MI HIDAYATULLAH ATAMBUA

Menjadi Madrasah Favorit di Daerah Minoritas

Menjadi Madrasah Favorit di Daerah Minoritas

Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatullah, yang beralamat di Jalan RA Kartini, Kelurahan Bardao, Kecamatan Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu sekolah Islam favorit. Sempat terseok pada masa rintisan, kini MI Hidayatullah menjadi barometer pendidikan di Kabupaten Belu, bahkan untuk Provinsi NTT. Segudang prestasi diraih madrasah yang berdiri pada tanggal 14 Juni 2004 itu.
<>
Ragam prestasi yang pernah ditorehkan MI Hidayatullah di antaranya Juara I Tingkat Provinsi NTT untuk Lomba Sekolah Sehat tahun 2011. Juara I Cerdas Cermat Dokter Kecil Tingkat Kabupaten Belu tahun 2013, Lomba Menggambar Dokter Kecil Tingkat Kabupaten Belu di tahun yang sama, serta Juara Harapan III Tingkat Nasional untuk Lomba Keamanan Pangan Kantin Sekolah dari BPOM RI tahun 2014 lalu. Selain itu, banyak pula prestasi-prestasi lainnya yang diraih para peserta didik MI Hidayatullah Atambua.

Prestasi-prestasi tersebut tidaklah diraih dengan mudah, apalagi secara kelembagaan MI Hidayatullah tergolong sekolah yang belum lama berdiri. Dari sejarahnya, MI Hidayatullah dirintis berawal dari keprihatinan masyarakat di  Kelurahan Bardao terhadap anak-anak mereka yang hidup di tengah-tengah lingkungan yang tidak baik. Masyarakat setempat masih terbiasa dengan mabuk-mabukan dan berjudi.

Belum lagi hak anak untuk mendapat pendidikan agama sesuai agamanya, dalam hal ini Islam, belum terpenuhi dengan maksimal. Anak-anak muslim kala itu banyak menimba ilmu di SD yang mayoritas pendidik dan peserta didiknya beragama Katolik. Maklum, Katolik menjadi agama mayoritas di NTT.

Berangkat dari Nol

Karena itu, para tokoh muslim setempat saat itu mengawali mendirikan lembaga  pendidikan Islam tingkat Taman Kanak-kanak . Maka dirintislah sebuah TK yang dinamakan TK Islam Hidayatullah. Seiring berjalannya waktu, berkat manajemen dan koordinasi yang baik, TK Islam Hidayatullah menjadi salah satu TK favorit di Atambua pada saat itu.

Dalam perkembangannya, orang tua murid di sana bingung ketika hendak melanjutkan putra-putri mereka pascalulus dari TK Islam Hidayatullah. Sedangkan di Kabupaten Belu hanya ada satu madrasah ibtidaiyah, yaitu MI Al-Islamiyah. Salah satu opsinya mendirikan madrasah baru, MI Hidayatullah.

Pilihan pendirian MI Hidayatullah ternyata menimbulkan kekhawatiran sebagian masyarakat akan matinya perkembangan MI Al-Islamiyah yang sudah ada sebelumnya. Bahkan, saat itu Ketua Yayasan memutuskan untuk mengundurkan diri jika tetap keukeuh didirikan MI Hidayatullah. Yang lainnya memiliki pandangan bahwa yang cocok didirikan adalah SD Islam dengan alasan bahwa selain yang beragama Islam dapat mengenyam pendidikan di Hidayatullah.

Namun keinginan yang kuat dari masyarakat untuk mendirikan madrasah saat itu tidaklah terbendung. Apalagi berdasarkan pengalaman mendirikan TK Islam Hidayatullah Atambua pada saat itu, TK Islam Hidayatullah tidak mendapat perhatian dari pemerintahan setempat  dan Dinas Pendidikan Kabupaten Belu dan sangat sulit sekali medapatkan tunjangan insentif dari Dinas Pendidikan untuk guru-guru honor TK Islam Hidayatullah.

Akhirnya, diputuskan untuk mendirikan madrasah, bukan SD, dengan pertimbangan Kementerian Agama Kabupaten Belu hanya membawahi dua Madrasah saja yaitu MI Al-Islamiyah dan MTs Mutmainnah sehingga perhatian dan dukungan akan banyak diberikan bagi perkembangan madrasah yang akan didirikan. Bertepatan pada tanggal 14 Juni 2004, MI Hidayatullah berdiri, dengan dukungan banyak pihak.  

Pasca didirikan, tantangan baru pun dimulai, mulai dari segi minimnya siswa dan juga minimnya tenaga pendidik yang berkompeten. Kompetensi guru masih rendah karena belum memiliki kemampuan mengajar yang baik dan Yayasan merekrut 6 guru honor berpendidikan SMA sedangkan 8 lainnya Sarjana juga belum memiliki pengalaman mengajar, kebanyak baru tamat sarjana. Kegiatan proses belajar mengajar di pagi hari dan belum memiliki prestasi baik ditingkat kecamatan maupun kabupaten.

Maju dengan Inovasi

Kebangkitan MI Hidayatullah dimulai sejak 2007, saat itu pucuk pimpinan madrasah dipegang oleh seorang Kepala Sekolah (Kepsek) bernama Vera Kartina. Perempuan yang hingga saat ini masih menjabat sebagai Kepala Sekolah MI Hidayatullah itu melakukan berbagai inovasi untuk memajukan sekolah yang dipimpinnya.

Semua guru diberdayakan serta mengadakan seleksi pada siswa baru untuk menjaring bakat dan talenta yang dimiliki serta memberikan bimbingan serta les tambahan bagi siswa yang belum bisa membaca dan menulis serta mengaji. Untuk menyalurkan dan mengembangkan kemampuan siswa, dijalankan sistem pemberian wadah bagi siswa untuk berkreativitas ataupun menyalurkan hobinya baik kemampuan akademik, ekstrakurikuler maupun Agama. Selain itu juga mengadakan pembimbingan secara rutin dan memberikan kesempatan untuk berkompetisi dengan sekolah lain.

Salah satu ekstrakurikuler yang paling mencolok adalah di bidang kesehatan yakni dengan program berpikir kreatif dan inovatif dalam Eskul Dokter Cilik, bekerja sama dengan Save The Chlidren, Dinas Kesehatan dan Yonif 744.

Hingga kini Eskul Dokter Cilik sudah ada dua angkatan yang direkrut dari anak-anak terbaik dan kemudian magang di Rumah Sakit Tentara Atambua. Mereka para Dokter Cilik diajarkan tentang kebiasaan hidup sehat terlebih masalah kebersihan makanan, kesehatan mulut dan gigi. Dari ektrakurikuler ini pula akhirnya MI Hidayatullah bisa meraih prestasi Juara I Cerdas Cermat Dokter Kecil Tingkat Kabupaten Belu tahun 2013 hingga Juara Harapan III Tingkat Nasional untuk Lomba Keamanan Pangan Kantin Sekolah dari BPOM RI tahun lalu.

Di bidang Akademik, pada Tahun 2103 lalu, MI Hidayatullah mendapat peringkat IV lulusan terbaik UN Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dan juga MI Hidayahtullah sebagai sekolah contoh atau mode Penyusunanl RPP tingkat Sekolah Dasar se-Kabupaten Belu.

Berkat kerja keras, disiplin, dan komitmen serta keikhlasan dalam menjalankan tugas dan tentunya doa yang tidak pernah putus dari segenap elemen madrasah,  rata-rata siswa MI Hidayatullah bisa melanjutkan ke SMP 1 sebagai salah satu sekolah favorit di Kecamatan Belu. (Mahbib)

BNI Mobile