IMG-LOGO
Daerah

Awal 2016, BMT NU Jombang Dirikan Dua Cabang

Kamis 17 Desember 2015 5:3 WIB
Bagikan:
Awal 2016, BMT NU Jombang Dirikan Dua Cabang

Jombang, NU Online
Setelah sukses membuka cabang perdana Baiatul Maal Wat Tamwil Nahdhatul Ulama’ (BMT NU) di Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang pada awal 2015 lalu,  kini BMT NU Jombang pusat tengah menggarap berbagai teknis untuk pendirian cabang BMT NU di dua kecamatan di Jombang, Kesamben dan Jogoroto.
<>
Pendirian cabang BMT NU ditargetkan rampung pada pertengahan awal bulan tahun 2016 yang beroperasikan di masing-masing kantor Majelis Wakil Cabang (MWC) NU  Kesamben dan Jogoroto. Saat ini pengurus BMT NU pusat terus melakukan koordinasi dengan para pengurus MWC NU terkait.

Sekretaris BMT NU Jombang M Muchlis Irawan mengungkapkan, dalam pendirian cabang BMT NU tersebut dirinya mengupayakan prosesnya sesuai dengan target tempo yang sudah disepakati sebelumnya.

“Memang pada Januari tahun depan ini kita tetap berupaya menambah dua cabang lagi,” katanya kepada NU Online saat ditemui di Graha Gus Dur, Rabu (16/12) siang.

Untuk dana awal untuk kebutuhan berbagai perangkat seperti komputer, meja, kursi, dan semacamnya, Muchlis menuturkan akan mengalokasikan dana pinjaman yang bersumber dari BMT NU pusat sesuai jumlah kebutuhan dari masing-masing cabang tersebut.

“Kita juga akan fasilitasi dari sisi pendanaan. Kita pinjamkan dulu dari BMT NU untuk segala kebutuhan pendirian cabang,” tuturnya.

Kita memberikan kebijakan-kebijakan tertentu. Setidaknya salah satu di antara calon pengurus BMT NU cabang itu dilatih jadi tim pemasar terlebih dahulu untuk menyosialisasikan BMT NU kepada warga masyarakat atau berbagai lembaga pendidikan di masing-masing daerah. Hal ini dilakukan untuk mempermudah menyiapkan dan menarik perhatian nasabah BMT NU pusat atau cabang.

“Kalau kebijakan ini terus berjalan hingga berlanjut hingga pascaperesmian masing-masing cabang, kita berani pinjamkan dana puluhan juta, sebesar 20 sampai 40 juta. Karena hal ini juga sebagai usaha menjembatani kebutuhan nahdliyin khususnya,” pungkasnya. (Syamsul/Alhafiz K)

Bagikan:
Kamis 17 Desember 2015 23:1 WIB
Pemerintah Diminta Maksimalkan Perhatian pada Pesantren
Pemerintah Diminta Maksimalkan Perhatian pada Pesantren

Makassar, NU Online
 Dewan Pimpinnan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Selatan meminta kepada pemerintah agar lebih memaksimalkan perhatian kepada pesantren. <>

"Sekaitan dengan adanya Ranperda tentang penyelenggaraan pendidikan, kami sangat mendukung, sekalipun regulasi tersebut sangat terlambat di banding daerah-daerah lainnya," kata legislator PKB Sulsel Anwar Sadat di Makassar, Rabu.

Dia mengatakan, Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang penyelenggaraan pendidikan yang sedang digodok antara eksekutif dan legislatif di Sulsel ini harus didukung secara penuh.

Pihaknya juga berharap besar agar Ranperda yang masih dibahas ini menjadi momentum penting dalam peningkatan perhatian pemerintah terhadap pesantren.

Anwar Sadat yang juga Ketua Dewan Syuro PKB Sulsel ini menyatakan kewajiban pemerintah provinsi dalam penyelenggaraan pendidikan dan hak masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang layak sudah harus diatur dalam materi perda tersebut.

"ini adalah kewajiban dari pemerintah provinsi dalam penyelenggaraan pendidikan dan hak masyarakat untuk mendapatkan materi-materi keagamaan," katanya.

Menurut dia, PKB yang lahir dari rahim Nahdlatul Ualam (NU) inipun ingin menegaskan agar penyelenggaraan pendidikan dapat merata di mana saja, utamanya pesantren. 

"Pesantren selama ini, kadang kurang mendapat sentuhan dan program. Raperda ini menjadi upaya pemerintah dalam pengembangan pesantren," ujar Anwar.

Dalam perda penyelenggaraan pendidikan harus pula tertuang sejumlah aspek, seperti pembiayaan, aturan, masalah infrastruktur, guru, pengawas dan sebagainya. 

"Untuk itu, kami meminta pemerintah mempersiapkan semaksimal mungkin rancangan perda ini dengan baik, sekaligus meminta input dari masyarakat yang peduli dengan pendidikan," bebernya.

Selain itu, putera AGH Abd Malik ini berpesan agar pendidikan yang kadang selalu fokus hanya pada pembangunan fisik, bisa memulai untuk menggenjot SDM peserta didik, yang sebenarnya menjadi tujuan pendidikan itu sendiri. 

"Pada intinya, kita sama-sama berikhtiar demi perbaikan generasi pelanjut," ujarnya. (Antara/Mukafi Niam)

Kamis 17 Desember 2015 20:4 WIB
Ribuan Aktivis Majelis Taklim Kaum Ibu Kalijati Ngaji Lintas Desa
Ribuan Aktivis Majelis Taklim Kaum Ibu Kalijati Ngaji Lintas Desa

Subang, NU Online
Badan Kordinasi Majelis Ta'lim dan Masjid (BKMM) Kecamatan Kalijati Kabupaten Subang setiap bulan menggelar pengajian rutinan di 10 desa di Kalijati. Bulan ini, kegiatan tersebut digelar di Desa Caracas, Kamis (17/12).
<>
Dalam pengajian sekaligus Peringatan Maulid Nabi ini Camat Kalijati Tatang Komara menjelaskan, BKMM merupakan organisasi yang mewadahi ibu-ibu pengajian baik yang ada di majelis ta'lim maupun pengajian yang ada di masjid.

BKMM di tingkat Kabupaten, tambah dia, dibina oleh bupati, di tingkat kecamatan dibina camat, dan di tingkat desa dibina oleh kades.

"Karenanya setiap pengajian BKMN Kalijati selalu dihadiri camat dan kepala desa sekecamatan. Kebetulan bulan ini giliran di Desa Caracas," kata Tatang.

Ia menyatakan bangga dengan ribuan ibu-ibu yang aktif menghadiri setiap pengajian karena tidak semua kecamatan yang ada di Subang bisa melaksanakan kegiatan pengajian bulanan seperti ini.

Ia berharap pengajian BKMM mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang agamis dan lebih baik lagi karena para ibu memunyai bekal agama untuk mendidik anak-anaknya di rumah masing-masing.

"Kalau dari sudut pandang agama wanita itu tiangnya negara. Makanya ini harus dikuatkan," tambahnya.

Sementara Kepala Desa Caracas Atang Supendi mengajak masyarakat pada umumnya dan Kepala Desa sekecamatan pada khususnya untuk berlomba menjadi desa terbaik di Kalijati.

"Saya mengajak para kepala desa untuk menjadi nomor satu di tingkat Kecamatan Kalijati kalau bisa di Kabupaten Subang. Misal Caracas nomor satu di bidang apa, Desa Banggala jadi nomor satu di bidang apa. Begitu  pun dengan desa-desa yang lain," tandasnya (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Kamis 17 Desember 2015 19:2 WIB
Empat Siswi Jadi Korban, F-PKB Usul Bentuk Pansus Tambang di Jombang
Empat Siswi Jadi Korban, F-PKB Usul Bentuk Pansus Tambang di Jombang

Jombang, NU Online
Usaha menyelesaikan polemik galian C ilegal di kota santri terus dilakukan Fraksi PKB DPRD Jombang. Mereka akan mengusulkan pembentukan pansus tambang. Pansus ini akan bekerja mencari solusi terbaik atas permasalahan tambang. Terlebih Sabtu (12/12) lalu salah satu lokasi bekas pertambngan merenggut nyawa empat siswi SDN Sukorejo 1, Kecamatan Perak, Jombang.
<>
Ketua F-PKB Mas'ud Zuremi mengatakan, pembentukan pansus itu diarahkan untuk menelusuri proses izin yang selama ini dilakukan oleh pemilik tambang. Masih banyaknya kuari yang tidak direklamasi menjadi pertanda bahwa pengusaha galian seperti tidak pernah memikirkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar, termasuk nyawa sekalipun. Bahkan pemilik tambang juga seakan tidak terbebani izin maupun kewajiban yang harus dilakukan.

“Saya akan mengusulkan pembentukan pansus itu karena sampai sekarang persoalan galian C belum ada tindakan signifikan,” kata Mas'ud yang juga ketua Komisi C DPRD Jombang kepada NU Online, Selasa (15/12).

Ia menambahkan, tidak adanya niat baik dari pemilik untuk melakukan reklamasi pascapenambangan berakibat pada empat nyawa melayang sia-sia. Itu harus cepat ditindaklanjuti.

“Ini tidak boleh dibiarkan. Pemilik tambang juga harus dipanggil karena membiarkan kuari tanpa direklamasi,” tegasnya.

Sebelumnya ia sudah bersikap tegas dengan mengeluarkan surat rekomendasi perihal pandangan dewan terhadap praktik galian C yang dinilai banyak menabrak aturan. Aparat penegak hukum harus tegas melakukan penertiban terhadap penambangan galian liar.

“Pemilik jelas-jelas melakukan pelanggaran dengan tidak melakukan reklamasi pascapenambangan. Di samping itu aparat penegak hukum juga harus menelusuri pihak pemilik bekas galian C yang belum melakukan direklamasi,” pungkas Mas'ud. (Syamsul/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG
IMG