Gus Syaikhul Minta Lapindo Hentikan Rencana Pengeboran di Tanggulangin

, Gus Syaikhul Minta Lapindo Hentikan Rencana Pengeboran di Tanggulangin
, Gus Syaikhul Minta Lapindo Hentikan Rencana Pengeboran di Tanggulangin

Sidoarjo, NU Online
Komisi VII DPR RI yang membidangi energi, sumber daya mineral, ristek dan dikti, Syaikhul Islam Ali meminta Lapindo Brantas Inc untuk menghentikan rencana pengeboran gas dan minyak di sumur Tanggulangin I desa Kedungbanteng Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo. Menurut Syaikhul, pengeboran harus jauh dari pemukiman warga.
<>
"Jangan ngebor di situ karena dalam Industri Migas sesuatu yang sangat dihindari. Jarak 10-20 meter dari perkampungan warga harus dihindari. Karena sangat mengutamakan safety. Jadi harus dihentikan. Selain dekat dengan warga juga dekat dengan semburan lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo," tegas Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, Senin (11/1).

Menurutnya, dalam proses pengeboran harus ada izin dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat, izin dengan SKK Migas (rencana kerja dan anggaran), ada juga izin keselamatan pengeboran dari Dirjen ESDM.

"Sementara Lapindo ini bermasalah di ketiganya. Pertama izin lama dan belum dievaluasi oleh Lapindo. Ada izinnya, tapi itu izin lama. Kita juga harus melihat dampaknya yang pernah terjadi sebelumnya. SKK Migas juga menggunakan izin lama. Terus khusus izin dari Dirjen Migas ternyata belum ada izinnya," ungkap putra pemangku pesantre Bumi Sholawat itu.

Gus Syaikhul menjelaskan bahwa peristiwa semburan lumpur Lapindo itu membawa dampak luar biasa bagi masyarakat Sidoarjo. Untuk itu, sebelum dilakukan pengeboran kembali harus dievaluasi dan dikaji ulang izinnya.

Ia sebelumnya juga pernah mengirimkan surat kepada Kepala satuan kerja khusus pelaksana kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi, Kamis 7 Januari 2016.

Surat yang bernomor 001//A.63/DPR-RI/V/2016 itu tertulis bahwa Komisi VII dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta kejelasan terhadap rencana pengeboran sumur di Tanggulangin I oleh pihak Lapindo Brantas Inc di Desa Kedungbanteng Tanggulangin Sidoarjo.

"Kami mengklarifikasi izin kepada SKK Migas, terkait semua perizinan yang dimiliki Lapindo. Karena menurut Lapindo mereka disuruh SKK Migas. Blok Brantas luas, jangan mengebor di daerah berbahaya. Cari di sana yang jauh dari pemukiman warga. Lapindo kan punya lokasi pengeboran selain di Sidoarjo?" cetusnya.

Lebih jauh Gus Syaikhul menyebutkan, terkadang daerah tidak bisa menolak kalau perizinannya turun dan sudah lengkap. Pasalnya, daerah juga tidak mau dianggap menghambat investor. Namun, di sisi lain SKK Migas tidak harus memperhatikan perizinan di atas meja saja. Tetapi, juga melihat kondisi di luar sana.

Semua pihak harus mengambil pelajaran terkait semburan Lumpur Lapindo di Porong Sidoarjo, baik SKK Migas, Pemkab Sidoarjo maupun warga Sidoarjo Itu lebih dari cukup kerugian, baik materil maupun immateril. Sekarang juga masih belum selesai.

"Pertama, manusia harus diperioritaskan dari pada sekadar mengeruk sumber daya alam. Jadi kalau masyarakat menolak, itu artinya harus dilihat sebagai aspirasi, bukan direpresi dengan polisi dan tentara. Kedua, benefitnya untuk Sidoarjo tidak banyak. Ini jadi persoalan, karena itu sebagai uang jajan saja dari Lapindo dan besarannya tidak pasti sangat kecil sekali. Sementara risikonya sangat besar dengan kerugian sangat besar," ujarnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

BNI Mobile