IMG-LOGO
Daerah

Pabedes Tolak Rencana Larangan Operasi Bentor di Jombang


Selasa 12 Januari 2016 16:03 WIB
Bagikan:
Pabedes Tolak Rencana Larangan Operasi Bentor di Jombang

Jombang, NU Online
Ratusan pengemudi becak motor (Bentor) yang tergabung dalam Paguyuban Becak Diesel (Pabedes) berunjuk rasa di kantor DPRD Jombang, senin (11/1). Kedatangan mereka untuk menolak rencana larangan operasi bentor, lantaran pekerjaan tersebut merupakan sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.<>

Di depan DPRD, mereka memadatai jalan raya dengan membawa poster berisikan tuntutan larangan beroperasi. Mereka juga menggelar teatrikal ala topeng yang membawa pisang sebagai simbol penolakan terhadap kebijakan pemerintah kabupaten (Pemkab) setempat.

Ketua Pabedes, Yulianto dalam orasinya menegaskan bahwa aksi massa yang dilakukan merupakan bentuk protes terhadap rencana larangan operasi bagi bentor. Aturan tersebut dianggap merugikan dan menghambat aktivitas penghasilan mereka. ’’Jika becak diesel dilarang, kami makan apa. Belum lagi kebutuhan membayar sekolah anak. Kami minta Polisi dan pemkab mengambil langkah bijak. Kami satu kata menolak pelarangan becak mesin,’’ tegasnya.

Ia menambahkan, selama ini keberadan bentor belum ada kecelakaan yang dipicu olehnya, namun fakta yang terjadi sebaliknya, diperbolehkannya angkutan umum menerobos jalur ‘T’, padahal kebijakannya angkutan umum tidak boleh masuk jalur tersebut.

"Bukan itu saja, kami juga mempertanyakan maraknya praktik sekolah mengemudi di jalan raya yang membahayakan pengguna jalan lain tapi dibiarkan. Sementara becak mesin yang beroperasi dan relatif aman malah dilarang,’’ tambahnya. 

Dengan fakta tersebut, Yulianto meminta Pemkab Jombang agar tidak diskriminatif dalam mengeluarkan keputusan.

Belum adanya kesatuan pendapat dari hasil koordinasi anggota legislatif sebelumnya, Yulianto mengaku tidak puas. ”Ini memang persoalan lama, dan terakhir selalu seperti ini. Jelas kami belum puas atas keputusan ini. Seharusnya tidak dibuat mengambang seperti ini. Kalau memang dilarang, kami diberikan solusi untuk melakukan apa,” tukasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Bagikan:
IMG
IMG