IMG-LOGO
Daerah
JELANG KONGRES IPNU-IPPNU

Cabang Berharap Ketua Umum IPPNU Kelak Mengerti Aswaja

Rabu 2 Desember 2015 12:0 WIB
Bagikan:
Cabang Berharap Ketua Umum IPPNU Kelak Mengerti Aswaja

Jombang, NU Online
Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) secara nasional akan melangsungkan kongres XVII pada 4-8 Desember 2015 di Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Sejumlah cabang telah menyiapkan diri untuk menyambut momen permusyawaratan tertinggi di IPPNU ini, termasuk kriteria calon ketua umum pimpinan pusat IPPNU periode selanjutnya.
<>
Aliyah, Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Jombang, Jawa Timur mengatakan, calon Ketua PP IPPNU hendaknya kader NU yang amanah dan memahami Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) sebagai ruh gerakan dalam merumuskan dan menjalankan program-program IPPNU.

“Kami perwakilan dari PC IPPNU Jombang memandang calon PP IPPNU yang baik dan progresif adalah kader IPPNU yang amanah dan paham terhadap Aswaja,” katanya kepada NU Online, Rabu (2/12) pagi.

Sampai saat ini pihaknya masih intensif mendiskusikan dan menggali informasi terkait perkembangan semua calon yang sudah ramai diperbincangkan. Selain itu ia meminta kepada semua kadernya untuk tidak gegabah dalam menentukan calon.

Yang tidak kalah penting, kata Aliyah Ketua PP IPPNU, harus memahami Aswaja dari semua sisi dan dapat mengaplikasannya pada kehidupan nyata. Ia mengkhawatirkan masuknya paham atau aliran yang tidak sesuai dengan Islam an-Nahdliyah yang menjunjung tinggi terhadap nilai-nilai kesantunan dalam berdakwah.

“Karena di zaman modern ini terdapat banyak perkembangan termasuk segala informasi dan fasilitas bisa diakses melalui internet, dikhawatirkan dimasuki oleh paham-paham lain dan kepentingan yang yidak sesuai dengan visi misi IPPNU. Namun kalau Ketua PP IPPNU memiliki sikap amanah dan memahami Asawja dengan benar, maka jati diri IPPNU akan tetap terjaga,” terangnya. (Syamsul/Mahbib)

Bagikan:
Rabu 2 Desember 2015 22:2 WIB
Puluhan Santri Tambakberas dan Tebuireng Masuk Kelas Jurnalistik
Puluhan Santri Tambakberas dan Tebuireng Masuk Kelas Jurnalistik

Jombang, NU Online
Puluhan Santri dan Pelajar Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas kabupaten Jombang terlihat antusias mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar KPM Bahrul Ulum bersama Persatuan Wartawan Indonesia Perwakilan (PWI) Perwakilan Jombang.
<>
Kegiatan yang diikuti santri putra dan santri putri yang tergabung dalam KPM BU itu digelar di Aula Yayasan Pondok Pesantren selama dua hari. "Saya minta usai mendapatkan pelatihan jurnalistik ini, santri yang tergabung dalam KPM Bahrul Ulum bisa menghidupkan lagi media pesantren, apakah itu buletin, majalah atau website.”

Kegiatan yang tertajuk Sekolah Jurnalistik Pelajar dan Santri menghadirkan kalangan awak media cetak dan televisi. Mereka antara lain Sutono wartawan Harian Surya, Ramadlan NU Online, Syafii, Radio Elshinta, Syaiful Arif, fotografer Antarajatim, Yusuf Wibisono Berita Jatim, dan Amir Metro TV.

"Santri harus terbiasa menulis, apakah itu menulis berita, sejarah. Semuanya bisa ditulis dan dipublikasikan. Ini adalah kesempatan langka, karena seluruh narasumber untuk pelatihan mulai dari catak, online dan TV hadir memberikan materi," ujar Syafi'i, pengurus PWI Perwakilan Jombang mengatakannya.

Santri harus bisa meniru KH Wahab Hasbullah, pendiri pesantren Bahrul Ulum sekaligus pendiri NU, karena ia sudah terjun dalam dunia jurnalistik sejak tahun 1928. Dengan mendirikan Majalah Warta Nadhatoel Oelama dengan tulisan arab pegon.

"Karenanya santri harus melanjutkan perjuangan Mbah Wahab dalam dunia jurnalistik," imbuhnya.

Syafi’i menambahkannya, Sekolah Jurnalistik bagi pelajar dan santri sengaja digelar untuk memberikan pemahaman bagi kalangan santri pesantren dan pelajar tingkat SMA atau MA di kota santri di tengah arus besar media yang tidak bisa dibendung. "Kita harus bisa ikut mengisi perkembangan arus media, dengan informasi yang benar, dan ini adalah tugas santri kedepan,” jelasnya, Ahad (29/11).

Beberapa materi yang diberikan di antaranya adalah jurnalistik dasar, teknik reportase, teknik menulis berita, teknik wawancara, fotografi, dan video jurnalis, dan produksi media.

