IMG-LOGO
Nasional

Jelang Pilkada, Warga NU Diimbau Jaga Ukhuwah


Rabu 25 November 2015 11:00 WIB
Bagikan:
Jelang Pilkada, Warga NU Diimbau Jaga Ukhuwah

Wonosobo, NU Online
Musim pemilihan umum kepala daerah atau Pilkada kerap membawa warga sebagai pemilik hak suara ke dalam suasana persaingan politik. Para kandidat kepala daerah berlomba mengeruk dukungan suara sebanyak-banyaknya, dan rentan merusak kerukunan masyarakat lantaran perbedaan aspirasi politik yang ditimbulkan.
<>
Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Wonosobo KH Abdul Chalim AYM berpesan kepada Nahdliyin untuk menjaga ukhuwwah dan kebersamaan, khususnya dalam menyambut Pilkada yang akan dihelat pada 9 Desember mendatang.

"Warga NU harus tetap rukun, dan menggunakan hak pilihnya dengan cerdas dan bertanggung jawab, untuk memilih pemimpin yang jujur dan amanah, yang akan memimpin Wonosobo ke arah yang lebih baik," ujarnya dalam acara Penguatan Aqidah Ahlussunanah Wal Jama'ah dan Sosialisasi Hasil-hasil Muktamar NU XXXIII, akhir pekan lalu (22/11).

Forum yang diikuti lebih dari 3000 warga tersebut digelar di Gedung Serbaguna SMK Andalusia Wonosobo dan dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan jajaran pengurus NU Kabupaten Wonosobo dari tingkat cabang hingga tingkat ranting.

Dalam kesempatan itu, Kang Said, sapaan akrab Ketua Umum PBNU, menyampaikan bahwa warga NU harus cerdas dan up to date. "Warga dan pimpinan NU harus mampu menyampaikan nilai-nilai luhur yang disampaikan oleh ulama-ulama terdahulu dengan bahasa yang lebih modern dan sesuai dengan perkembangan zaman.”

“Adalah tugas dan tanggung jawab ulama-ulama NU untuk menjabarkan gagasan-gagasan dan ijtihad ulama terdahulu dengan bahasa yang modern dan sesuai dengan perkembangan zaman," imbuhnya.

Kang Said juga mengapresiasi peran para pimpinan dan warga NU dalam menjaga toleransi dan meminimalisasi konflik. "Sejauh ini para pengurus dan warga NU memiliki peran yang luar biasa dalam mengatasi konflik dan menjaga perdamaian, sehingga perpecahan dan permusuhan dapat dihindari. Seorang Rais Syuriah di tingkat ranting, sudah tentu mampu mengantisipasi bibit-bibit konflik yang mengancam. Ulama-ulama di Timur Tengah, mereka sangat 'alim dan faqih, tapi konflik dan peperangan terus berlangsung," ujarnya. (Red: Mahbib)

Bagikan:
IMG
IMG