IMG-LOGO
Daerah

MI Hidayatul Ula Gelar Lomba Lukis dan Kaligrafi

Rabu 13 Januari 2016 16:3 WIB
Bagikan:
MI Hidayatul Ula Gelar Lomba Lukis dan Kaligrafi

Probolinggo, NU Online
Madrasah Ibtida’iyah (MI) Hidayatul Ula di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo menggelar lomba lukis dan kaligrafi, Rabu (13/1). Lomba yang diikuti rutin setiap tahun ini wajib diikuti oleh seluruh siswa.<> 

Lomba lukis dan kaligrafi ini dibagi menjadi dua kategori. Yakni, perlombaan kelas atas dan bawah. Kelas bawah diikuti 77 siswa dari kelas 1 hingga 3. Sementara kelas atas diikuti 74 siswa dari kelas 4 hingga 6.

“Perlombaan ini diadakan dalam rangka untuk mengasah kemampuan, minat dan bakat siswa. Karena tanpa ada wadah dan medianya, kemampuan, minat dan bakat anak akan nampak dan terasah,” kata Kepala MI Hidayatul Ula Musyarofah Ubaidi.

Wakil Sekretaris Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Probolinggo ini menjelaskan bahwa penilaian lomba kaligrafi difokuskan kepada kerapian, kebersihan dan tulisan. Sementara untuk kriteria lomba lukis dititikberatkan kepada kerapian, kebersihan, dan keasliannya.

“Melalui perlombaan ini kami berharap ke depan akan muncul murid berprestasi di tingkat Kota Probolinggo maupun Provinsi Jawa Timur. Bahwa murid MI Hidayatul Ula akan diwarnai oleh anak-anak berprestasi tidak hanya akademik tapi juga nonakademik,” harapnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Bagikan:
Rabu 13 Januari 2016 23:1 WIB
LPBI Jatim Buka Donor Darah di Unisma Akhir Pekan
LPBI Jatim Buka Donor Darah di Unisma Akhir Pekan

Surabaya, NU Online
Social Emergency Response (SER) Pengurus Wilayah Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim (PW LPBI) NU Jawa Timur akan mengelar aksi donor darah di Universitas Islam Malang. Aksi sosial yang akan dilansungkan pada Sabtu (16/1) ini diadakan antara lain memeriahkan Lustrum Ke-7 kampus setempat.
<>
"Perkiraan kegiatan ini akan diikuti sekitar dua ratus orang pedonor," kata Ketua SER LPBI Jatim Hasan Muhdlor, Rabu (13/1).

Jumlah peserta donor terdiri atas kalangan akademisi, mahasiswa, karyawan serta masyarakat sekitar kampus.

"Donor darah sebagai bagian dari kepedulian atas semakin dibutuhkannya darah bagi sejumlah pasien," kata Gus Muhdhor.

Ketersediaan darah di berbagai rumah sakit termasuk Palang Merah Indonesia (PMI) kian menipis, lanjutnya.

Sebagai apresiasi, panitia telah menyediakan suvenir kepada pedonor yang berkenan hadir dan berpartisipasi pada kegiatan ini. "Pemberian cenderamata tidak seberapa dibanding sumbangsih yang diberikan para pedonor," kata Gus Muhdhor.

Ia berharap, aksi ini diikuti oleh banyak orang. "Siapa saja yang sedang berada di sekitar kampus dapat bergabung. Ini demi kemanusiaan," sergahnya.

Syarat untuk bisa ikut kegiatan ini cukup mudah. "Berat badan para pedonor harus di atas 48 kilo gram," terangnya. Usianya juga harus di atas 17 tahun. Dengan kemudahan dan besarnya manfaat dari acara ini, aksi ini diharapkan dapat menarik lebih banyak peserta.

"Jihad dan sedekah terbesar saat ini yang sangat dibutuhkan banyak pasien adalah darah. Karenanya, silakan bergabung demi kebaikan dan kemanfaatan bersama," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Rabu 13 Januari 2016 21:30 WIB
Kopri Komisariat STFI Sadra Bedah Film “Samin vs Semen”
Kopri Komisariat STFI Sadra Bedah Film “Samin vs Semen”

Jakarta, NU Online
Korps Pergerakan Mahasiswa PMII Putri (Kopri) Komisariat STFI Sadra melakukan diskusi dan bedah Film “Samin vs Semen” di Jakarta pada Jum’at (08/01).
<>
Film dokumenter yang berdurasi 39 menit 26 detik karya Dandhy Laksono ini menceritakan mengenai perlawanan orang-orang Samin terkait dengan pendirian PT Semen Gresik Indonesia dan Indocement Group, di Pati Jawa Tengah. 

Dalam film tersebut dikaji bahwa alasan masyarakat Samin menolak adanya pendirian pabrik ini adalah demi kelangsungan kehidupan warga masyarakat yang mayoritas menggantungkan kehidupan mereka dengan bertani. Jika pabrik semen ini berdiri dikhawatirkan akan merusak sistem tanah dan perairan di daerah mereka dan tentu ini akan menjadi permasalahan di kemudian hari.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang peserta mengungkapkan bahwa pembangunan di Indonesia haruslah memerhatikan nilai-nilai kearifan lokal. 

Yang juga menjadi perhatian dalam kasus ini adalah perjuangan perempuan dalam menyampaikan aspirasinya. Aspirasi yang diteriakkan para perempuan Samin ini menganalogikan bahwa hasil pertanian mereka ibarat ibu bagi mereka yang memberikan kehidupan untuk mereka dan anak cucu di kemudian hari. Inilah yang mereka sebut dengan tanah sebagai ibu pertiwi. Mengutip dari pesan yang disampaikan oleh perempuan Samin ”dhuwek kenek enthek tapi lek lemah yo ora” yang artinya uang bisa habis, tapi tidak untuk tanah. Mereka mempertahankan tanah mereka karena sesuai dengan dasar pemikiran mereka yaitu “kudhu weruh duwe’e dewe” yang artinya kita harus mengetahui apa yang kita miliki. (Della/Mukafi Niam)

Rabu 13 Januari 2016 21:0 WIB
PCNU Bondowoso Siap Gelar Konfercab Ke-22
PCNU Bondowoso Siap Gelar Konfercab Ke-22

Bondowoso, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur akan mengadakan konferensi ke-22. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu tanggal 16 Januari 2016. Kegiatan itu akan melibatkan seluruh pengurus cabang, MWCNU, sampai ranting.
<>
Konfercab bertema “Aktualisasi peran jam'iyah membumikan Islam Nusantara demi kokohnya NKRI” tersebut akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurut Tholabah Dusun Bunder, Krajan, Desa Pancoran Rt 17, Rw 03, Kecamatan Bondowoso.

Sekeretaris Panitia Konferensi NU ke-22 Ustdz Misyono menjelaskan kegiatan itu akan diikuti perwakilan 239 Ranting NU dan 23 MWCNU. “Tingkat ranting itu hanya sebagai peninjau saja dan untuk MWCNU sebagai peserta penuh," ungksp Ustdz Misyono di kantor PCNU Bondowoso Selasa (12/1) sore.

Misyono mengatakan, hingga kini, kesiapan konfercab telah mencapai sembilan puluh persen. Dengan kesiapan seperti itu, ia berharap konferensi berjalan dengan lancar sesuai dengan agenda-agenda. Tidak hanya itu, juga berharap perserta fokus untuk berbicara program NU ke depan.

“Konfercab ini tidak terfokus suksesi atau pemilihan pengurus karena tantangan ke depan semakin berat, yang perlu mendapat perhatian khusus adalah di program-program NU,” jelasnya.

Pantauan NU Online, menjelang konfercab telah diwarnai dengan baliho ucapan selamat dan sukses dari berbagai partai, lembaga NU, banom NU, sampai MWCNU. Ucapan-ucapan itu terpasang di sudut-sudut jalan menuju kota Bondowoso.

Konferensi tersebut akan dihadiri perwakilan pondok pesantren se-Kabupaten Bondowoso, Rais ‘Aam PBNU KH Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil A., Wakil Gubernur Jawa Timur H. Saifullah Yusuf, Bupati Bondowoso Amin Said Husni, Wakil Bupati Bondowoso Salwa Arifin, Ketua DPRD H. Ahmad Dafir. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG