IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

Lolos Seleksi, Dosen Unusida Jadi Pemakalah Internasional


Ahad 8 November 2015 09:00 WIB
Bagikan:
Lolos Seleksi, Dosen Unusida Jadi Pemakalah Internasional

Sidoarjo, NU Online
Belum lama ini, Univesitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) membuka bursa calon dosen. Hal itu dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas mahasiswanya. Maka pihak Unusida harus menyiapkan dosen-dosen yang sesuai dengan tuntutan dan kriteria. Bukan hanya mampu memaparkan hasil tesisnya, akan tetapi berkomitmen terhadap kemajuan Unusida terutama kepada NU.
<>
Tak ayal, banyak lulusan perguruan tinggi yang ikut meramaikan bursa pencalonan dosen tersebut, dan didominasi oleh lulusan perguruan tinggi negeri. Dalam melakukan penyeleksian, pihak kampus melakukannya dengan ketat, tujuannya supaya dosen yang baru itu mampu meningkatkan mutu dan kualitas bagi mahasiswa maupun dosen yang ada di Unusida.

Setelah dilakukan penyeleksian, akhirnya pihak Unusida mengumumkan dan menyerahkan Surat Keputusan Rektor kepada 18 orang dosen baru dari semua jurusan. Salah satu orang yang diterima menjadi dosen Unusida, Muchammad Tamyiz (26), alumni S2 Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Dia mengaku sangat kaget dan bersyukur karena diterima sebagai dosen Unusida. "Alhamdulillah, saya bersyukur bisa diterima di Unusida. Sebelumnya saya tidak menyangka jika diterima di sini, karena waktu saya mendaftar itu paling terakhir sendiri," ucap Tamyiz, Sabtu (7/11).

Pengumuman dan penyerahan Surat Keputusan Rektor kepada 18 dosen baru dari semua jurusan itu dikemas dalam acara sosialisasi program Cloud System kepada semua jajaran kelembagaan tanpa terkecuali pada 19 Agustus 2015 lalu. Pogram Cloud System sendiri, telah diluncurkan di kantor PBNU oleh PB LPTNU setahun yang lalu. Cloud System merupakan jaringan yang rencananya dapat menyatukan seluruh Universitas NU dibawa naungan PB LPTNU.

Program Cloud System mempunyai konten yang bisa diakses secara online, cepat, dan jaringannya luas. Bukan hanya mahasiswa dan dosen saja yang bisa memanfaatkan program itu, melainkan masyarakat umum dapat mengamati perkembangan kampus NU di berbagai daerah di Indonesia.

Paparkan Penyaringan Air Menggunakan Pasir

Setelah diterima dan ditetapkan menjadi dosen Unusida, perwakilan dosen Unusida yang diwakili Muchammad Tamyiz dan Laili Noer Hamidah dosen teknik lingkungan mengikuti seleksi seminar internasional. Sebanyak 171 makalah yang dipresentasikan dari beberapa universitas terkemuka dari beberapa negara di antaranya Indonesia, Malaysia, Australia, Jepang, dan Iraq mengikuti seleksi seminar internasional yang berlangsung di Universitas Airlangga Surabaya pada 16-17 Oktober 2015 lalu. Unusida yang diwakili Muchammad Tamyiz dan Laili Noer Hamidah dosen teknik lingkungan akhirnya lolos seleksi.

Tamyiz menuturkan, setelah diumumkan bahwa makalah yang dibuatnya itu lolos sebagai pemateri, tak sedikit pertanyaan yang bermunculan dari audiens mengenai bakteri yang ia singgung di makalah. Banyak pertanyaan yang muncul sehingga yang lain pun ingin memperbincangkan lebih lanjut. Bahkan dia bisa berbagi dengan banyak peneliti dari berbagai perguruan tinggi.

Tamyiz mengaku, dengan adanya konferensi tersebut dapat memberikan pengalaman bagi dirinya serta memberikan dampak tersendiri bagi Unusida. Meskipun kampus milik NU ini terbilang baru, namun tidak menyurutkan semangat berprestasi dan bersaing dengan kampus-kampus lain.

"Alhamdulillah, makalah saya lolos seleksi seminar internasional. Padahal sebelumnya saya tidak menyangka jika makalah yang saya buat ini bisa lolos dan akhirnya saya menjadi pemakalah di acara tersebut," kata Muchammad Tamyiz.

Unusida yang diwakili Muchammad Tamyiz dengan mempresentasikan makalah tentang penyaringan air menggunakan pasir (water treatment using slow sand filter) itu lolos seleksi dan berkesempatan menjadi pemakalah di Fifth International Conference and Workshop on Basic and Applied Sciences.

Tamyiz menyatakan, slow sand filter sebenarnya bukan hal baru dan sudah banyak yang menggunakan, tetapi yang kita presentasikan di konfrensi tersebut yakni tentang bakteri yang muncul pada penyaring pasir jika digunakan selama beberapa waktu. “Yang kita presentasikan kemarin bukan slow sand filternya tetapi bakteri apa saja yang muncul di penyaring tersebut jika digunakan selama beberapa waktu," ujar Tamyiz.

Rektor Unusida Fatkhul Anam memberikan apresiasi kepada mereka yang telah meraih prestasinya. Meski Unusida terbilang kampus baru, namun tidak menjadi penghalang bagi dosen dan mahasiswanya untuk berprestasi.

"Saya bangga dan bersyukur karena ada dosen yang makalahnya lolos di seminar internasional di Unair Surabaya. Hal ini termasuk luar biasa karena Unusida satu-satunya perwakilan dari perguruan tinggi swasta yang lolos makalahnya. Bagi dosen yang belum berprestasi semoga segera menyusul di masing-masing kopetensi," kata Fatkhul Anam.

Dikabarkan sebelumnya bahwa Muchammad Tamyiz juga akan mendapatkan beasiswa S3 di luar negeri yakni di Al Imam Muhammad Ibn Saud Islamic University, menanggapi hal itu dirinya hanya bisa berdoa dan berharap agar beasiswa itu dapat terwujud. "Mudah-mudahan beasiswa itu bisa terealisasi dan bisa cepat berangkat untuk pengembangan Unusida ke depannya," harap Tamyiz. (Moh Kholidun/Mahbib)

Bagikan:
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Maulid Akbar dan Doa untuk Keselamatan Bangsa
Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
IMG
IMG