IMG-LOGO
Daerah

Pelajar NU Kudus Asah Kemampuan Menulis Lewat Workshop Jurnalistik

Selasa 27 Oktober 2015 18:1 WIB
Bagikan:
Pelajar NU Kudus Asah Kemampuan Menulis Lewat Workshop Jurnalistik

Kudus, NU Online
Lembaga Jarkominfo Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Pimpinan Cabang Kabupaten Kudus mengadakan Workshop Jurnalistik yang bertempat di Pondok Pesantren Tanwirul Qulub, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus pada 23-25 Oktober 2015 kemarin.<>

Workshop Jurnalistik yang diadakan atas kerjasama antara Majalah Pilar dan Buletin Adz-Dzaka’ Forum Komunikasi Antar Komisariat (Forkapik) se-Kabupaten Kudus mengundang banyak antusias dari anggota PR/PK/PAC se-Kabupaten Kudus. Sebanyak 37 peserta yang mengikuti Workshop Jurnalistik mulai dari awal pembukaan sampai akhir acara. Di samping itu launching Website Resmi PC IPNU-IPPNU Kabupaten Kudus yang di resmikan oleh Ketua PC IPNU Kabupaten Kudus, Joni Prabowo.

Berbagai materi yang di sampaikan dalam Workshop Jurnalistik diantaranya Teknik Pembuatan Berita, Sastra, Opini, Features, dan lain sebagainya. Tidak hanya materi, namun peserta dilatih untuk terjun langsung untuk mencari berita di Masjid At Taqwa (Masjid Wali) Loram Wetan, Bandeng Presto Pak Kumis, Pabrik Jenang Barokah 55 Kudus.

Beragam media masa yang menjadi garapan dari alumni Workshop Jurnalistik yakni menjadi redaksi dari Majalah Pilar, Website, Fanspage PC IPNU IPPNU Kudus, dan Buletin Adz-Dzaka’ Forkapik Kabupaten Kudus.

Ketua Panitia Workshop Jurnalistik Abu Yazid Al Bustomi mengatakan, dari kegiatan ini diharapkan para kader bisa bersinergi memajukan Jurnalistik di kalangan Pelajar NU di Kabupaten Kudus.

“Sehingga Junalistik di kalangan Pelajar NU Kabupaten Kudus bisa lebih maju daripada sebelumnya,” tuturnya. (Dedi Hermanto/Fathoni)

Bagikan:
Selasa 27 Oktober 2015 21:1 WIB
Madrasah Model Brebes Kumpulkan Dana Korban Kabut Asap
Madrasah Model Brebes Kumpulkan Dana Korban Kabut Asap

Brebes, NU Online
Keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Brebes mengumpulkan jariyah untuk korban kabut asap. Dari aksi tersebut terkumpul Rp 7,5 juta. Dana tersebut langsung disalurkan lewat bank untuk diteruskan ke pemerintah Sumatera dan Kalimantan.
<>
“Alhamdulillah, keluarga besar MTs N Model Brebes bisa mendonasikan bantuan Rp 7,5 juta untuk para korban asap di Sumatera dan Kalimantan,” terang Kepala MTs N Model Brebes H Moh Muntoyo di sela pengajian peringatan Tahun Baru 1437 Hijriyah di halaman madrasah tersebut, Sabtu (24/10) lalu.

Selain pengumpulan donasi, lanjutnya, peringatan juga dimeriahkan dengan pawai ta’aruf dan perlombaan, antara lain lomba adzan, tartil Qur’an, tilawatil Qur’an, tahfidzul Qur’an, pidato dan shalawat Nabi. Juga pemberian santunan kepada 90 anak yatim piatu bagi warga di sekitar MTs N Model Brebes.

Taushiyah disampaikan Wakil Rais PBNU KH  M Mustofa Aqil Siroj. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan para siswa untuk selalu hormat kepada orang tua, guru, dan ulama. Ia memacu para siswa untuk mencontoh ahlak Nabi, juga akhlak para alim ulama.

