Saring Buku Penyebaran Paham Radikalisme Agama di Sekolah

Saring Buku Penyebaran Paham Radikalisme Agama di Sekolah
Jakarta, NU Online 
Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Benny Rhamdany meminta negara melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk melakukan penyaringan terhadap penyebaran buku-buku yang bermuatan penyebaran paham radikalisme agama. 

Penyaringan tersebut, menurut Benny, dilakukan dengan integratif, paling tidak antara Kemendikbud, penegak hukum, Kementerian Komunikasi dan Informatika, dan masyarakat. 

Dia menyampaikan hal itu di Cikini, Jakarta, Jumat (23/1) setelah GP Ansor menemukan buku bacaan untuk anak usia dini di Depok, Jawa Barat, yang mengandung unsur-unsur radikalisme dan terorisme. Di buku tersebut ada kalimat “Selesai-raih-bantai-kiai.”

Atas kejadian tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Surat Edaran Pelarangan Bahan Ajar PAUD mengandung unsur kekerasan.

Surat Edaran Nomor 109/C.C2/DU/2016 tersebut dikeluarkan hari ini, Kamis (21/1/2016), dan ditandatangani oleh Dirjen PAUD dan Dikmas Harris Iskandar.

“Kita mau kecolongan berapa kali lagi? Sebelumnya pernah beredar buku yang serupa dan bahkan pernah yang berbau pornografi,” katanya. 

Ia menyadari instrumen Kemendiknas hanya sampai kecamatan dan dengan personil terbatas. Karenanya perlu peran serta masyarakat diwakili ormas keagamaan, pemuda, dan lain-lain. “Tawaran kita bikin MoU penegak hukum, kementerian pendidikan, dengan masyarakat untuk melakuakan pengawasan buku-buku seperti itu. (Ula)

BNI Mobile