IMG-LOGO
Internasional

Kader NU Pakistan Raih Doktor Bidang Biologi Molekuler

Jumat 18 Desember 2015 10:0 WIB
Bagikan:
Kader NU Pakistan Raih Doktor Bidang Biologi Molekuler

Lahore, NU Online
Prestasi menggembirakan diraih oleh kader Nahdlatul Ulama di Pakistan, Agung Nugroho Puspito. Mahsasiswa Pascasarjana Fakultas Life Science, Universitas Punjab Lahore, Pakistan, ini berhasil meraih gelar doktor di bidang biologi molekuler.
<>
Agung merupakan orang Indonesia pertama yang meraih gelar tersebut di Pakistan. Capaian itu ia peroleh setelah sukses mempertahankan desertasinya yang berjudul  “Genetic Improvement of Cotton For Herbicide and Bollworm Tolerances” di hadapan para dosen pengujinya, pada Selasa (15/12) lalu.

Pada sidang yang diuji oleh Prof Dr Tayyab Husnain itu, Agung dalam desertasinya menjelaskan bahwa riset yang ia buat pada dasarnya adalah untuk mengurangi biaya produksi pada budidaya tanaman kapas. Dengan perkembangan riset ini kita dapat menghasilkan crystal protein yang mampu membunuh serangga seperti ulat, dan lainnya.

Cara yang digunakan adalah dengan mentransfer 2 DNA pregulasi crystal protein (Cry1Ac+Cry2A) pada tanaman kapas. Ketika serangga menyerang kuncup kapas, dan memakan sedikit daun kapas, maka ia akan mati dalam hitungan beberapa jam saja, tanpa perlu kita menggunakan insektisida. “Dengan demikian kita akan menghemat uang produksi sebesar 66 juta USD untuk insektisida di seluruh dunia,” lanjut pria asal Probolinggo ini.

Agung memaparkan, terobosan Cp4 EPSPS (DNA sintetik  yang mampu membuat tanaman kapas kebal glyphosate) dapat membuat tanaman kapas tetap hidup walaupun terkena zat kimia seperti herbisida glyphosate. Dengan demikian tanaman pengganngu di sekitarnya akan mati tanpa harus menghiraukan keselamatan tanaman kapas, itu artinya kita dapat mereduksi 30 persen kerugian yang disebabkan oleh gulma.

Di akhir, tim penguji memberikan prakata dan pesan untuk keder NU ini yang diawali dengan berdiri dari duduknya kemudian menyampaikan, “Anda Doktor sekarang, selamat!”. Ti penguji memberikan nasihat Agung untuk terus berusaha menjadi ilmuwan yang inovatif dan tangguh.

Sementara Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Pakistan Zulfikri Hasibuan tidak bisa menutupi kegembiraannya dengan hasil ini. “Alhamdulillah, penantian panjang dan melelahkan Mas Agung telah tercapai, jarang-jarang ada kader NU yang menjadi doktor di bidang biologi, semoga ilmu yang didapat bisa bermanfaat untuk nusa, bangsa dan agama” ungkapnya dan disambut amiin oleh Agung.

Desertasi setebal 180 halaman ini disidangkan di Auditorium National Centre of Excellence in Molecular Biology, University of the Punjab, Lahore dengan dihadiri oleh para dosen dan beberapa guru besar serta hampir seluruh kepala laboratorium di Universitas Punjab. Sidang yang dimulai pukul 14.00 waktu setempat itu dihadiri oleh beberapa mahasiswa Indonesia maupun Pakistan. (Red: Mahbib)

Bagikan:
Jumat 18 Desember 2015 17:30 WIB
Penasihat Menteri Besar Selangor Komit Kembangkan Islam Nusantara
Penasihat Menteri Besar Selangor Komit Kembangkan Islam Nusantara

Jakarta, NU Online
Penasihat Menteri Besar Selangor Khalid Jaafar berkunjung ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (18/12) sore. Ia mengaku tertarik dan mengapresiasi ajaran dan kiprah Nahdlatul Ulama selama ini.
<>
Kedatangan Khalid disambut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Jendral PBNU H Helmy Faishal Zaini, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, dan Wakil Sekjen PBNU Suwadi D Pranoto.

“Rencananya kami ingin mendirikan Nahdlatul Islam, Nahdlatul Ulama Malaysia, yang sama-sama mengerakkan sisi Islam Nusantara,” katanya kepada NU Online sesaat selepas pertemuan.

Di negaranya, kata Khalid, memang telah berdiri dari Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) Malaysia tetapi itu mewadahi sebatas warga negara Indonesia, baik yang sedang menempuh studi maupun berstatus sebagai tenaga kerja Indonesia. Ia mengatakan ingin membentuk organisasi “Nahdlatul Ulama” versi Malaysia.

Mantan sekretaris pribadi Anwar Ibrahim ini mendukung Islam Nusantara yang menjunjung tinggi nila-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah seperti tasamuh (toleransi), tawazun (keseimbangan), tawassuth, dan i’tidal (moderasi). Menurutnya, Nusantara juga meliputi Malaysia, termasuk juga Kamboja, Thailand, dan lainnya.

“Bukan berarti kami menolak yang lain, tapi kami rasa Ahlussunnah sesuai dengan karakter wilayah kami,” imbuhnya.

Ditanya soal sebaran paham keagamaan yang berkembang di Malaysia, Khalid berujar, “Ancaman ekstemisme tidak begitu besar, tapi kita tidak boleh kita pandang kecil. Makanya kita perlu suarakan tradisi toleransi yang dalam Nahdlatul Ulama disebut tawassuth.”

Direktur Institut Kajian Dasar (IKD) Kuala Lumpur ini mengaku percaya Islam di Asia Tenggara lebih menjanjikan masa depan dibanding dengan Islam di Timur Tengah. Ditengok dari pertumbuhan ekonomi dan demokrasi, katanya, Asia Tenggara termasuk cukup baik.

Dalam pertemuan itu, KH Said Aqil Siroj menjelaskan kedekatan NU dengan muslim negara-negara tetangga, salah satunya dengan memberi mereka beasiswa untuk studi di perguruan tinggi-perguruan tinggi NU. Pertemuan juga menyinggung soal fenomena intoleransi, Wahabi, Syiah, dan Ahmadiyah. (Mahbib Khoiron)

Jumat 18 Desember 2015 5:0 WIB
25 Tahun Vakum, Saudi Kembali Buka Kedutaan di Irak
25 Tahun Vakum, Saudi Kembali Buka Kedutaan di Irak

Baghdad, NU Online
Kerajaan Arab Saudi, Selasa, membuka kembali kedutaan besarnya di Baghdad, seperempat abad setelah hubungan rusak akibat serbuan Irak ke Kuwait, kata pejabat kementerian luar negeri.<>

"Petugas kedutaan Arab Saudi tiba pada hari ini di Baghdad," kata pejabat tersebut, "Mereka ditemui pejabat kementerian luar negeri di bandar udara, terdiri atas 35 orang, dan dipimpin wakil duta besar."

Duta besar Saudi untuk Irak dijadwalkan tiba pada Kamis dan menghadiri upacara pembukaan.

Sebuah konsulat dijadwalkan dibuka di Arbil, ibukota wilayah otonomi Kurdi Irak.

Hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Irak diputus pada tahun 1990 tetapi dipulihkan kembali pada tahun 2004 setelah serbuan pimpinan AS menggulingkan Saddam Hussein.

Hubungan masih tegang antara kerajaan Teluk, basis kuat Sunni, dengan Irak, yang didominasi Syiah, tempat Iran dan kelompok bersenjata memegang pengaruh besar.

Pejabat Irak berulang kali menuduh Riyadh bersekongkol dengan kelompok ISIS, yang menguasai sejumlah bagian negara itu tahun lalu. (Antara/Mukafi Niam)

Jumat 18 Desember 2015 3:1 WIB
PBB Rancang Resolusi Batasi Perdagangan Minyak ISIS
PBB Rancang Resolusi Batasi Perdagangan Minyak ISIS

Paris, NU Online
Rancangan resolusi, yang akan diserahkan kepada Dewan Keamanan PBB, menyasar jelas kelompok ISIS dan perdagangan besar minyaknya, kata Menteri Keuangan Prancis, Michel Sapin, dalam wawancara, Rabu.
<>
Sapin mengatakan, resolusi itu akan dibahas pada Kamis, mengirimkan pesan kuat politik, dengan pertarungan melawan keuangan terorisme adalah prioritas anggota PBB dan seluruh negara harus mengambil langkah, yang dibutuhkan.

Sebelum pertemuan pada Kamis dengan seluruh 15 menteri keuangan negara anggota Dewan Keamanan PBB itu, yang menjadi kegiatan pertama, Sapin memperingatkan, negara yang gagal menghentikan keuangan pegaris keras dapat menghadapi hukuman.

Prancis meminta pertemuan itu sesudah kejadian di Paris pada bulan lalu, yang menewaskan 130 orang dan diakui dilakukan ISIS.

Sapin menjadikan pemotongan keuangan para ekstremis itu sebagai tujuan kunci sejak ibu kota Prancis diserang oleh para ekstremis pertama kalinya pada Januari, ketika pelaku bersenjata menyerang redaksi majalah Charlie Hebdo dan satu supermarket Yahudi.

Berdasarkan atas resolusi awal, yang menyasar Al Qaeda, resolusi baru itu akan secara jelas diperluas ke ISIS, kata Sapin.

Dia menambahkan, itu akan menarget khususnya untuk membekukan aset yang mendanai atau yang berasal dari penyelundupan minyak.

"Itu juga akan menuntut negara untuk melatih kewaspadaan khusus terkait penyelundupan barang kesenian yang dapat mendanai gerakan seperti ISIS," katanya.

Tekanan

Adam Szubin, wakil menteri Perbendaharaan Amerika Serikat untuk terorisme dan kejahatan finansial, mengatakan pada minggu lalu, kelompok bersenjata ISIS telah menuai lebih dari 500 juta dolar dalam penjualan minyak di pasar gelap, merampok brankas bank yang dikuasai di Irak dan Suriah, dan menuai jutaan lainnya melalui penjarahan.

Namun, untuk mengelola negara kecil, mereka membutuhkan sumber dana yang stabil dan dapat diperbarui, jadi mereka butuh akses terhadap sistem keuangan internasional untuk memindahkan uang dan mengimpor persediaan, menurut Szubin.

Sapin mengatakan dia berharap agar resolusi PBB itu dapat disetujui secara mutlak.

"Saya tidak dapat melihat mengapa negara harus menolak langkah efektif dalam perang melawan keuangan terorisme," katanya.

Resolusi PBB itu akan menyediakan dukungan legal kepada negara yang mengambil langkah untuk melawan keuangan kelompok ISIS, ujar Sapin.

Masyarakat antarbangsa diharapkan memastikan negara mengambil langkah sama, yang akan diserahkan kepada Pasukan Aksi Finansial (FATF), sebuah badan antar pemerintah yang menciptakan kebijakan melawan pencucian uang dan pendanaan teroris yang bermarkas di Paris.

"Setiap negara akan menjadi subyek untuk ditinjau apakah mereka telah mengambil seluruh langkah yang diperlukan," kata Sapin kepada media.

Dengan ini, tekanan internasional akan memainkan peran penting dalam memastikan negara melakukan yang terbaik untuk memotong keuangan kelompok pegaris keras, atau mereka akan dihukum.

Sapin akan menemui Menteri Perbendaharaan Amerika Serikat, Jacob Lew secara terpisah, yang menjadi tuan rumah dalam pertemuan menteri keuangan, yang kali ini diadakan di Washington, untuk membicarakan pembagian informasi terkait pendanaan teror.

"Kami harus meningkatkan, mempercepat dan memperdalam pertukaran informasi, terutama dari jaringan yang dapat dianalisis oleh pihak Amerika, yaitu sistem SWIFT, yang melihat pergerakan dana di planet ini," ujar Sapin. (Antara/Mukafi Niam)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG