IMG-LOGO
Daerah

Takmir Masjid Agung Pesantren Annuqayah Bersholawat untuk Muslim Dunia

Jumat 18 Desember 2015 12:3 WIB
Bagikan:
Takmir Masjid Agung Pesantren Annuqayah Bersholawat untuk Muslim Dunia

Sumenep, NU Online
Sholawat nabi untuk umat Islam dunia menggema di Masjid Agung Pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Kamis (17/12) malam. Sholawatan ini disambung dengan taushiyah ketakmiran oleh KH Musthafa Erfan, salah seorang kiai muda di lingkungan pesantren Annuqayah.
<>
Acara ini melibatkan takmir sepesantren Annuqayah, pengurus pesantren, pengurus PMII Guluk-Guluk, mahasiswa Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) jurusan PBA, pengurus BEM Instika, dan Tim Falakiyah Pesantren Annuqayah.

"Alhamdulillah acara ini berjalan lancar dan tiada kendala. Semoga dengan bersholawat umat Islam dunia dan takmir di dunia mendapat syafaat dari Nabi Muhammad Saw," terang Ra Nobel selaku pimpinan Takmir Kabinet Burung Hantu Masjid Agung Latee.

Setelah acara sholawat nabi salah satu Tim Falakiyah Annuqayah Happy Princes meminta Ra Nobel untuk memimpin rapat kabinet. Jadwal azan di depan para takmir sepesantren Annuqayah menjadi bahasan utama. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Bagikan:
Jumat 18 Desember 2015 22:1 WIB
MTs Nurul Islam Jepara Kantongi Segudang Prestasi Lewat Seni Kaligrafi
MTs Nurul Islam Jepara Kantongi Segudang Prestasi Lewat Seni Kaligrafi

Jepara, NU Online
Sejak tahun 2006 silam MTs Nurul Islam Desa Kriyan Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah memasukan Kaligrafi sebagai pelajaran muatan lokal. Sejak itu madrasah ini memiliki segudang prestasi utamanya seni kaligrafi.<>

Mulanya, orang yang diamanati untuk mengajar kaligrafi ialah H Nur Ichwan. Waktu itu madrasah masih dipimpin Ribhan. Kemudian, bertemulah Ichwan dengan Ahmad Jamaludin pada momen kegiatan kaligrafi di Semarang. Saat itu Ichwan delegasi asal Jepara sedang Jamaludin delegasi Kudus.

Karena Ichwan sudah mengetahui kiprah Jamal ia meninggalkan nomer ponsel kepada guru kaligrafinya, Aufa. Tujuannya agar Jamal bersedia mengontaknya. Alhasil Jamal bergabung dengan MTs Nuris, begitu masyarakat menyingkat madrasah tersebut.

Sejak bergabung jebolan STAIN Kudus itu diamanati untuk memegang mapel Kaligrafi. Selama sepekan sekali 250an siswa memperoleh materi kaligrafi 2 jam pelajaran. Ia mengajar sendiri. Tanpa didampingi guru-guru lain.

Setiap jenjang memperoleh materi khat berbeda. Kelas VII materi Naskhi, kelas VIII Sulus dan kelas IX Diwani. Untuk materi lain yang kadang diajarkan ialah Rib'ah.

Karena masuk dalam mapel, lelaki kelahiran 06 November 1981 itu mengaku menemui sejumlah kendala. "Kendalanya mereka masih anak-anak. Jadi mereka ikutnya masih mencari nilai," akunya saat ditemui NU Online, Selasa (15/12) lalu.

Meski terganjal kendala tetapi ia menyebut masih ada sekitar 20 persen siswa yang minat. Kepada peserta yang minat itulah ada pendekatan khusus yang ia tempuh. Semaksimal mungkin dirinya memberikan pengarahan.

Hasilnya dari ratusan siswa yang ada tiap tahun pelajaran sekitar ada puluhan murid yang berbobot. "Setiap ada even bisa dipastikan memperoleh penghargaan. Baik tingkat kabupaten hingga tingkat provinsi," sebut Jamal.

Strategi

Pelajaran kaligrafi tidak lepas dari praktik. Pada jam menulis khat itu siswa wajib membawa pensil/spidol khat serta buku garis. Saat itu siswa yang sedang diajar mengerjakan perintah dari sang guru.

Pada saat UTS serta UAS soalnya juga tidak dari tulis menulis indah itu. Misal menulis huruf maupun surat pendek. Jika even lomba tiba ia menggenjot siswa untuk berlatih hingga menjadi juara.

Tiga tahun terakhir, madrasah yang bernaung di bawah Kemenag Jepara itu tidak sepi juara. Tahun 2013 memperoleh Juara I tingkat Kabupaten, tahun berikutnya juara I dan III. Dan tahun ini juara I dan II.

Tahun ini pula madrasahnya berhasil memboyong juara tingkat provinsi juara I dan III. "Sejak 2006 sampai sekarang jumlah piala yang didapat jika dihitung sekitar 50an lebih," kata lelaki yang mendarmabaktikan untuk kaligrafi. Untuk juara meliputi dekorasi, lukis, naskah, hiasan dan mushaf.

Agar bibit-bibit unggul kaligrafi tetap lestari madrasah yang berada di belakang masjid Al Makmur itu menggelar pelatihan kaligrafi tingkat MI sederajat se-kecamatan Kalinyamatan, Welahan dan Mayong. "Pesertanya lumayan. Ada seratusan anak-anak," lanjutnya.

Digelarnya kegiatan itu tidak lain memberikan bekal kegiatan lomba Mapsi. Karena kaligrafi menjadi salah satu even lomba. Strategi lain yang ingin digalakkan ialah membentuk komunitas sebagai jejaring kaligrafer Nuris dan yang lain. Juga kegiatan pameran karya.

Untuk menggelar sebuah even membutuhkan dana yang tidak sedikit. Sehingga pihaknya mengharapkan pemerintah untuk mendukung kegiatan kaligrafi di Jepara.
 "Selain perlu sering mengadakan even. Pemerintah juga perlu memberikan anggaran yang maksimal kegiatan tersebut," pinta Abdul Rohman Waka Kesiswaan MTs Nurul Islam.

Karena masih minim dukungan menurut lelaki yang kerap disapa Maman itu menyebabkan madrasah yang konsisten menggarap kaligrafi masih jarang. Berbeda dengan kabupaten tetangga Kudus dan Pati.

Pihaknya juga dengan tegas siap menerima semua elemen yang ingin belajar kaligrafi. "kami siap berbagi ilmu kepada siapa saja utamanya kaligrafi," papar lulusan UIN Yogyakarta ini.

Puluhan hasil kejuaraan  yang telah diraih madrasah menurut Kepala madrasah, Ali Ashari masih belum seberapa. Cita-cita yang belum tercapai hingga kini ialah memperoleh juara nasional.

"Semoga cita-cita ini akan terwujud. Tentu dengan kerjasama antara murid dan pendidik juga didukung dengan regenerasi yang terus-menerus. Termasuk dukungan penuh dari pemerintah setempat," harap Ali yang lulusan UPGRIS, dulu IKIP PGRI Semarang. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Jumat 18 Desember 2015 11:0 WIB
Banser Mesti Siap Berkorban demi Agama dan Ulama
Banser Mesti Siap Berkorban demi Agama dan Ulama

Pariaman, NU Online
Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagai kader inti dari Gerakan Pemuda Ansor harus tampil membela GP Ansor dan Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat. Hal ini selaras dengan mars Banser yang menyebutkan, "demi agama kurela berkorban, kikis habis musuh agama dan ulama".
<>
Hal itu diungkapkan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Padangpariaman Zeki Aliwardana, Kamis (17/12), ketika menutup  Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser yang diselenggarakan Pimpinan Cabang GP Ansor Padangpariaman, di BPKB Rawang, Pariaman.

Diklatsar berlangsung sejak Rabu (16/12) dengan instruktur Asisten Pendidikan dan Latihan Satuan Koordinasi Nasional (Satkornas) Banser M. Ilyas. Instruktur lain juga datang dari Kodim 0308/Pariaman, Kapolres Padangpariaman, dan Pimpinan Wilayah GP Ansor Sumbar. Diklatsar Banser diikuti 50 orang peserta.

Zeki juga menambahkan, tantangan Ansor sebagai generasi muda bangsa memang semakin berat. Adanya paham radikal yang mengatasnamakan agama untuk kepentingan diri dan kelompoknya, ancaman narkoba terhadap generasi muda, pendangkalan pemahaman nilai-nilai agama, dan sebagainya.  

Atas alasan besarnya ancaman yang dihadapi generasi muda tersebut, Zeki Aliwardana mengajak generasi muda Padangpariaman untuk merapatkan barisan. Mari bersama Banser dan Ansor kita menyiapkan generasi muda Padangpariaman yang berkualitas dan menjaga keutuhan NKRI.

"Cikal pergerakan Ansor ke depan itu bersama untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, Ansor hadir bukan untuk kepentingan individu kader Ansor. Tapi Ansor  hadir untuk membangun kebersamaan menjaga keutuhan NKRI," kata mantan Sekretaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman ini.

Kepada peserta Diklatsar Banser,  Zeki Aliwardana berpesan untuk menjadikan Ansor selayak kapal. Selanjutnya, berlayarlah dalam kehidupan di lingkungan masing-masing. Artinya, kembangkan Ansor di tempatnya dan sesuai profesi yang ditekuni.

"Ansor Padangpariaman terbuka dan melibatkan berbagai pihak dalam masyarakat agar dapat mendorong kehadiran Ansor. Saat ini kader Ansor berada di mana-mana dengan latarbelakang yang beragam pula," kata Zeki didampingi Kasatkorcab Banser Padangpariaman H. Chandra. (Armaidi Tanjung/Mahbib)
 

Jumat 18 Desember 2015 9:7 WIB
Dua Satkorcab Banser Ini Kerja Sama Jual Madu Hutan
Dua Satkorcab Banser Ini Kerja Sama Jual Madu Hutan

Purworejo, NU Online
Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Satkocab Banser) Purworejo, Jawa Tengah dan Way Kanan, Lampung menjalin sinergi amal usaha ekonomi dengan berjualan madu hutan Sumatera sebagai upaya memperat silaturahim.
<>
"Tetapi hal itu bukan sebuah hal yang utama dan satu-satunya dalam menjalin silaturahim. Masih banyak hal bisa dikerjasamakan atau dikomunikasikan, misalnya saling berbagi pengalaman dalam berorganisasi, saling memotivasi dan saling menopang dalam banyak hal untuk kemajuan dan kejayaan organisasi," ujar Kasatkorcab Banser Purworejo Daryanto, di Wirun, Kutoarjo, Jumat (18/12).

Dengan dimediasi Ketua PC GP Ansor Way Kanan sahabat Gatot Arifianto, demikian Daryanto melanjutkan, pimpinan Banser Purworejo dan Way Kanan membuat kesepakatan mulai merintis pemberdayaan ekonomi.

"Meski masih bersekala kecil, bahkan sangat kecil, namun kami berharap usaha jual beli madu dari hutan Sumatera ini bisa menjadi embrio pembangunan ekonomi antar anggota-anggota Banser Purworejo dan Way Kanan, bahkan berkembang kemasyarakat umum, ini kerja sama simbiosis mutualisme, bukan hanya dalam urusan organisasi, namun kami menaruh harapan besar di sini agar suatu saat kelak betul-betul bisa terealisasi kemandirian ekonomi anggota-anggota Ansor dan Banser," paparnya.

Menurut Daryanto pula, hal tersebut juga bertujuan agar dalam mengelola jam'iyyah Banser memiliki tambahan jalan sehingga lebih istiqamah. "Mari kita serius dan saling menjaga amanah, agar kerja sama dan silaturahmi ini bisa langgeng dan tidak ada para pihak dirugikan. Gerakan kecil ini akan menjadi besar jika kita semua bisa menjaga amanah," tuturnya.

Jaringan, ujar Gatot menambahkan, harus dibuka dan dioptimalkan sinerginya supaya potensi-potensi seperti ekonomi dimiliki kader muda Nahdlatul Ulama (NU) bisa terhubung dan saling membantu.

Bagi pihak yang ingin membeli madu hutan Sumatera, bisa berkorespondensi melalui email bintangsakti99@gmail.com, menghubungi nomor 085292581234 atau di nomor 082377505585. (Disisi Saidi Fatah/Mahbib)



Foto: (Kiri-Kanan) Kasatkorcab Banser Purworejo Jawa Tengah Daryanto Kasatkorcab Banser Way Kanan Lampung Almukmin  sepakat bekerja sama amal usaha penjualan madu

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG