Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Ke Bareskrim Lagi, Pelapor Tuntut voa-islam Minta Maaf 7 Hari

Ke Bareskrim Lagi, Pelapor Tuntut voa-islam Minta Maaf 7 Hari

Jakarta, NU Online
Asep Hadian Permana, warga Bandung yang November kemarin melaporkan situs www.voa-islam.com karena dianggap mencemarkan nama baik Gus Dur, PBNU, dan memuat konten kebencian lainnya, kembali mendatangi Bareskrim Polri.
<>
Kedatangan Asep pada Selasa (1/12) pukul 11.00 WIB itu adalah untuk melengkapi laporan dan tuntutan. Ia mengaku mendapat informasi bahwa dari Pihak Bareskrim, pihak Voa-Islam sudah dipanggil dan dimintai keterangan.

“Saya bersama teman-teman pada hari selasa kemarin, selain menyakinkan bahwa laporan itu memang valid, juga menambahkan tuntutan,” katanya dalam siaran pers, Rabu (2/12) malam.

Tuntutan tersebut antra lain, pihak situs www.voa-islam.com harus meminta maaf kepada keluarga KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), PBNU, dan minta maaf kepada seluruh media massa nasional baik cetak maupun online selama 7 hari berturut-turut.

Hal itu dilakukan, imbuhnya, supaya situs-situs penebar kebencian seperti Voa-Islam.com dan situs lain yang serupa bisa merasakan betapa pencemaran nama baik dengan fitnah dan penghasutan adalah tindakan yang salah dan berimplikasi buruk bagi masyarakat. Sehingga, mereka kemudian insaf dan bekerja menjadi insan pers yang baik dan beradab.

“Sebagai warga NU, kami sangat konsen pada kebaikan. Pers sebagai bagian penting di negeri ini juga harus bekerja secara baik, bukan sebagai ajang penebar kebencian, apalagi hal ini dikhawatirkan menyulut dampak kekerasan massal karena menarik-narik amarah golongan,” ujar ketua PC PSNU Pagar Nusa Bandung ini.

Asep menegaskan, aksi menempuh jalur hukum ini juga telah diketahui oleh pengurus PBNU, dan atas nama warga NU, terutama sebagai bagian dari keluarga organisasi Pencak Silat NU Pagar Nusa.

“Sebagai pelapor, kami sangat menanti kiprah Bareskrim Polri agar segera mengusut, mengadili dan menghukum pihak redaksi, terutama pemimpinnya. Dengan demikian, kami berharap pula kasus ini bisa menjadi pelajaran dan membawa hikmah untuk masyarakat,” tuturnya.

Semoga, insan pers semakin maju dan semakin membuat orang cerdas dan terhindar dari sikap fitnah, hasut dan kedengkian, pungkas Asep. (Mahbib)

BNI Mobile