IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

PCNU Padang Ingatkan Nahdliyin Lakukan Pembinaan Anggota Keluarga

Kamis 24 Desember 2015 16:02 WIB
PCNU Padang Ingatkan Nahdliyin Lakukan Pembinaan Anggota Keluarga

Padang, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Padang Yultel Ardi mengingatkan setiap keluarga nahdliyin agar melakukan pembinaan yang lebih intens terhadap anggota keluarga. Jika melihat gejala yang berbeda dari sebelumnya, orangtua jangan tinggal diam.<>

Hal itu diungkapkan Yultel Ardi saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1437 H, yang diadakan PCNU Kota Padang di masjid Raya Taqrib Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Rabu (23/12/2015) malam. Tampil sebagai penceramah Mustasyar PWNU Sumatera Barat Prof Asassriwarni.

Menurut Yultel, gejala yang berbeda dari sebelumnya dapat terjadi karena seseorang mulai kecanduan narkoba, minuman keras, terlibat pergaulan bebas, perjudian maupun melakukan tindak kekerasan. 

"Selain itu, dalam cara beribadah dan sikapnya terhadap amaliyah yang berbeda juga perlu diwaspadai. Mana tahu anggota keluarga mulai terpengaruh oleh paham-paham keagamaan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah. Salah satunya paham keagamaan yang cenderung radikal dan mengafirkan umat Islam sendiri," kata Yultel yang juga alumni Pondok Pesantren Ringan-Ringan Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman.

Ditambahkan Yultel, padahal Islam itu agama yang penuh cinta damai, jauh dari sikap radikal. "Kita harus bentengi anggota keluarga dari paham keagamaan yang merusak citra Islam sendiri. Bila keluarga kuat dan cepat mengantisipasi kejanggalan sikap dan perilaku anggota keluarganya, Insya Allah generasi muda nahdliyin akan selamat dari hal yang merusak dirinya," kata Yulltel.

Terkait dengan momen tahun baru, jangan sampai mengganggu pelaksanaan ibadah agama lain. NU Kota Padang mengingatkan, jangan ganggu umat agama lain dalam menjalankan ibadahnya di tahun baru ini. "Masyarakat pun diminta jangan mudah terpancing dengan isu-isu murahan yang sengaja memprovokasi masyarakat untuk bertindak anarkis atas nama agama," kata Yultel menambahkan. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Bagikan:
IMG
IMG