IMG-LOGO
Nasional

Potensi Tinggi, Aktivis Muda NU Harus Lakukan Perbaikan


Rabu 28 Oktober 2015 11:00 WIB
Bagikan:
Potensi Tinggi, Aktivis Muda NU Harus Lakukan Perbaikan

Bandung, NU Online
Staf Khusus Kementerian Tenaga Kerja RI Dita Indah Sari menilai, saat ini kaum muda Nahdlatul Ulama harus banyak melakukan perbaikan dalam urusan organisasi. Sebab, menurutnya, perbaikan masyarakat melalui jalan organisasi sangat strategis, terlebih ketika berada di dalam lingkaran kekuasaan. Mantan aktivis buruh itu bisa menilai mutu sumber daya manusia dari pengalamannya beberapa tahun bekerja sama dengan kementerian tempatnya bekerja.
<>
"Problem sumber daya manusia dari para aktivis organisasi sosial harus banyak di-upgrade. Ini bukan masalah NU semata, tapi masalah umum. Tetapi saya sebagai orang yang dekat dengan keluarga besar NU merasa penting menyampaikan hal ini karena rasa cinta saya pada teman-teman di NU," katanya saat kunjungannya di Yayasan Pendidikan Islam Nahdlatul Ulama (Yapinu) Jalan Sancang Kota Bandung, Sabtu (24/10).

Dita yang selama ini dekat dengan para aktivis itu melihat kaum muda NU sangat potensial untuk maju. Menurutnya, mereka punya bekal moral yang baik, tetapi hal itu tidak mencukupi sebagai perbaikan kualitas sumber daya manusia.

"Berorganisasi dengan etos kerja, manajemen dan keseriusan terus belajar merupakan langkah yang harus ditempuh kaum muda NU. Hanya dengan cara itu teman-teman muda NU bisa lebih baik mengabdi kepada masyarakat. Jangan bekerja semata atas dasar kepentingan sempit. Jiwa kerakyatan atau keumatan harus terus dipupuk," sarannya.

Dalam pandangan Dita, aktivis-aktivis muda di NU, terutama di PMII harus memperbaiki model pembelajarannya.

"Kalau tadi Ketua PMII Kota Bandung (Ahmad Riyadi –Red) meminta waktu acara seminar atau diskusi untuk pembelajaran advokasi buruh misalnya, lebih baik dengan cara lain. Karena PMII Kota Bandung ini cukup potensial untuk maju, saya berikan kesempatan aktivis PMII Kota Bandung untuk magang. Nanti akan bisa belajar secara langsung di kantor saya. Tapi jangan banyak-banyak karena itu kantor penuh aktivitas. Nanti cari model dan di tempat lain," terangnya berbaik hati kepada para aktivis PMII.

Dita menambahkan, para aktivis muda terutama aktivis pergerakan mahasiswa harus punya cara pandang baru dalam melihat globalisasi, hubungan negara dengan rakyat. "Jangan malas membaca. Berorganisasi itu harus seimbang antara teori dan praktik," ucapnya. (Satar Sakri/Mahbib)

Bagikan:
IMG
IMG