IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Sebutan Haji itu Pengingat, Bukan Gelar Kebanggaan


Kamis 5 November 2015 09:00 WIB
Bagikan:
Sebutan Haji itu Pengingat, Bukan Gelar Kebanggaan

Brebes, NU Online
Sepulang menunaikan ibadah haji seseorang mestinya mendapatkan lebih dari sekadar panggilan “Pak Haji” atau Bu Hajjah. Yang lebih utama, proses perjalanan tersebut harus menjadi madrasah atau pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari sepulang dari Tanah Suci.
<>
Hal tersebut disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikmah 1 Benda, Sirampog Brebes KH Labib Sodik Suhemi saat mengisi Silaturahmi Jamaah Haji Kabupaten Brebes, di Pendopo Bupati Brebes, Rabu (4/11).

Menurutnya, keindahan yang sudah terbangun di Mekah maupun Madinah dalam menjalankan aktivitas beribadah, hendaknya bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga kemabruran haji.

“Ketika kita beribadah di Tanah Suci, kita saling tolong-menolong, saling memberi bahkan barang bukan miliknya tidak berani untuk mengambilnya,” ungkap Kiai Labib.

Gelar haji yang diletakan di depan muka nama, sambungnya, sebetulnya adalah pengingat bahwa sang penyandang gelar seorang haji, sehingga bisa mengerem melakukan perbuatan maksiat. “Waduh, aku sudah haji. Masa mau mencuri? Aku sudah haji masa mau korupsi? Demikian mengiang terus dalam kondisi apapun dan di manapun selalu dikoreksi perbuatan yang menyimpang,” kata Kiai Labib.

Menyandang gelar Haji atau Hajjah bukan bermaksud untuk membanggakan diri, tetapi bisa menjadi pengendali dari segala macam perbuatan maksiat di muka bumi. Dan ibadah haji juga merupakan suatu mukjizat bagi rakyat Indonesia, karena amat sangat sulit dalam meraihnya dan itu semua karena kehendak Allah SWT dan di luar batas kemampuan manusia itu sendiri. “Jagalah gelar haji dalam artian yang luas, bila ingin menjadi haji yang mabrur dan mabrurah,” pungkasnya.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dalam kesempatan tersebut meminta kepada jamaah haji Kabupaten Brebes yang belum genap 40 hari pulang dari Tanah Suci, untuk mendoakan Kabupaten Brebes. Sehingga Brebes tetap dalam keadaan kondusif, tentram, damai dan maju. Idza yakin, lewat doa para jamaah haji doanya bisa terkabulkan apalagi belum genap 40 hari. “Termasuk belum meratanya curah hujan di Brebes. Saya minta kepada para jamaah haji agar mendoakan pula supaya Brebes diguyur hujan yang membawa rahmat dan nikmat,” pintanya.

Acara silaturahmi digelar untuk menyatukan kembali semangat kebersamaan dengan seluruh jamaah haji tahun 2014. Dan kepada seluruh jamaah untuk bergabung dalam Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Brebes guna melestarikan nilai-nilai kemabruran haji.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kab Brebes H Syauqi Wijaya menjelaskan, merasa berterima kasih kepada Pemkab Brebes karena telah memberikan bantuan biaya tanggungan calon jamaah haji Brebes di luar komponen biaya penyelenggaraan ibadah haji. Bantuan tersebut sangat membantu meringankan para jamaah dalam menunaikan perjalanan haji.

Jamaah haji Kabupaten Brebes tahun 2015, lanjutnya, berjumlah 983 orang. Secara umum jamaah haji Kabupaten Brebes tidak mengalami kendala yang berarti dan terhindar dari musibah mina dan crane. Makanya patut bersyukur dank arena telah terjalin kerja sama yang apik seluruh pihak termasuk kepatuhan para jamaah.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua IPHI Kab Brebes H Athoillah SE MSi, Imam Besar Masjid Agung Brebes KH Rosyidi, Para Kepala SKPD, dan undangan lainnya. (Wasdiun/Mahbib)

Bagikan:
IMG
IMG