IMG-LOGO
Daerah

Unipdu Miliki Pusat Studi Asean Spesialis Islam Rahmatan lil’Alamin


Selasa 3 November 2015 09:07 WIB
Bagikan:
Unipdu Miliki Pusat Studi Asean Spesialis Islam Rahmatan lil’Alamin

Jombang, NU Online
Kesiapan Universitas Pesantren Tinggu Darul Ulum (Unipdu) Peterongan, Jombang, Jawa Timur, menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) semakin matang. Kampus yang berada di salah satu pesantren legendaris, yakni Darul Ulum, ini menjadi satu-satunya yang memiliki pusat studi Asean.
<>
"Unipdu sangat serius dalam bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kerja Sama Asean dalam mengawal pusat studi ini," kata Rektor Unipdu Prof Dr KH Ahmad Zahro, Senin (2/11).
Ia menyampaikan kesiapan tersebut dalam rangkaian pembukaan Pusat Studi Asean kampus setempat sekaligus seminar menyongsong masyarakat Asean.

Mendampingi Direktur Jenderal Kerja Sama Asean, I Gusti Agung Wesaka Puja sebagai narasumber, guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut mengemukakan bahwa Unipdu memiliki sumber daya manusia yang memadai. Bahkan beberapa pendalaman bahasa asing demikian diperhatikan di kampus ini. "Bahasa asing yang ada di kampus ini antara lain Prancis, Inggris, Jepang, Mandarin, dan tentu saja bahasa Arab yang menjadi kajian setiap saat," ungkapnya.

Kepercayaan memilih Unipdu sebagai pusat studi Asean juga semakin tepat lantaran kampus ini memiliki pesantren corner yang memungkinkan berbagai kajian tentang kepesantrenan dibahas secara mendalam.
"Belum lagi ada sekitar 40 mahasiswa non muslim yang menempuh studi di kampus kami," katanya sembari promosi.

I Gusti Agung Wesaka Puja menjelaskan bahwa memilih Unipdu dengan berbagai pertimbangan. "Yang utama, pesantren telah memberikan sumbangsih besar sejak pra kemerdekaan hingga terjaganya Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI," ungkapnya.

Pertimbangan selanjutnya karena kajian Islam rahmatan lil'alamin adalah pertama dan satu-satunya di Indonesia. "Untuk di Jawa Timur, Unipdu merupakan kampus ketiga yang memiliki pusat studi Asean setelah Unair dan Universitas Wiraraja," kata Agung. Untuk Unair Surabaya, kajian yang diseriusi adalah masalah politik, sedangkan di Universitas Wiraraja Sumenep terkait ekonomi yakni usaha kecil dan menengah, lanjutnya.

Agung menyadari bahwa pesantren memiliki  potensi yang demikian luar biasa. "Pusat studi Asean yang ada di kampus ini sebagai penghargaan kepada para pendahulu yakni ulama yang menebarkan Islam damai di bumi Nusantara," tegasnya.

Dengan dibukanya studi kawasan Asean yang memiliki konsentrasi bagi Islam rahmatan lil'alamin ini diharapkan sejumlah keragaman budaya, agama, ras, suku dan antar golongan di tanah air dapat disatukan. "Kita berharap keanekaragaman yang ada di negeri ini, nantinya bisa benar-benar ika," terangnya.

Terkait banyaknya agama, sistem pemerintahan, ekonomi, maupun budaya di kawasan Asean dapat dipelajari dengan baik di kampus ini. "Konsentrasi Islam rahmatan lil'alamin di kampus ini diharapkan memberikan sumbangsih besar bagi tersebarnya ajaran agama yang memberikan kedamaian, menghargai perbedaan, ramah, serta mandiri," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG