IMG-LOGO
Nasional

Perpustakaan SMA NU 1 Gresik Terbaik di Indonesia

Ahad 1 November 2015 11:0 WIB
Bagikan:
Perpustakaan SMA NU 1 Gresik Terbaik di Indonesia

Gresik, NU Online
Perpustakaan SMA Nahdlatul Ulama 1 (SMANUSA) di Jalan Raden Santri V no. 22, Bedilan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, meraih juara sebagai perpustakaan terbaik nasional dari Perpustakaan Nasional Jakarta.
<>
Ketua Perpustakaan SMA NU 1 Gresik, Kris Aji mengatakan, sebelum meraih sebagai perpustakaan terbaik SMA Nasional, sekolah di bawah naungan PWNU Ma’arif NU tersebut menjadi juara tingkat Provinsi Jawa Timur.

Selanjutnya, pihaknya dikirim mewakili Jawa Timur pada untuk tingkat nasional, hingga akhirnya mengungguli 10 besar nominator perpusatakaan SMA yang dipilih dari 34 provinsi di Indonesia, dan meraih predikat terbaik dan menjadi juara.

"Piala dan piagam berupa sertifikat juara perpustakaan terbaik nasional tingkat SMA telah kami terima dari Kepala Perpustakaan Nasional Jakarta, Sri Sularsih M.Si di Gedung Smessco di Jakarta," kata Kris saat ditemui di Gresik, Jumat.

Piala itu dikirab pada Sabtu (31/10) pagi dari depan Kantor GNI Gresik Jalan Pahlawan menuju Pendopo Bupati Gresik, kemudian diterima Penjabat Bupati Gresik Akmal Boedianto, dan dibawa langsung ke SMA NU 1 Gresik.

"Kemenangan Perpustakaan SMA NU 1 Gresik melalui perjuangan panjang, dan berkat kerja sama semua pihak," katanya.

Kepala Sekolah SMA NU 1 Gresik HM Nasihudin mengakui pengelolaan perpustakaan yang ada di sekolahnya disesuaikan dengan selera anak muda. "Kami punya tim kreatif yang setiap saat selalu meng-update penataan buku-buku maupun interior ruangan, sehingga siswa termotifasi untuk datang ke perpustakaan dan pengunjung betah berlama-lama di perpustakaan," katanya.

Selain itu, jumlah buku yang mencapai ribuan, juga tertata sangat bagus, seperti berada di kafe dengan dilengkapi ruang presentasi, ruang pamer kerajinan tangan dan ruang penyimpanan karya tulis siswa dan guru.

Menanggapi raihan ini, Bupati Gresik Dr Akmal Boedianto mengaku banggaan atas prestasi yang diraih, sehingga bisa menjadi motivasi bagi yang lainnya. "Saya berharap SMA NU 1 bisa memotivasi sekolah yang lain di Gresik untuk membuat perpustakaan dengan standar juara seperti SMA NU I Gresik," ujarnya.

Piala dan piagam berupa sertifikat juara perpustakaan terbaik nasional tingkat SMA telah diterima dari Kepala Perpustakaan Nasional Jakarta, Sri Sularsih M.Si di Gedung Smessco di Jakarta. (Red: Mahbib)


Tags:

Bagikan:
Ahad 1 November 2015 14:0 WIB
Kiswah Aswaja NU Center Jatim Angkat Khashaish Nahdliyah
Kiswah Aswaja NU Center Jatim Angkat Khashaish Nahdliyah

Surabaya, NU Online
Pengurus Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur melalui devisi Kajian Ahlussunnah wal Jama'ah (Kiswah) kembali mengadakan kajian Aswaja setiap hari Sabtu di ruang Kertoraharjo Gedung PWNU Jatim, Surabaya. Kiswah untuk semester keempat ini sudah berjalan yang kedua kalinya.<>

"Kiswah yang kedua membahas soal Khashaish (kriteria khas) Nahdlatul Ulama, dan setiap minggunya selalu berganti tema dan narasumber," jelas Muntaha, Ketua Devisi Kiswah Aswaja NU Center, Sabtu (31/10).

Tema tentang Khashaish NU ini, merupakan lanjutan dari keputusan Muktamar ke-33 NU di Jombang kemarin. "Saya kebetulan terlibat dalam pembahasan soal Khashaish di komisi Maudluiyah," lanjut moderator di depan para penggiat Aswaja itu.

Muntaha melanjutkan, Kiswah dibahas langsung oleh ahlinya, yakni Ketua Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jatim, KH Ahmad Asyhar Shofwan.

Kiai Asyhar mengatakan, kata Khashaish NU muncul jauh sebelum Muktamar. Pada masa Rasulullah tidak ada istilah ini dan itu, baru pada tahun ke-32 hijriah muncul istilah Sunni dan Bid'i, dari sinilah kemudian banyak paham-paham yang menyamai Ahlussunnah wal Jama'ah. Sehingga PBNU perlu membahas Khashaish ini pada Muktamar ke-33 NU di Jombang.

"Khashaish ini sebenarnya sama, hanya saja memangari saja dari paham-paham yang menyerupai Aswaja," jelas Kiai Asyhar mengawali pembicaraannya.

Dalam materi yang disampaikan oleh pengasuh rubrik bahtsul masail Majalah NU Aula ini dijelaskan bahwa Khashaish An-Nahdliyin itu tawassuth, ta'adul, dan tawazun, kemudian disatukan menjadi wasathiyah. Hal itu sudah ada dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 143.

Muntaha juga mengatakan, tujuan mengangkat tema ini bukan membahas keputusan yang sudah diputuskan di Muktamar. "Kami hanya ingin menegaskan kalau Khashaish perlu disampaikan kepada para Ashabi yang lainnya, semoga dengan Kiswah ini para pegiat Aswaja memahami apa arti dari Khashaish itu," pungkas Pengurus LBM Jatim itu. (Rof Maulana/Mahbib)

Ahad 1 November 2015 13:0 WIB
Konferwil IPNU-IPPNU Sulsel Dihelat 7 November
Konferwil IPNU-IPPNU Sulsel Dihelat 7 November

Makassar, NU Online
Konferensi Wilayah (Konferwil) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) XIII dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) XII Sulawesi Selatan bakal digelar pada 7-8 November 2015 di Gedung Auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar (UIM) Jalan Perintis Kemerdekaan KM. 9 No. 29, Makassar, Sulsel.
<>
Konferwil tersebut akan diikuti Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU dari 24 kabupaten/kota dan dihadiri oleh Ketua Umum IPNU Rekan Khairul Anam Harisah. Menurut Syahrul selaku ketua panitia, sekitar 250 rekan-rekanita IPNU-IPPNU akan berkumpul mewakili seluruh kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Selatan.

Salah satu agenda Konferwil adalah pemilihan ketua IPNU dan IPPNU yang baru dan membahas isu-isu strategis yang menjadi fokus perjuangan pelajar NU di Sulsel.

Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Sulsel Muh Ramli mengungkapkan, Konferwil merupakan forum permusyawaratan tertinggi IPNU-IPPNU di Sulsel yang dilaksanakan tiga tahun sekali.

"Agenda utama dalam konferwil adalah merumuskan program dan rekomendasi organisasi tiga tahun mendatang dan pemilihan Ketua dan Pengurus Wilayah IPNU-IPPNU yang baru masa bakti 2015-2018," katanya Sabtu (31/10) di Kantor IPNU Sulsel.

Beberapa kader yang akan mencalonkan diri sebagai ketua IPNU di antaranya Syahrul yang saat ini menjadi Wakil Ketua IPNU Makassar, Andy Muhammad Idris (Wakil Ketua IPNU Sulsel), Asrijal (mantan Ketua IPNU Makassar), dan Sudirman (Bendahara IPNU Sulsel). Untuk calon ketua IPPNU, antara lain Salma (Sekretaris IPPNU Sulsel), Chaerana (mantan Ketua IPPNU Makassar), Susilawati (pengurus IPPNU Pare-pare), dan Azizah Dahlan (Ketua IPPNU Makassar). (Red: Mahbib)

Ahad 1 November 2015 10:0 WIB
PBNU: Ma'arif Harus Perkuat Madrasah dan Sekolah Unggulan
PBNU: Ma'arif Harus Perkuat Madrasah dan Sekolah Unggulan

Semarang, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta Lembaga Pendidikan Ma'arif NU terus melakukan konsolidasi dalam rangka mengembangkan madrasah dan sekolah menjadi lebih baik dan bermutu. Dengan demikian, Ma'arif NU  akan mampu mendorong anak didik menjadi pribadi berkarakter.
<>
Ketua PBNU H Hanief Saha Ghofur menyampaikan hal itu dalam acara pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Satuan Komunitas (Sako) Pramuka dan Raker Pimpinan Pusat LP Ma'arif NU di Pondok Pesantren al-Ittihad Poncol, Kecamatan Beringin, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (31/10).

Hanief mengatakan, tugas LP Ma'arif NU adalah mengembangkan madrasah dan sekolah supaya menjadi pilar pendidikan NU yang paling kuat. Ke depan, imbuhnya, lembaga pendidikan NU harus lebih kuat dan lebih baik

"PBNU telah merencanakan dan mendesain road map madrasah unggulan dan bermutu seperti amanat Muktamar NU di Jombang kemarin. Namun, semua ini keberhasilannya bergantung pada Ma'arif, bagaimana supaya kelembagaan, madrasah dan sekolah NU menjadi kuat," tandasnya.

Di depan ratusan peserta dan tamu undangan, Hanief mengutarakan, untuk memperkuat madrasah harus dilakukan upaya peningkatan mutu, penguatan kelembagaan, sumber daya manusia, dan daya dukung kapasitas pendidikan.
 
"Menjadi madrasah bermutu harus didukung sistem dan manajemen yang baik dan tertib serta siap berkompetisi atau bersaing dengan yang lain," ujarnya.
 
Ia menambahkan, PBNU akan terus mengawal dengan meningkatkan mutu warganya melalui pendidikan. Karena salah satu indikator keberhasilan program PBNU adalah tercapaianya peningkatan mutu madrasah/sekolah ungulan baik yang bertaraf nasional maupun internasional.

"Kita patut berbangga, orang lain orang lain mengakui madrasah-sekolah kita bermutu. Dan,  itulah puncak dari seluruh keberhasilan pendidikan NU," tandas Hanief.

Kegiatan PP LP Ma'arif yang berlangsung selama dua hari Sabtu-Ahad (31/10-1/11) ini memiliki dua agenda yakni Rapat kerja lembaga Maarif dan Rakernas Satuan Komunitas Pramuka Ma'arif. Hadir dalam pembukaan, Rais PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, Ketua PP LP Ma'arif HZ Arifin Junaidi, dan peserta rakernas Sako Pramuka serta ratusan tamu undangan lainnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG