Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

MA Raudlatut Tholibin Terapkan Kajian Kitab Salaf sebagai Syarat Kelulusan

MA Raudlatut Tholibin Terapkan Kajian Kitab Salaf sebagai Syarat Kelulusan

Di utara Kabupaten Pati, tepatnya di Desa Pakis Kecamatan Tayu terdapat madrasah aliyah swasta yang dikenal dengan MA Raudlatut Tholibin di bawah pengelolaan Yayasan ar-Raudloh. Lembaga pendidikan yang dikenal dengan mengajarkan keterampilan atau skill juga keagamaan.<>

Selain materi yang diajarkan sesuai kurikulum pendidikan Islam, ketrampilan juga ditambah muatan lokal berupa kitab-kitab salaf seperti Tahrir, Ushul Fiqh, Bulughul Maram. Dimana muatan lokal berupa kajian kitab salaf tersebut menjadi syarat kelulusan, tidak hanya dalam tes tertulis namun juga tes baca.

Sejarah pendirian

Sejarah awal pendirian madrasah aliyah sudah ada pada tahun 1984, namun karena keterbatasan dana, yayasan ar-Raudloh hanya mengelola pada tingkat raudlatut athfal, madrasah ibtidaiyah, masdrasah diniyah dan madrasah tsanawiyah. Barulah pada tahun 1989 berkat semangat dan bantuan masyarakat sekitar serta wali murid lulusan madrasah tsanawiyah, jenjang lanjutan madrasah aliyah berdiri. Meskipun hanya ada satu ruang kelas dengan dinding gedeg (anyaman bambu) serta lantai tanah.

Mulanya, MA Raudlatut Tholibin hanya mengajarkan kitab-kitab kuning sebagai tradisi madrasah salafi. Pada tahun ajaran kedua (1990/1991) masyarakat tidak begitu antusias dengan lembaga pendidikan ini karena pada dasarnya mereka masih membutuhkan ijazah formal.  Dan akhirnya yayasan mengambil polece (kebijaksanaan) melalui Rapat Dewan Guru dengan menelorkan satu keputusan mengikuti ujian negara dengan merubah materi pembelajaran yang semula kitab-kitab kuning menjadi 60% muatan lokal dan 40% muatan nasional (kurikulum nasional).

Usai mendapat SK dari Depag Nomor: Wk/5.d/241/PGM/MA/1992, MA Raudlatut Tholibin berkembang dengan pesat dan mampu bersaing dengan madrasah-madrasah Aliyah se-Kabupaten Pati. Dibuktikan dengan berhasilnya anak didik dalam mengikuti Ebtanas (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional) tahun 1997/1998 yang mampu menerobas rangking 10 besar wilayah Provinsi Jawa Tengah dan mencapai rangking 5 pada tahun pelajaran berikutnya.

Berkembang sesuai zaman

Perkembangan zaman menuntut pengelola untuk luwes menyikapinya. Selain anak didik bisa memilih dua jurusan, IPS dan Agama, pada tahun ajar 2008/2009 ditambah juga ekstra kurikuler menjahit dan komputer.

Lebih lanjut, ketika sekolah-sekolah kejuruan mulai menjamur, pihak pengelola juga tidak kalah menanggapinya. Pada tahun 2012 ekstra kurikuler ditambah dengan teknik komputer jaringan (TKJ), teknik sepeda motor (TSM) dan juga servis handphone.

Penambahan ekstra kurikuler tidak berarti mengabaikan pelajaran muatan lokal seperti kitab kuning. Sebab itu, lulusan dari MA Raudlatut Tholibin tidak hanya dibekali ilmu umum dan ketrampilan juga ilmu agama. Sehingga menjadi salah satu madrasah aliyah plus ketrampilan di Kabupaten Pati yang masih mengedepankan nilai-nilai salafi Ahlu Sunnah wal Jamaah. (Faridur Rohman)








BNI Mobile