Setelah dari pesantren Tambakberas, sekolah jurnalistik juga dilaksanakan di SMA Wahid Hasyim Tebuireng, MTs Bahrul Ulum Ngoro dan juga SMAN 1 Jombang.

“Pelatihan di masing-masing sekolah digelar selama dua hari. Sedangkan materi yang diberikan seputar dasar-dasar jurnalistik. Semisal, teknik reportase, teknik menulis, serta video jurnalis, dan juga fotografi," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Alhafiz K)

Rabu 2 Desember 2015 15:4 WIB
Inilah Rangkaian Semarak Harlah Ke-5 KMNU di UNILA
Inilah Rangkaian Semarak Harlah Ke-5 KMNU di UNILA

Pringsewu, NU Online
Dalam rangka memperingati lahirnya Keluarga Mahasiswa NU Ke-5 di Universitas Lampung, berbagai kegiatan akan dilaksanakan di Masjid Al Wasi'i Kampus Unila dan Masjid Darul Muawanah Kampung Baru selama lebih kurang 4 hari pada Desember ini.
<>
Salah satu pengurus KMNU Unila Muhammad Nur Hidayat Rosihun mengatakan bahwa rangkaian kegiatan akan diawali dengan Khotmil Quran pada Jumat (4/12) dengan menghadirkan hafidz dan hafidzah Provinsi Lampung.

"Selain Khotmil Quran kita juga akan menggelar khotmil kutub di Masjid Al Wasi'i pada Sabtu (5/12)," katanya saat berkunjung ke kantor kontributor NU Online Pringsewu, Sabtu (28/11) bersama beberapa orang pengurus KMNU lainnya.

Momen utama kegiatan yang bertema Meneguhkan Karakter Islam Rahmatan lil Alamin Untuk Meniti Langkah Peradaban Generasi NUsantara ini adalah Istighotsah dan Tabligh Akbar yang akan diisi oleh Ustadz Ahmad Bukhori Muslim di Masjid Al Wasi'i pada Sabtu (5/12).

"Setelah Kegiatan utama tersebut, masih ada 2 kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan di Masjid Al Wasi'i pada 12 dan 16 Desember 2015 yaitu Seminar Keputeian dan Malam Cinta Rasul " Kata Rosihun yang merupakan Mahasiswa FKIP Jurusan Fisika. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Rabu 2 Desember 2015 9:0 WIB
Jaga Ukhuwah, Belajarlah pada KH Idham Chalid dan Buya Hamka
Jaga Ukhuwah, Belajarlah pada KH Idham Chalid dan Buya Hamka

Jember, NU Online
Untuk membangun ukhuwah (persaudaraan), kita bisa belajar pada cara KH Idham Chalid dan Buya Hamka menyikapi perbedaan. Yang pertama pernah menjadi ketua umum PBNU dan yang kedua tokoh besar Muhammadiyah yang juga ketua umum Majelis Ulama Indonesia.
<>
“Ketika dalam perjalanan haji menuju Mekah menggunakan kapal laut yang berlangsung beberapa bulan, ketika shalat shubuh, KH Idham Chalid memilih untuk tidak doa qunut karena jamaah di belakangnya adalah Buya Hamka. Sebaliknya, ketika jadwal Buya Hamka yang imam shalat shubuh, maka beliau memilih untuk doa qunut karena di belakangnya ada jamaah dari NU, yakni KH Idham Chalid,” kata Kiai MN Harisudin, Katib Syuriyah PCNU Jember.

Harisudin menyampaikan hal itu pada sebuah pengajian di Masjid al-Islah, Perumahan Kebonsari d’Village, Senin (30/11), Jember, Jawa Timur. Pengajian dihadiri tidak kurang dari 200 jamaah di Kabupaten Jember.

Pengasuh Pesantren Darul Hikam Mangli Jember ini mengatakan, penting sekali menjaga ukhuwah yang dilandasi nilai-nilai Islam. Menurutnya, ukhuwah yang kerap diabaikan adalah persaudaraan yang dijalin atas dasar kekerabatan.

“Seringkali gara-gara masalah dalam internal keluarga, kita tidak menyapa saudara kita. Kita bermusuhan dengan keluarga.  Bahkan ironisnya kita berkata ‘Tidak usah pakai saudaraan segala’,” tutur  dosen Pasca Sarjana IAIN Jember.

Harisudin bercerita, meski Abu Lahab adalah musuh besar Islam, namun Nabi Muhammad tetap baik pada pamannya tersebut. Ketika seorang sahabat murka dan berwirid dengan “QS Al-Lahab” karena jengkelnya pada Abu Lahab, Rasulullah menemui sahabat ini. Beliau serta-merta melarang orang ini untuk membenci Abu Lahab. “Bagaimanapun, Abu Lahab adalah paman saya,” sabda Nabi menyejukkan.  Biarlah urusan QS. Al-Lahab itu menjadi urusan Abu Lahab dengan Allah subhanahu wata’ala, kata Nabi lebih lanjut.

“Kita harus jaga ukhuwah Islamiyah, yakni ukhuwah yang didasarkan pada nilai-nilai Islam,” ujar penulis buku ini. (Anwari/Mahbib)     



IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG