IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

220 Mobil Bak Terbuka, Angkut Pawai Ta’aruf dan Festival GP Ansor Salem

Senin 26 Oktober 2015 1:5 WIB
Bagikan:
220 Mobil Bak Terbuka, Angkut Pawai Ta’aruf dan Festival GP Ansor Salem

Brebes, NU Online
Lebih kurang 220 mobil bak terbuka mengangkut ribuan orang yang mengikuti pawai ta’aruf dalam rangka peringatan Tahun Baru Muharram dan Hari Santri tingkat kecamatan Salem kabupaten Brebes. Mereka berasal dari berbagai madrasah, jamiyah, dan MWCNU Salem serta badan otonomnya di 21 Desa, sekecamatan Salem, Sabtu (24/10).
<>
Pawai dilepas Bupati Brebes Hj Idza Priyanti di depan lapangan kecamatan Salem dengan mengibaskan bendera star. Hj Idza mengajak warga Salem untuk terus bergerak, berhijrah membangun Salem. Berhijrah bukan berarti meninggalkan Salem, tetapi melakukan trobosan-trobosan peningkatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun keimanan.

“Mari masyarakat Salem, kita bersama-sama membangun Salem baik jasmani maupun rohaninya untuk Brebes lebih maju,” ajaknya.

Rombongan pawai dilepas dari lapangan kecamatan Salem, mengitari desa Bentar, Pasir Panjang, Pabuaran dan kembali ke lapangan Salem lebih kurang 10 kilometer.

Ketua panitia Ujang Nurhasan menjelaskan, selain pawai ta’aruf GP Ansor Salem juga menggelar lomba qosidah, hadrah, sholawat, kaligrafi dan artikel Islam serta tabligh akbar Ansor Bersholawat. “Salah seorang pengasuh Buntet Pesantren Kang Muhammad Faris El-Haq Fuad Hasyim menjadi pembicara pada Ansor bersholawat,” terang Ujang.

Penyelenggara juga memberikan santunan untuk 70 yatim piatu. Pemberian santunan meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 50 anak.

Adapun sebagai juara dari berbagai lomba sebagai berikut: Lomba artikel Islami tingkat SMP/MTs juara 1 diraih Hanipah Al-Faniah dari MTs Al-Azhar Salem, juara 2 Cicih Widyaningsih (SMP Maarif Ciputih) dan juara 3 Gilang Aulia R (MTs Al-Azhar Salem). Lomba artikel tingkat SMA, juara 1 Puji Nurafifah (SMAN 1 Salem), juara 2 Deni Susanto (SMAN 1 Salem), juara 3 Ahmad Jazuli (SMK Al-Azhar).

Untuk lomba sholawat, Juara 1 Laskar Sawanggati (desa Bentarsari), juara 2 MTs Al-Hidayah (Tegal Gede), juara 3 Nok Warsah (Pasir Panjang). Sedang juara 1 lomba qosidah diraih Nurul Qolbi (Salem), juara 2 Annida (Pabuaran), juara 3 Sawanggati (Bentarsari).

Lomba kaligrafi putra, juara 1 Teguh Rizki M (MDTA Miftahul Furqon Pabuaran), juara 2 Dika Saputra (MDTA Nihayatul Huda Ciputih), juara 3 Adi Purnawa (MDTA Al-Falah Banjaran). Sedangkan kaligrafi putri juara 1 Dwi Mayang (MDTA Miftahul Furqon Pabuaran), juara 2 Iis Istiqomah (MDTA Syuhada Pasirpanjang) dan juara 3 Nabila Syapina (MDTA Darunajah Banjaran).

Para juara mendapatkan, piala, piagam, dan sejumlah uang pembinaan dari Pemkab Brebes. (Wasdiun/Alhafiz K)

Bagikan:
Senin 26 Oktober 2015 23:2 WIB
PMII Unusida Galang Dana Untuk Korban Asap
PMII Unusida Galang Dana Untuk Korban Asap

Sidoarjo, NU Online
Perjuangan sekitar 1,5 tahun pengurus komisariat PMII Lintang Songo Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) membuahkan hasil. Kepengurusan komisariat setempat dilantik oleh PC PMII Sidoarjo. Aksi solidaritas sosial dalam bentuk penggalangan dana untuk bencana asap yang digelar di alun-alun Sidoarjo, mengawali pelantikan, Ahad (25/10) pagi.
<>
"Perjuangan untuk mendeklarasikan komisariat sangat berat, karena syarat mendirikan komisariat PMII harus beranggotakan 25 orang. Semoga komisariat Lintang Songo Unusida semakin berkembang, para kadernya menjadi punggawa-punggawa kampus, menjadi generasi muda yang berdedikasi untuk Islam Aswaja dan bangsa Indonesia," kata Ketua PMII Sidoarjo Gigin Anggi Zuarinsa.

Gigin menjelaskan, sebelum komisariat PMII Lintang Songo Unusida dilantik, deklarasi itu diawali dengan mapaba yang digelar pada tanggal 23-25 Oktober di aula MWCNU Buduran Sidoarjo. Acara tersebut diikuti sedikitnya 31 peserta.

"Selama mapaba, para peserta mendapatkan materi seputar Islam Nusantara (ke-Aaswajaan) oleh Listyono Santoso, nilai dasar pergerakan oleh Nur Sayyid Santoso Kristeva, ke-PMIIan oleh Gigin Anggi Zuarinsa, teknik persidangan oleh Rosya Megawati dan Bahrul Ulum, sejarah negara bangsa Indonesia oleh Yunita Qurrotul Aini serta antropologi oleh Rosya Megawati," jelas Gigin.

Selanjutnya para peserta mengikuti RTK pada siang hari, terakhir deklarasi dan pelantikan komisariat PMII Lintang Songo Unusida dilaksanakan di aula Kantor Dinas Pendidikan Sidoarjo pukul 20.00 WIB. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Senin 26 Oktober 2015 21:0 WIB
Target Seribu Anggota Per Tahun, Ansor Lamongan Genjot Kaderisasi
Target Seribu Anggota Per Tahun, Ansor Lamongan Genjot Kaderisasi

Lamongan, NU Online
Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Lamongan menggenjot kaderisasi para anggota. Sejak 28 September sampai 25 Oktober organisasi pemuda NU tersebut melakukan tiga kali pengkaderan.
<>
Pengkaderan tersebut dimulai dari Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD), Pendidikan dan Pelatihan Dasar Barisan Ansor Serbaguna (Diklatsar Banser) yang diadakan di Pacet Mojokerto, kantor Majelis  Wakil Cabang NU Sambeng, hingga Bumi Perkemahan Ngulakan Solokuro Lamongan.

Di tiga kegiatan itu, peserta mencapai 195 orang: 40 peserta PKD di Pacet Mojokerto yang diikuti peserta dari Kecamatan Turi, 40 peserta PKD di Kantor MWCNU Sambeng yang diikuti peserta dari Kecamatan Sukorame, dan 115 Diklatsar Banser yang diikuti peserta dari Kecamatan Laren, Maduran, dan Sekaran.

Menurut Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lamongan Muhammad Masyhur, pengkaderan ini dimaksudkan untuk semakin memperbanyak kader-kader muda potensial yang mau turut berjuang di Ansor, di Nahdlatul Ulama.

“Harapan kami, tiap bulan harus ada PKD atau Diklatsar Banser sehingga target peserta 1000 anggota baru per tahun bisa terpenuhi. Sehingga Ansor dan NU ke depan tidak menjadi organisasi yang tak berpenghuni. Ke depannya Ansor dan NU akan semakin punya banyak kader, yang tentunya potensial dalam berjuang di Ansor dan Nahdlatul Ulama,” harapnya.  

Menurutnya, Ansor adalah organisasi pemuda NU yang pondasinya adalah pengkaderan, bukan pemfiguran. Kami akan terus memperkokoh Ansor dan istiqomah dalam melakukan pengkaderan.

Terkait banyaknya kelompok yang terus merongrong keutuhan NKRI dan upaya mensiarkan virus negara Islam di Indonesia, penambahan jumlah kader muda menjadi sangat signifikan. Sehingga Ansor dan Banser harapannya akan terus menjadi garda depan penjaga kedaulatan NKRI, dan juga benteng ulama.

“Banyak kelompok yang terus merongrong keutuhan NKRI dan menyebarkan faham khilafah,  Ansor dan Banser harus selalu menjadi garda terdepan melawan itu. Yang namanya garda terdepan ya harus selalu tampak garang di depan mereka. Kita punya pasukan, bukan sekedar klaim saja seperti kebanyakan orang sering melakukannya,” tegasnya.

Ketua Pimpinan Anak Cabang GP. Ansor Kecamatan Sekaran, Khafidh Ihyauddin,  turut memberikan komentar. Menurutnya, Ansor adalah organisasi kepemudaan yang dihuni oleh kaum muda NU. Karena itu, semangat pemuda itu harus terus ditampakkan.

“Kita adalah Ansor, generasi pemuda Nahdlatul Ulama. Sebagai generasi calon pemimpin NU di hari depan, tentunya harus sadar dengan jiwa dan raga mudanya.  Tetap mengabdi, menjadi benteng ulama, dan berbakti pada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” urainya. (Amin Wahyudin/Abdullah Alawi)

Senin 26 Oktober 2015 20:2 WIB
Lewat Bahtsul Masail, PCNU Jepara Haramkan Pembakaran Hutan
Lewat Bahtsul Masail, PCNU Jepara Haramkan Pembakaran Hutan

Jakarta, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara mengangkat wacana pembakaran hutan dalam forum bahtsul masail pra konferensi cabang ke-31 di Pringgitan Pendopo kabupaten Jepara, Ahad (25/10). Forum yang diikuti para kiai dari 14 MWCNU sekabupaten Jepara akhirnya memutuskan bahwa aktivitas pembakaran lahan diharamkan.
<>
Dalam pembahasan pembakaran hutan yang dipimpin Ketua LBMNU Jepara Kiai M NasrullahHuda, forum memperbincangkan hukum land clearing (membuka lahan) dengan cara membakar hutan. Pembahasan ini diperkaya dengan salah seorang narasumber dari Dinas Kesehatan Jepara Hadi Sarwoko.

Dari diskusi yang mendalam, para ulama dan kiai merumuskan bahwa hukum membuka lahan dengan cara membakar hutan seperti yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia terutama  di Sumatera dan Kalimantan adalah haram. Pasalnya, dampaknya sangat nyata dan menimbulkan kerusakan.

“Maka dengan merujuk pada kitab-kitab fiqih diputuskan hukumnya adalah haram dan tidak diperbolehkan menurut hukum agama,” terang Kiai Nasrullah yang juga Sekretaris LBMNU Jawa Tengah.

Sebagai tuan rumah, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dalam sambutan menyatakan mendukung kegiatan bahtsul masa’il yang mengambil tema “Memberi solusi untuk umat”. Pihaknya sangat menghormati peran serta para ulama dan kiai dalam memberikan jawaban hukum atas permasalahan yang dihadapi masyarakat.

“Kami juga membutuhkan sumbang saran dan bantuan para ulama dan kiai dalam mendukung program-program yang dilakukan pemerintah guna tercapainya kesejahteraan rakyat, khususnya di Jepara,” sambung Marzuqi.

KH Noor Rohman Fauzan mewakili Rais Syuriyah PCNU mengharapkan kerja sama dengan pemerintah bisa terjalin dengan baik.

“Ke depan, saya rasa akan lebih baik lagi jika dalam mengambil kebijakan di daerah, pemerintah mendengarkan kajian hukum agama dari para kiai sebagai proses konsultasi publik,” tutur Kiai Noor Rohman. (Red Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG