IMG-LOGO
Nasional

Menag Apresiasi Majelis Rasulullah


Selasa 17 November 2015 20:30 WIB
Bagikan:
Menag Apresiasi Majelis Rasulullah

Jakarta, NU Online
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin Menag mengapresiasi pengajian akbar yang digelar Majelis Rasulullah di Masjid Istiqlal. Kepada jamaah Mejelis Rasulullah, Menag mempersilahkan sekiranya akan menggunakan  Masjid Istiqlal sebagai tempat kegiatan dzikir selanjutnya.
<>
“Pemerintah mengapresiasi Dzikir Nasional dan Tabligh Akbar Majelis Rasulullah ini. Silahkan pergunakan Masjid yang punya sejarah panjang ini sebagai tempat kegiatan, agar masjid ini semakin bermanfaat bagi umat,” kata Menag saat memberikan sambutan pada Dzikir Nasional & Tabligh Akbar, Majelis Rasulullah SAW di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (16/11) malam. Puluhan ribu umat Islam hadir memadati ruang-ruang Masjid Istiqlal. Selain berzikir, mereka mendengarkan nasihat dari Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh adalah Guru pendiri Majelis Rasulullah, (alm) Almagfurlah Alhabib Munzir bin Fuad Almusawa. Demikian dikutip dari laman kemenag.go.id.

Menag bersyukur, Umat Islam berbondong-bondong untuk mengagungkan Asma Allah dan mengkumandangkan Shalawat untuk Baginda Rasul Muhammad SAW. 

“Saya meyakini, banyak malaikat hadir dan ikut berdoa bersama kita. Mari, kita panjatkan doa, semoga banyak berkah yang Allah SWT berikan kepada kita, kepada Bangsa kita dan kepada dunia,” ajak Menag.

Kehadiran  Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidh memperoleh perhatian tersendiri dari Menag. Menurutnya, Habib  Pendiri sekaligus Pengasuh Ma’had Darulmustafa, Kota Tarim, Hadramaut, Yaman tersebut adalah sosok teladan yang berdakwah dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.

Habib Umar sendiri dalam Tausiyahnya  mengajak seluruh pengunjung untuk bersujud kepada Allah SWT sepenuh jiwa dan raga. Tidak lupa, Habib berpesan agar Umat Islam meneladani keteladanan yang telah diajarkan Baginda Nabi Muhammad SAW.

“Penuhi hati kita dengan cinta, jangan lakukan riba, karena riba akan diperangi Allah SWT. Bersihkan hati dan kembali lah kepada Allah SWT. Sadari, kita sekarang di hadapan siapa? Siapa yang kita harapkan dalam hidup ini? Apa dan siapa yang kita cari? Semua anugerah yang kita dapatkan, adalah dari Allah SWT semata. Dan Allah SWT memberikan anugerah kepada yang dikehendaki-Nya. Allah membentangkan ampunan kepada kita semua…” tutur Habib. Red: Mukafi Niam

Bagikan:
IMG
IMG