IMG-LOGO
Internasional

Semarak Hari Santri di Hadramaut Yaman


Senin 26 Oktober 2015 13:40 WIB
Bagikan:
Semarak Hari Santri di Hadramaut Yaman

Tarim, NU Online
Peresmian tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional disambut meriah umat Islam di Tanah Air di berbagai daerah, juga diperingati di Hadramaut, Yaman.  Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Yaman bersama sejumlah organisasi setempat menggelar diskusi dan drama teatrikal bertajuk “Resolusi Jihad”.
<>
Ragkaian acara bertema "Menggelorakan Kembali Semangat Resolusi Jihad dan Patriotisme Santri untuk Negeri" ini diawali dengan menggelar Indonesia Santri Club (ISC) pada Rabu (21/10) di Auditorium Universitas Al-Ahgaff.

Diskusi tersebut dihadiri sejumlah pelajar yang mengenyam pendidikan di Kota Tarim, antara lain Universitas Al-Ahgaff, Perguruan Darul Musthafa dan Ribat Tarim. Forum yang dikemas secara santai  ini mendiskusikan permasalahan seputar Resolusi Jihad serta menguak peran penting para ulama dengan santri-santrinya dalam mempertahankan kemerdekaan NKRI.

Di malam puncak, Kamis (22/10), kemeriahan acara diisi dengan penampilan drama teatrikal “Resolusi Jihad” yang dimainkan sekitar 25 aktor yang meceritakan kembali peran ulama dan santri dalam memeperebutkan NKRI. Pesan cerita diinspirasi dari seruan perang suci Hadratussyaikh Muhammad Hasyim Asy'ari dalam menumpas kaum penjajah.

Drama treatikal berdurasi 1,5 jam ini berhasil menghipnotis para penonton yang hadir di malam itu. Bukan hanya pelajar Indonesia, acara ini juga dihadiri pelajar-pelajar luar Indonesia, seperti Thailand, Malaysia, Tanzania, Somalia, serta pelajar Yaman.

Aksi-aksi yang diperagakan disambut sorakan serta tepukan tangan penonton pun membuat suasana semakin meriah hingga jam menunjukkan pukul 23:00 KSA. Di luar itu, acara juga diramaikan dengan bazar masakan ala santri dengan menu khas Nusantara.

Ketua PCI NU Yaman Thohirin Shodiq menyayangkan masih banyak pelajar yang belum mengetahui sejarah kiprah ulama dan santri pada era revolusi. "Resolusi Jihad beserta para ulama yang turut berkecimpung dalam peristiwa ini, misalnya kiai Abbas Buntet yang membentuk Laskar Santri telah dilupakan oleh sejarah sehingga pelajar tak mengetahuinya," katanya.

Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama PCINU Yaman, PPI, AMI Al-Ahgaff, FLP dan didukung oleh sekitar 8 organisasi daerah. (Aidil/Abda/Mahbib)

 

Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG