IMG-LOGO
Trending Now:
Daerah

PCI NU Mesir adakan NU Games I

Jumat 10 Maret 2006 14:33 WIB
Bagikan:
PCI NU Mesir adakan NU Games I

Mesir, NU Online

Mulai 7 maret, hingga, 9 maret 2006 kemarin, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Mesir, menggelar Pertandingan Olahraga: NU Games I. Event ini merupakan yang pertamakalinya dalam sejarah kepengurusan PCINU Mesir. Kejuaraan yang bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Madrasah ini, dibuka langsung oleh Ketua Tanfidziah PCINU Mesir, M. Faiz Syukran Makmun, Lc, Selasa siang, 7 Maret. Dalam NU Games kali ini, ada lima cabang olahraga yang dipertandingkan: sepak bola (khusus putra) dan bola voli (putra-putri), kasti (khusus putri) dan catur (putra-putri), serta tenis meja (putra-putri).

<>

Peserta NU Games terdiri dari warga dan simpatisan NU dari empat angkatan kaderisasi: OPABA (Orientasi Penerimaan Anggota Baru): Angkatan Muashir (2003), Angkatan Paradise (2004), Angkatan Sapu Jagad (2005), dan Angkatan al-Mustawa (2006).

Walaupun bersamaan dengan hujan debu yang cukup parah, acara pembukaan NU Games I, yang bertemakan: Dalam Keakraban Ada Kebersamaan ini, berlangsung sangat meriah dan sama sekali tidak menyurutkan semangat peserta dan penonton. Tepat pukul dua siang waktu Kairo (14.00), Ketua Tanfidziah NU Mesir, M. Faiz Syukran Makmun resmi membuka event ini, dengan ditandai penyalaan obor dan pembacaan ikrar siap bermain sportif dan fair play.

Warga NU dari berbagai generasi nampak hadir dan sangat antusias menyambut pembukaan kejuaraan ini. "Bravo buat Lembaga Kaderisasi Nahdlatul Ulama (LKNU) yang telah sukses mengadakan acara NU Games. kalau bisa acara inimenjadi acara rutin tahunan PCINU Mesir.

"Warga NU jangan hanya maju didiskusi dan dzikiran saja, tapi juga harus maju dalam olahraganya," komentar salah seorang peserta.

Sementara dalam sambutannya, Faiz Syukran Makmun, Lc, menyatakan kekagetannya, dan tak menyangka acaranya ternyata bisa semeriah ini. "Sungguh diluar dugaan. Saya sangat terharu dan bangga atas partisipasi seluruh warga NU. Acara ini diadakan dalam rangka merawat dan menjaga semangat ukhuwah antarkader NU," katanya.

Menurut Saiful Amar, Ketua Panitia Pelaksana NU Games I, event ini akan ditutup hari Sabtu besok, 11 Maret, pukul 17.00 (waktu Kairo), di Gedung Griya Jateng. Acara penutupan akan dimeriahkan dengan hiburan oleh group Hadhrah Lembaga Seni Budaya Nahdlatul Ulama (LSBNU), selanjutnya ditutup dengan acara Istighatsah (doa bersama) dan Khataman al-Qur'an oleh Hufadz NU (orang-orang yang hapal al-Qur'an) yang tergabung dalam Badan Otonom Tarekat Muktabarah Nahdlatul Ulama (BO. Tarekat). Sampai berita ini diturunkan, posisi pengumpul medali emas terbanyak masih di pegang Tim Paradise.

Pengirim : Aang Asy'ari myaang@yahoo.com 

(Alf)
    

Bagikan:
Ahad 26 Februari 2006 13:10 WIB
Puluhan Ribu Warga Hadiri Khaul Akbar Istri Nabi Muhammad
Puluhan Ribu Warga Hadiri Khaul Akbar Istri Nabi Muhammad

Pekalongan, NU Online
Puluhan ribu umat Islam dari beberapa daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, menghadiri acara Khaul Akbar istri Nabi Muhammad SAW, Siti Khodijah Al Kubro, yang diselenggarakan di lapangan Mataram Kota Pekalongan, Minggu (26/2).

Mereka yang hadir pada acara tersebut ada yang sempat bermalam di kota batik itu. Mereka yang datang Sabtu (25/2) malam menjadikan rumah penduduk --yang berada di sekitar lokasi-- sebagai tempat penginapan.

<>

Acara Khaul Akbar yang dihadiri ratusan kiai dari Jateng, Jabar, dan Jatim ini juga mendatangkan Habib Umar bin Salim dari Yaman.

Khaul Akbar ini dimulai dengan acara istighosah yang dipimpin oleh KH Ahmad Aslori Al Ishaqi dari Jatim, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin dan manaqip yang dilakukan oleh para santri Pondok Pesantren Al Fitrah, Kedinding, Jatim.

Seusai manaqip, acara Khaul Akbar dan Zikir ini kemudian dilanjutkan lagi dengan tahlil Akbar dan Maulidin Rosul yang dilakukan oleh 15 santri dari Ponpes Al Fitrah.

Panitia Humas Haflah Dzikir dan Acara Khaul Akbar Syayiddatina Siti Khodijah, Ngisom Kholil mengatakan, maksud diselenggarakannya acara ini untuk mengirimkan doa terhadap istri Nabi Muhammad SAW, para sesepuh/ulama yang telah berjuang dalam menyiarkan agama Islam yang telah meninggal dunia.

Selain itu, lanjut dia, Khaul Akbar juga bertujuan untuk mendoakan keselamatan dan kesejahteraan bangsa Indonesia agar terhindar dari bentuk malapetaka dan para pemimpin bangsa untuk berjuang di jalan yang benar.

"Acara ini akan terus diperingati dalam setiap tahunnya di bulan Muharam dengan tempat yang selalu berbeda," katanya.

Sampai berita ini diturunkan, puluhan ribu warga dengan antusias dan khikmad masih mengikuti acara khaul Akbar tersebut dengan tertib. (ant/mkf)

Ahad 19 Februari 2006 20:41 WIB
Empat Pemuda Suku "Kubu" Gagal Masuk Santri di Jakarta
Empat Pemuda Suku

Jambi, NU Online
Empat pemuda suku anak dalam (SAD) mualaf atau dikenal suku "Kubu" di Jambi gagal menjadi calon santri pada salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Jakarta, karena terbentur dana.

Budhi Vrihasphati Jauhari, salah seorang tokoh pemuda/pembina suku "Kubu" di Kabupaten Merangin dan Sarolangun, Provinsi Jambi mengatakan, Minggu empat calon santri anak dari kelompok SAD Taman Nasional Bukit Dua Belas (TNBD) Sarolangun itu meminta bantuan pemerintah setempat agar mereka bisa memperdalam pendidikan agama Islam di Ponpes Jakarta.

<>

Habitat suku "Kubu" di TNBD selama ini pecaya pada Tuhan Yang Maha Esa dengan menyembah benda-benda (Animisme) seperti batu, goa, dan pohon kayu besar saat ini telah banyak memeluk agama Islam dan menyadari hidup di hutan kian sulit dipertahankan, karena hutan telah rusak dan gundul akibat eksploitasi dan penebangan liar.

Suku Kubu diperkirakan mencapai 2.000 jiwa masih hidup dan mengembara berpindah-pindah di hutan TNBD, belum mengenal budaya, agama dan hidup bermasyarakat.

Sejumlah LSM pemberdayaan SAD selama ini melakukan pembinaan memelihara dan mempertahankan hutan dari ancaman penebangan liar serta mendidik dan mengajar mereka bisa membaca dan berhitung dan belajar agama Islam.

Musholah dan langgar di kawasan TNBD telah dibangun bagi mereka untuk belajar membaca dan memperdalam agama Islam, tapi terkendala tenaga guru.

Budhi mengakui, pemerintah kabupaten dan provinsi Jambi kurang perhatian terhadap pembinaan dan pendidikan suku "Kubu" sehingga masih terkesan mereka seperti warga negara "kelas dua" dan hidup dibawah garis kemiskinan. (Ant/mkf)


 

Rabu 15 Februari 2006 12:25 WIB
Mustasyar PWNU Jabar H. Acep Sugandi bin H. Mughni Meninggal
Mustasyar PWNU Jabar H. Acep Sugandi bin H. Mughni Meninggal

Jakarta, NU Online
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiuun, salah satu mustayar PWNU Jawa Barat H. Acep Sugandi bin H. Mughni berpulang ke rahmatullah di rumah sakit Hasan Sadikin Bandung pada Selasa (14/2) sekitar pukul 09.30 WIB. Almarhum yang wafat dalam usia 63 tahun tersebut sebelumnya telah dirawat selama empat puluh hari di RS tersebut.

Jenazah diberangkatkan dari rumah sakit menuju kediamannya di Jl. Teruan Kiaracondong 475 Bandung. Tepat pukul 13.15 WIB almarhum dilepas secara resmi oleh KH Habib Syarif Muhammad selaku keluarga, KH Hafidz Utsman atas nama PWNU Jabar sekaligus Ketua MUI Jabar serta Wakil Gubernur Jabar Drs. H. Nu’man Abdul Hakim. Jenazah dikebumikan ke komplek pemakaman keluarga Kp. Jati Kiaracondong Bandung. Para ulama, kyai, teman perjuangan di NU sampai dengan pejabat pemerintah mengikuti prosesi pemakaman tersebut.

<>

Menurut penuturan puterinya, Teh Yuyun, almarhum dirawat kurang lebih empat puluh hari akibat gangguan kencing. Selama itu, almarhum tidak pernah berkeluh kesah dan tetap tegar. Bahkan kepada sahabatnya, KH Habib Syarif, ia pernah berpesan. ”Saya masih siap berjuang untuk NU,” tandas teh Yuyun.

Yuyun juga menjelaskan, Selasa pagi sebelum meninggal dunia, almarhum sempat meminta untuk dibawakan bekal pulang kepada mantunya Kang Wawan, namun tidak tahu yang dimaksud bekal apa. Tak lama kemudian ia meninggal dengan mengucapkan Allahu Akbar.

Semasa hidupnya, almarhum yang juga sahabat KH Abdurrahman Wahid dan sering memprakarsai berbagai pertemuan dengan para ulama. Kepada masyarakat sekitarnya yang kurang mampu, ia sering memberikan shodakoh. Tak heran mereka yang merasa dekat sangat kehilangan.

Almarhum meninggalkan seorang istri dan lima orang anak yaitu Popy, Aa, Yuyun, Keukeu dan Irwan.

Kontributor Bandung : Udin

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG