiru.”

Kiai Chazim juga menambahkan, sepeninggal Kiai Yamin NU Kaliori harus tetap berjalan dalam kepengurusan. Terlebih Kiai Yamin sudah meninggalkan semangat dalam memperjuangkan Nahdlatul Ulama. Ia juga mengajak, MWCNU Kaliori segera membentuk pelaksana tugas Rais Syuriyah MWCNU Kaliori.

"Kalau bisa semangat NU yang ditinggalkan Kiai Yamin menjadi semangat para pengurus dalam memperjuangkan ajaran Ahlussunnah Waljamaah.” (Ahmad Asmu'i/Alhafiz K)

Bagikan:
Ahad 25 Oktober 2015 22:4 WIB
GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan
GP Ansor NTT dan Pendeta Setempat Diskusi Kemajemukan

Kupang, NU Online
GP Ansor NTT dan Brigade Meo bentukan Pendeta Adi Ndiy bersama mendiskusikan berbagai isu yang mempengaruhi harmonisasi kehidupan antarumat beragama di Nusa Tenggara Timur. Bersama organisasi kepemudaan lainnya, mereka di akhir pertemuan mengeluarkan petisi perdamaian di Kantor PWNU NTT, Kupang, Sabtu (24/10).
<>
Mereka menginginkan suasana masyarakat lengang dari berbagai isu-isu SARA dalam rangka menjaga bingkai kemajemukan. Semua organisasi kepemudaan yang hadir bertekad menjadikan NTT sebagai barometer ukuran kemajemukan. Mereka tidak ingin ada langkah-langkah tertentu yang akan menghancurkan keberagaman.

Berbagai masukan seluruh organisasi dan beberapa petisi menyatakan keinginannya untuk menjaga keamanan dan kedamaian bersama masyarakat NTT melalui sebuah bingkai kemajemukan yang ada di kota Kupang.

Ketua GP Ansor NTT Abdul Muis mengajak seluruh komponen tokoh muda peduli kemajemukan.

“Mari sama-sama kita menjaga perdamaian untuk kerukunan. Jangan sampai terjadi di lingkungan atau tanah kita flobamora ini berbagai isu-isu miring yang dapat menghancurkan dan keretakan di antara kita. Oleh karena itu tanggung jawab kemajemukan di NTT ada di tangan para generasi-generasi penerus NTT.”

Pendeta Adi Ndiy  dalam forum juga mengajak seluruh komponen masyarakat para pemuka agama, tokoh pemuda untuk sama-sama membangun daerah dengan berbagai keragaman melalui perbedaan. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Ahad 25 Oktober 2015 21:2 WIB
PMII Kentingan Kenalkan Karakter Santri di UNS
PMII Kentingan Kenalkan Karakter Santri di UNS

Solo, NU Online
Peringatan Hari Santri perdana tahun 2015 dianggap sebagai momentum penting untuk mengenalkan dan menumbuhkan karakter kesantrian di dunia pendidikan Indonesia, khususnya di kalangan mahasiswa. Pengurus PMII Kentingan Surakarta dengan menggelar kajian mahasiswa berbalut kegiatan kultural keagamaan untuk memperingati Hari Santri di Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), Kamis (22/10) malam.
<>
Acara yang diawali dengan pembacaan doa Asyura, tahlil, maulud Al-Barzanji, dan sholawat dengan iringan rebana itu dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai jurusan di kampus setempat.

Ketua PMII Kota Surakarta Ahmad Rodif Hafidz yang hadir sebagai pemateri kajian mengatakan Hari Santri yang baru saja ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober 2015 melalui Keppres No 22 Tahun 2015 ini merupakan momentum  bersejarah yang sangat perlu diketahui masyarakat.

Sebab, 70 tahun silam pada tanggal itu, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, dan ulama lain telah bersepakat mengeluarkan Fatwa Resolusi Jihad untuk mengusir penjajah Belanda dari bumi Indonesia.

“Dari Resolusi Jihad itu, para ulama berhasil menggerakkan para santri dan masyarakat pada masa itu untuk berperang melawan penjajah demi membela bangsa,” ujarnya.

Menurut Rodif, Fatwa Resolusi Jihad itu menunjukkan bahwa dunia pesantren jelas berperan penting bagi bangsa Indonesia. Faktanya, selain diajarkan tentang ilmu agama, di pesantren para santri juga diberi wawasan cinta Tanah Air dan berbagai bekal untuk mengabdi.

“Para santri yang belajar ilmu agama di pesantren itu malah diperkuat nasionalismenya,” kata Rodif yang pernah nyantri di Ponpes Assa’du Bantul dan Buntet Cirebon ini.

Mahasiswa jurusan Teknik Sipil UNS ini juga mengatakan, dengan momentum peringatan HSN ini diharapkan dunia pendidikan Indonesia utamanya perguruan tinggi baik negeri maupun swasta untuk turut mengenalkan karakter kesantrian kepada para mahasiswanya lewat kegiatan akademik maupun non-akademik. Dengan begitu, tidak akan ada cerita mahasiswa Indonesia yang malah anti-Pancasila dan anti-nasionalisme.

“Banyaknya generasi muda yang ahistoris dan anti-nasionalisme itu karena dunia pendidikan kita hari ini tidak mencontoh apa yang diajarkan ulama terdahulu seperti Mbah Hasyim (KH Hasyim Asy’ari) kepada para santrinya,” jelasnya.

Dalam sesi dialog, seorang hadirin yang merupakan mahasiswa pascasarjana jurusan Ilmu Sosilogi UNS Ahmad Zahid menyatakan sudah seharusnya seorang mahasiswa Islam memiliki prinsip-prinsip keislaman ala santri yang sesuai dengan karakter bangsa Indonesia. Yakni, menjunjung toleransi (tasamuh), tegak lurus (ta’addul), moderat (tawassuth), dan seimbang (tawazun).

“Maka dengan begitu, mahasiswa juga mampu mendorong mewujudkan cita-cita bangsa seperti yang telah dilakukan kalangan santri dahulu dalam membela Tanah Air,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Ahad 25 Oktober 2015 20:4 WIB
PCNU Sumenep Lantik Pengurus Ranting NU Sekecamatan Saronggi
PCNU Sumenep Lantik Pengurus Ranting NU Sekecamatan Saronggi

Sumenep, NU Online
Kepentingan masyarakat secara luas harus menjadi prioritas utama dalam melaksanakan tugas pokok sebagai pengurus NU. Demikian disampaikan Wakil Rais PCNU Sumenep KH Hafidzi Syarbini sebelum melantik pengurus MWCNU Saronggi masa khidmat 2015-2020, Sabtu (24/10) malam.
<>
“Kepentingan umum harus menjadi perhatian utama dari gerakan MWCNU,” kata Kiai Hafidzi.

Pelantikan dilaksanakan di halaman Kantor MWCNU Saronggi. Tampak seluruh pengurus NU, lembaga dan badan otonom sekecamatan Saronggi, dan Forpimka Saronggi.

Selain pelantikan pengurus MWCNU, pada malam yang cerah itu sekaligus juga dilakukan pelantikan pengurus ranting NU sekecamatan Saronggi masa khidmat 2015-2020.

Rangkaian seluruh kegiatan malam itu diakhiri dengan mauizhah hasanah yang disampaikan oleh KH Imam Hendriyadi. (Hidayat/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG