IMG-LOGO
Daerah

Advokasi Mahasiswa Baru Perlu Dilakukan dalam Wadah PMII

Sabtu 28 November 2015 10:01 WIB
Advokasi Mahasiswa Baru Perlu Dilakukan dalam Wadah PMII

Jombang, NU Online
Pada awal bulan September lalu, Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Hasyim Asy’ari, Tebuireng, Jombang menggelar perekrutan anggota baru atau yang biasa diistilahkan dengan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba) aliansi rayon.<>

Kali ini, pihaknya juga melangsungkan kegiatan yang sama namun dengan kuota peserta yang lebih sedikit. Mapaba berlangsung di aula kantor Komisariat Hasyim Asy’ari selama tiga hari, Rabu-Jumat (25-27/11). Kurang lebih dari 20 mahasiswa mengikuti kegiatan ini hingga rampung.

Ketua Komisariat PMII Hasyim Asy’ari, Rifqie Nurul Hidayat mengungkapkan bahwa pendampingan atau advokasi kepada mahasiswa baru harus terus dilakukan melalui wadah PMII. “Selama ini kita masih terus melakukan penndampingan-pendampingan kepada mahasiswa, khususnya mahasiswa baru untuk digiring bergabung bersama kami,” katanya kepada NU Online saat dihubungi, Jum’at (27/11) siang.

Mapaba susulan ini dilakukan juga dikarenakan menyesuaikan jadwal kampus yang tidak seragam dan kesibukan mahasiswa di luar kegiatan kampus. Tidak menutup kemungkinan sebagian mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) khususnya masih berminat untuk ikut serta dalam organisasi kemahasiswaan ini. “Karena jadwal kampus yang tidak sama, adakalanya per fakultas atau jurusan masuk kuliah tidak sama,” ungkapnya.

Meskipun jumlah peserta Mapaba ke dua ini lebih sedikit, Rifqi panggilan akrabnya berkomitmen untuk mendampingi kajian-kajian yang dibutuhkan rayon dan komisariat sesuai dengan visi misi masing-masing. “Kita tidak membedakan antara anggota baru yang lebih awal masuk PMII dan anggota yang sekarang, ketika mereka sudah masuk di PMII, kita berkewajiban untuk mendampingi mereka dari semua sisi,” tandasnya.

Selama kegiatan, mereka mendapatkan beberapa materi, di antaranya nilai dasar pergerakan (NDP), mahasiswa dan tanggung jawab sosial, keagamaan atau Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), ke-PMII-an, sejarah PMII lokal, keputrian atau Kopri dan antropologi kampus. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Bagikan:
IMG
IMG