“Para  kiai telah jelas memiliki peran yang tidak sedikit pada perjuangan mempertahankan bumi pertiwi dan juga mengisi pembangunan hingga saat ini. Maka pantaslah para siswa untuk mencontoh sifat dan sikap para ulama yang telah tulus ikhlas mendarmabaktikan kehidupannya tidak hanya untuk keluarganya sendiri, tapi yang lebih utama untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” paparnya.

Termasuk ditetapkannya hari santri, tiada lain karena peran nyata para santri dan ulama sebagai embrio peristiwa 10 November. Peran Kiai terhadap masyarakat telah membawa kedamaian, kesuksesan dunia akhirat. “Idolakan Nabi dan ulama sebagai contoh teladan dalam kehidupanmu,” ajak kiai asal Cirebon tersebut.

Sementara Wakil Bupati Brebes Narjo SH memotivasi kepada siswa untuk terus giat belajar. Tidak ada alasan para siswa tidak sekolah hanya karena kekurangan biaya. “Insya Allah, Gusti Allah akan menolong siapa yang berniat untuk mencari ilmu,” tutur Narjo.

Hijrah perlu dilakukan para siswa dari sikap kemalasan, dengan jalan rajin belajar, patuh pada kedua orang tua dan guru. “Tapi jangan lupa, harus terus melakukan ibadah sepanjang masa,” ajaknya. (wasdiun/abdullah alawi)

Selasa 27 Oktober 2015 19:0 WIB
GP Ansor: Pilih Pemimpin Tegas Lawan Korupsi dan Kebodohan
GP Ansor: Pilih Pemimpin Tegas Lawan Korupsi dan Kebodohan

Waykanan, NU Online
Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia, sekitar 852 pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati serta walikota dan wakil walikota mendaftar ikut Pilkada serentak pada Desember 2015.
<>
Gerakan Pemuda Ansor Waykanan di Lampung menilai, korupsi adalah salah satu permasalahan krusial bangsa harus dirampungkan melalui memilih pemimpin.

"Memilih pemimpin yang memiliki komitmen tinggi melawan korupsi dan kebodohan adalah langkah awal baik pada Pilkada serentak ini," ujar Ketua PAC GP Ansor Way Tuba Kabupaten Waykanan Agung Rahadi Hidayat di Blambangan Umpu, Selasa (27/10).

Ia menegaskan, fokus jihad bangsa Indonesia saat ini adalah korupsi yang sudah merusak struktur tatanan bangsa hingga kampung. "Artinya lingkungan kita rusak. Dan lingkungan rusak tidak layak untuk kehidupan berkualitas. Sedangkan kebodohan memperparah dampak rusaknya tatanan kehidupan," urainya.

Jenis korupsi harus dilawan, demikian Agung melanjutkan, adalah yang berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. "Bila pembangunan bangsa produknya tidak maksimal, maka masyarakat banyak merugi atau mengalami kerugian massal. Lalu apa yang terjadi jika sudah demikian?" ujarnya.

Ia lalu menambahkan, kebodohan bisa dikarenakan faktor pribadi maupun kurangnya akses informasi. Orang yang tidak tahu ilmu, kata dia melanjutkan, maka akan kesulitan memecahkan persoalan. "Jika kita mau mewujudkan kehidupan berkualitas maka perlu tahu ilmu cara mencapainya. Lalu melakukan sebab untuk berakibat yang dicapainya," papar Agung.

Menurutnya, cara melawan korupsi adalah mencari akar masalahnya, lalu mencari strategi menyelesaikanya, lalu melaksanakan aksinya. "Korupsi karena niat dan perbuatan pelaku yang didukung adanya celah atau kesempatan melakukannya dan lemahnya penegakan hukum yang dapat memberi efek jera. Ketiganya itu menjadikan korupsi subur di Indonesia saat ini," ujar dia lagi.

Gusdurian Waykanan itu melanjutkan, penguatan kapasitas sumber daya manusia adalah strategi. Namun diperlukan pula tindakan pencegahan dan penerapan hukum yang adil.

"Kita sebagai pribadi, anggota masyarakat dan kader organisasi mempunyai andil besar untuk mengurangi korupsi di lingkungan kita sendiri kita yang menyebabkan lingkungan kita membaik atau tidak. Seberapa besar andil, bagian dan upaya serta kepedulian kita, maka seberapa baik tingkat kualitas kehidupan kita dan sekitarnya. Kita bisa menguji eksistensi manusia  bermanfaat bagi manusia lainnya dan rahmatan lil'alamin dengan cara seperti itu," kata Agung.

Jika lingkungan sendiri baik baru akan bicara upaya melawan korupsi secara global. "Jika kita saat ini berada di daerah, maka mulainya dari memilih pemimpin yang komitmen melawan korupsi dan kebodohan," tegas Agung.

Hal tersebut, menurut Agung, karena pemimpin yang akan mengeluarkan kebijakan. Baik dan buruknya suatu kehidupan berbangsa dan bernegara mulainya dari sini. Kebijakan yang baik dan dilaksanakan dengan baik maka akan berakibat baik.

"Maka kita bisa menilai komitmen para calon kepala daerah kita saat ini. Lihatlah cara mereka menjadi peserta Pemilukada. Apakah menggunakan cara-cara baik sesuai aturan berlaku? Lihatlah fenomena curi start kampanye, politik uang, 'black campaign', memberi keterangan palsu, itu kan membodohi masyarakat bukan? Ini korelasi dengan bagaimana melawan korupsi dan kebodohan bukan? Mestinya ini tidak terjadi agar pendidikan politik masyarakat membaik. Berikutnya adalah tugas aparat hukum untuk menindak tegas pelaku korupsi dan kita patut mendukungnya agar hukum berkeadilan," demikian Agung Rahadi Hidayat menanggapi pesta demokrasi serentak. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)




Selasa 27 Oktober 2015 17:2 WIB
KHOTBAH ISTISQO
Atasi Kemarau Panjang dengan Taubat Nasuha dan Hindari Maksiat
Atasi Kemarau Panjang dengan Taubat Nasuha dan Hindari Maksiat

Brebes, NU Online
Kemaksiatan yang diperbuat oleh seseorang akan berdampak kepada orang lain. Ibarat banjir, maka yang lain ikut terseret ke dalamnya. Termasuk orang-orang yang tidak berdosa, anak-anak yang belum tahu apa-apa menerima juga imbasnya. Maka memohon ampun atau taubat adalah jalan terbaik yang harus dilakukan manusia agar tidak terjadi banjir bencana.<>

Demikian antara lain isi Khutbah Sholat Istisqo yang diungkapkan oleh Mustasyar PCNU Brebes yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Brebes KH Said Basalamah, pada sholat Istisqo di halaman SMP N 2 Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah, Selasa (27/10).

Bertaubat, lanjutnya, taubatan nasuha, harus kita lakukan terus menerus tanpa henti. Barangkali kekeringan dan kemarau panjang yang melanda bumi Indonesia merupakan ujian bahkan azab dari Allah SWT atas kelalaian kita. “Muhasabah, berserah diri kepada Allah SWT, memohon ampun, merupakan jalan terbaik yang harus kita lakukan,” ajak Kiai Said.

Kepala SMP N 2 Jatibarang Brebes Drs Idi Fitriyadi MM menjelaskan, sholat Istisqo diikuti 967 dan 53 guru serta 17 karyawan. Sebelum sholat, mereka melakukan istighotsah yang dipimpin KH Said Basalamah. 

Idi mengatakan, sholat istisqo dikandung maksud untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT agar diturunkan hujan. Termasuk untuk memberikan pembelajaran secara nyata tentang pertaubatan nasukha kepada Yang Maha Kuasa. “Ada campur tangan Allah SWT atas segala yang terjadi dimuka bumi ini. Daun yang jatuh ke bumi pun, atas kehendak-Nya,” kata Idi.

Sholat berlangsung di halaman sekolah mulai pukul 08.00 hingga pukul 09.00 WIB. Dibawah sengatan terik matahari, mereka dengan khusyu melaksanakan sholat dua rokaat, dengan khotib dan imam KH Said Basalamah. (Wasdiun/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG