IMG-LOGO
Nasional
KONGRES IPNU-IPPNU

IPNU Band Purworejo Dekati Anak Muda Melalui Musik


Senin 7 Desember 2015 23:00 WIB
Bagikan:
IPNU Band Purworejo Dekati Anak Muda Melalui Musik

Boyolali, NU Online
Tak jauh dari Gedung Muzdalifah, yang menjadi arena Kongres IPNU XVIII di Asrama Haji Donohudan kabupaten Boyolali, terdapat sebuah panggung kecil dengan nama “Panggung Apresiasi Kader IPNU”. Di sini sejumlah kader IPNU maupun IPPNU dari berbagai daerah menampilkan bakat mereka, khususnya di bidang kesenian.
<>
Ada yang menampilkan Tari Saman Aceh, seni hadrah, musik etnik, dan tak ketinggalan penampilan grup musik band.

Pantauan NU Online, dari hari awal pembukaan kongres hingga hari ketiga, Senin (7/12), salah satu grup band yang “istiqomah” menyajikan hiburan kepada para peserta kongres adalah IPNU Band.

IPNU Band yang personelnya antara lain Fikri Amrillah ini merupakan grup band yang bernaung di bawah Departemen Seni dan Budaya Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Purworejo.

Saat ditemui di sela kongres, salah satu personel IPNU Band Hidayatullah mengungkapkan, keberadaan IPNU Band yang berdiri pada 2013 ini berawal dari hobi bermain musik kader IPNU Purworejo yang kemudian diwadahi dalam grup band ini.

Lambat laun, keberadaan mereka yang ditunjang dengan permainan musik nan asyik, mulai dilirik sejumlah pihak. “Beberapa kali kami diundang untuk mengisi acara, baik di lingkup NU maupun acara-cara yang diselenggarakan bupati,” kata dia.

Meski demikian jalan yang mereka tempuh tidaklah selalu mulus. Pertentangan justru muncul dari sebagian kiai yang kurang setuju dengan mereka.

Menurut pria yang akrab disapa Dayat itu, adanya grup musik seperti IPNU Band ini justru dapat menjadi daya tarik IPNU untuk mendekati kaum muda.

“Selain IPNU Band kami juga mempunyai NU Backpacker, wadah-wadah seperti ini dapat menjadi media untuk mendekati kaum muda,” ujarnya.

Sementara itu, keterlibatan IPNU Band dalam acara kongres ini merupakan yang pertama kalinya bagi mereka.

“Penampilan kami ini semoga menjadi semacam vitamin, agar teman-teman tidak jenuh, terlalu larut dalam kongres,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Bagikan:
IMG
IMG