IMG-LOGO
Nasional

Tiga Madrasah Raih Penghargaan Sekolah Berintegritas

Rabu 23 Desember 2015 3:0 WIB
Bagikan:
Tiga Madrasah Raih Penghargaan Sekolah Berintegritas

Jakarta, NU Online
Ada tiga madrasah dari 503 sekolah yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai peraih penghargaan Sekolah Berintegritas dalam Ujian Nasional. Ketiga madrasah itu adalah MTsN 1 Malang Jawa Timur,  MAN 2 Amuntai Kalsel, dan MAN Insan Cendekia Bone Bolango Gorontalo.
<>
Presiden Joko Widodo juga memberikan apresiasi kepada 503 Kepala Sekolah tersebut. Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya kejujuran dan nilai-nilai integritas. 

“Kejujuran adalah nilai fundamental, nilai dasar dalam membangun karakter bangsa,” ujar Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/12) pagi sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Menurut Presiden, nilai-nilai integritas harus ditumbuhkan sejak dini kepada anak-anak. Rumah dan sekolah merupakan arena pembelajaran untuk mengenalkan dan mengembangkan nilai-nilai kejujuran dan integritas. Orang tua dan keluarga adalah lingkungan pertama di mana anak diperkenalkan dengan nilai-nilai integritas. Kemudian saat anak memasuki usia sekolah, ia juga belajar dari lingkungan sekolah dan lingkungan masyarakat.  
“Sekolah harus jadi zona kejujuran, zona integritas,” tegas Presiden Jokowi.

Sementara dalam laporannya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, ke-503 sekolah ini dipilih berdasarkan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) yang berhasil dipertahankan selama 6 tahun berturut-turut (2010 – 2015) dengan nilai antara 92 sampai 99. Meski demikian, Mendikbud Anies Baswedan menegaskan bahwa bukan berarti yang berintegritas hanya 503 ini saja, tapi masih ada puluhan ribu sekolah lainnya. Nantinya, sekolah berintegritas ini akan dipasangi plang agar masyarakat bisa mengetahui sekolah mana saja yang integritasnya tinggi dan prestasinya tinggi pula.

Kehadiran 503 kepala sekolah dari sekolah-sekolah dengan indeks integritas UN terbaik se-Indonesia ini, dikatakan Anies, menjadi salah satu bukti bahwa masih banyak sekolah yang memiliki integritas. Penilaian indeks integritas UN ini juga merupakan salah satu komponen penerjemahan revolusi mental yang menekankan bahwa prestasi tidak hanya prestasi akademik, tetapi juga prestasi kejujuran.

Di waktu dan tempat yang terpisah, Direktur Pendidikan Madrasah, M. Nur Kholis Setiawan, menyatakan senang. 

“Kami senang ada 3 Madrasah yang mendapat anugerah. Tiga madrasah tersebut merupakan indikator bahwa madrasah bisa menjadi lebih baik. Kami akan menjadikan tiga madrasah tersebut sebagai imam dalam gerakan revolusi mental melalui pelaksanaan UN,” ungkap M. Nur Kholis. Red: Mukafi Niam

Bagikan:
Rabu 23 Desember 2015 23:0 WIB
Mimih Haeruman Emban Plt Ketua Umum Pagar Nusa
Mimih Haeruman Emban Plt Ketua Umum Pagar Nusa

Jakarta, NU Online 
Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa melakukan serah terima jabatan Ketua Umum dari H Aizuddin Abdurrahman kepada Ajengan Mimih Hoiruman di Masjid An-Nahdlah, lantai 1 gedung PBNU, Jakarta pada Rabu (23/12).
<>
Aizuddin Abdurrahman merupakan ketua umum hasil kongres di Lamongan, Jawa Timur, pada tahun 2012. Seharusnya, ia memimpin sampai tahun 2017. Namun karena diangkat menjadi salah seorang ketua di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, terjadi kekosongan di Ketua Umum Pagar Nusa. Hasil rapat Pimpinan Pusat mengamanahkan kepada Mimih Haeruman. 

Serah terima ditandai dengan penyerahan jas putih Pagar Nusa Aizuddin kepada Mimim Haeruman yang disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PBNU KH Abdul Manan A Ghani, Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, dan beberapa Wakil Ketua PBNU Imam Pituduh dan Suadi Pranoto. 

Aizuddin berharap, peralihan antar waktu jabatan ketua umum tersebut akan menjadi lebih baik di bawah kepemimpinan Mimih. “Organisasi Pagar Nusa menjadi lebih baik, lebih besar sebgaimana dicita-citakan pendiri NU pada umumnya, dan pendiri Pagar Nusa pada khususnya,” katanya.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota Pagar Nusa yang memilihnya pada 2012. Serta memohon maaf tidak memimpin sampai selesai karena amanah barunya sebagai Ketua PBNU. 

Sementara Mimih Haeruman dalam sambutannya berjanji akan mengemban amanah sebagai Plt Ketua Umum Pagar Nusa. Dia berjanji akan mewakafkan jiwa dan raganya untuk membesarkan organisasi tersebut dan menjaga NU. 

Mengenai peralihan jabatan tersebut, Sekretaris Jenderal PSNU Pagar Nusa Muhammad Nabil Harun mengatakan, jabatan yang diemban Mimimh adalah Plt Ketua Umum karena bukan hasil kongres. (Abdullah Alawi)

Rabu 23 Desember 2015 19:3 WIB
Kang Said Sebut Catatan Akhir Tahun 2015 Indonesia
Kang Said Sebut Catatan Akhir Tahun 2015 Indonesia

Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengadakan jumpa pers dalam rangka muhasabah menjelang akhir tahun 2015 di Jakarta, Rabu (23/12) sore. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Kang Said) menyampaikan beberapa hal penting terkait kepemipinan nasional, instabilitas politik, toleransi, dan kerenggangan ikatan sosial.
<>
Menurut Kang Said, instabilitas politik merupakan cermin krisis kepemimpinan yang terjadi di dunia politik di Indonesia. Sementara keributan antarelit anggota dewan perwakilan rakyat menjadi tontonan tidak elok di tengah masyarakat.

“Mereka gaduh sendiri. Krisis kepemimpinan ini menandai kegagalan parpol dalam melakukan kaderisasi internal,” ujar Kang Said di auditorium Gedung PBNU lantai delapan, Jakarta Pusat.

Kang Said juga memberikan catatan perihal kehidupan beragama di Indonesia pada 2015. Ia menyebut kasus intoleransi di Aceh Singkil dan Tolikara. “Sangat disayangkan dua kasus ini terjadi,” ujar Kang Said.

Ia juga mengajak insan media untuk memberitakan kehidupan toleransi beragama. Menurutnya, kehidupan masyarakat beragama yang damai perlu diberitakan.

“Jangan hanya kasus kekerasan dan gesekan antarumat beragama saja yang dimuat. Warga NU kalau istighotsah atau sholawatan itu bisa berjumlah 2000 orang. Bubar dari sana, tidak ada satu pot pun pecah,” kata Kang Said.

Pasalnya, NU dan pesantren tidak pernah berhenti mengajarkan akhlak beragama dan etika dakwah sehingga tidak menyinggung perasaan agama lain atau tradisi suku-suku tertentu di Indonesia, tandas Kang Said.

Pertemuan ini ditutup dengan dialog antara beberapa insan pers dan Kang Said. (Alhafiz K)

Rabu 23 Desember 2015 17:0 WIB
Polda Metro Jaya Minta Dukungan NU Amankan Jakarta
Polda Metro Jaya Minta Dukungan NU Amankan Jakarta

Jakarta, NU Online 
Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya bersilaturahim ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Rombongan mereka diterima di gedung PBNU, Jakarta, Rabu sore (23/22) oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang ditemani Ketua PBNU H Masrsudi Syuhud, Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini, Bendahara PBNU H Bina Suhendra.
<>
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Drs. Tito Karnavian mengatakan, tujuan kepolisian mendatangi PBNU adalah meminta dukungan NU untuk keamanan ibu kota Jakarta menjelang 2 perayaan hari besar yaitu Maulid Nabi Muhammad SAW pada 24 Desember dan Natal pada 25 Desember. Kemudian disusul pergantian tahun. 

“Kepolisian tak bisa kerja sendiri, perlu dukungan NU yang pengaruhnya sangat luas di masyarakat. Kita meminta dukungan PBNU, mengamankan Jakarta,” katanya.

Menurut dia, kepolisian merangkul segenap elemen dari mulai TNI sampai ormas. Tahun ini sangat unik karena ada peringatan hari besar umat Islam dan Kristen yang berdekatan. “Semoga lancar. Kita yakin jika bekerja sama, lebih khusus dengan NU, kita yakin akan lancar,” lanjutnya.

NU, tambah dia, sangat besar pengaruhnya di masyarakat dan memiliki jaringan luas ke beragam kalangan. 

KH Said Aqil Siroj mengatakan, NU sangat memercayai Kepolisian dalam menjaga keamanan dalam pergantian tahun ini. (Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG