IMG-LOGO
Daerah

Gus Durian Yogyakarta Luncurkan Majalah Santri Gus Dur

Sabtu 23 Januari 2016 21:4 WIB
Bagikan:
Gus Durian Yogyakarta Luncurkan Majalah Santri Gus Dur
Yogyakarta, NU Online
Komunitas Gus Durian Yogyakarta meluncurkan Majalah Santri Gus Dur di Pendopo Hijau Yayasan LKiS, Sorowajan, Yogyakarta, Jum'at (22/1) malam. Penerbitan majalah ini didorong oleh kehendak untuk memasyarakatkan pemikiran-pemikiran Gus Dur.

Pimpinan redaksi Agung Hidayat mengatakan, acara peluncuran ini adalah "sempalan" dari agenda rutinan Kajian Bulanan Gus Durian Jogja (KBGJ). "Karenanya, kami sebenarnya hanya numpang pada kegiatan rutinan malam ini" katanya.

Majalah ini, lanjutnya, berangkat dari motivasi sederhana, ikhtiar kami untuk turut menyebarluaskan pemikiran Gus Dur. Untuk majalah edisi pertama ini kami mengusung tema Pribumisasi Islam karena memang majalah ini memuat pemikiran Gus Dur.

"Jadi alangkah baiknya jika tema ini berangkat dari pemikirian Gus Dur pula. Selain itu majalah Santri Gus Dur juga sudah barang tentu memuat rubrik-rubrik lainnya yang menunjang pembaca dapat lebih menikmati dalam membaca pemikiran Gus Dur," ungkapnya.

Ditanya soal publikasi majalah Santri Gus Dur, Agung mengatakan, majalah yang notabene formatnya digital ini dapat diunduh secara gratis di situs santrigusdur.com. Majalah Santri Gus Dur ini juga hadir dalam bentuk dwi bahasa.

Ia berharap kehadiran majalah ini dapat melengkapi khazanah bagi semua kalangan yang ingin tahu tentang Gus Dur.

Majalah ini ke depannya akan hadir dengan tema-tema yang menarik. (Anwar Kurniawan/Alhafiz K)

Bagikan:
Sabtu 23 Januari 2016 19:3 WIB
Arti Penting Atribut Organisasi untuk Dukung Syiar
Arti Penting Atribut Organisasi untuk Dukung Syiar
Pringsewu, NU Online
Pemasangan atribut organisasi seperti bendera, umbul umbul, spanduk dan sejenisnya sangat mendukung dalam memberikan syiar terhadap eksistensi sebuah kegiatan organisasi yang dilakukan oleh organisasi tersebut.

"Dizaman ini sering ditemukan banyak organisasi kecil yang memiliki sedikit anggota namun terkesan besar dan berpengaruh dikarenakan gencar dalam menunjukkan identitas diri dengan memasang atribut organisasi," kata Wakil Katib Syuriyah PCNU Pringsewu, Muhammad Haris, Kamis (22/2).

Ustadz Haris yang sering memberikan ceramah pada kegiatan-kegiatan pengajian akbar ini sering menjumpai pengajian yang dilaksanakan oleh warga NU dan dihadiri oleh ribuan orang namun minim atribut bendera dan spanduk. Sementara, lanjutnya, beberapa organisasi kecil yang melaksanakan kegiatan dalam sekup kecil dapat terkesan besar dan meriah dikarenakan atribut yang terpasang di setiap sudut tempat.

"Tidak hanya dalam bentuk bendera dan spanduk kegiatan saja. Keberadaan plang dengan logo NU di pinggir jalan dimana di situ merupakan pengurus NU juga dapat memberikan kesan positif dari masyarakat tentang kiprah NU," tambah dai muda Kabupaten Pringsewu ini.

Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi langkah yang akan dilaksanakan oleh PCNU untuk memasang plang kepengurusan NU baik di tingkat MWC sampai dengan Ranting NU. "Disamping program ini merupakan amanat Musyawarah Kerja Cabang yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, program ini juga akan semakin menyiarkan NU di Kabupaten Pringsewu," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Sabtu 23 Januari 2016 18:3 WIB
NU Surabaya Optimis Hadapi MEA
NU Surabaya Optimis Hadapi MEA
H Ahmad Muhibbin Zuhri
Surabaya, NU Online
Baru saja dilantik, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya, Jumat (22/1) harus menghadapi tantangan globalisasi, apalagi mulai tahun ini Indonesia memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dalam menghadapi itu, PCNU Surabaya menyerukan kepada warga Surabaya “Ayo bangkit hadapi MEA dengan optimis”.

"Strategi untuk menghadapi MEA, kita akan mengembangkan kelompok usaha anak negeri dengan cara meningkatkan kualitas Usaha Kecil Menengah (UKM)," kata H Ahmad Muhibbin Zuhri, Ketua PCNU Surabaya.

UKM di Surabaya harus berkembang supaya pemberdayaan ekonomi NU berjalan. "Ke depan, NU wajib memperkuat perannya di tengah-tengah masyarakat," kata Muhibbin di sela pelantikan PCNU Surabaya di Dyandra Convention Center Surabaya

Menurutnya, NU harus konsistensi dengan kualitas perekonomian dan pendidikan secara terus-menerus sehingga tidak kehilangan kepercayaan diri di tengah masyarakat.

Di Surabaya terdapat 252 pimpinan ranting dan MWCNU se-Surabaya, Direktur Museum NU itu meminta untuk terus berinovasi menjalankan programnya, termasuk eksistensinya di unit usaha dengan harapan meningkatkan perekonomian.

NU Surabaya, lanjut dia, ingin mengomunikasikan dengan berbagai pihak, mulai pemerintah, pemangku jabatan maupun seluruh lapisan masyarakat demi terlaksananya pemberdayaan ekonomi warga.

"NU adalah salah satu organisasi sosial keagamaan sehingga pada sisi sosial bisa bekerja sama dengan lintas apapun, termasuk tokoh agama lain yang memiliki konsentrasi sama terhadap pemberdayaan masyarakat," pungkasnya. (Rof Maulana/Fathoni)

Sabtu 23 Januari 2016 17:2 WIB
PCNU Pringsewu Gerakkan Sertifikasi Aset NU
PCNU Pringsewu Gerakkan Sertifikasi Aset NU
Pringsewu, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pringsewu, Lampung mendukung dan terus berupaya melindungi aset kelembagaan maupun warganya agar berbadan hukum dan bersertifikasi legal. Untuk itu PCNU dalam waktu dekat ini akan menggelar seminar perwakafan dan sertifikasi aset NU bekerja sama dengan Pengurus Wilayah Lembaga Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama (LWPNU) Lampung. 

Hal tersebut dibahas dalam rapat pengurus harian PCNU Pringsewu, Kamis (21/1) di Aula Kantor PCNU Jl Gumukrajin, Kecamatan Pagelaran, Pringsewu. Menurut Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqqurrohim, penyuluhan dan sosialisasi pentingnya sertifikasi ataupun notarisasi aset, semisal tanah dan bangunan masjid, madrasah maupun pondok pesantren. Ini sangat mendesak mengingat masih minimnya pengetahuan warga NU tentang tata cara sertifikasi atas aset yang dimilikinya.

Permasalahan ini juga bentuk usaha membantu warga dalam menyelesaikan sengketa tanah yang sering terjadi pada masyarakat lapisan bawah. "Jangan sampai saat ditanya apakah ini tanah NU, masjid NU? Kita jawab iya, tapi kita bingung saat ditanya surat dan legalitasnya mana?" ujarnya.

Sementara itu Ketua Program sertifikasi wakaf dan tanah PCNU Pringsewu Fathurrohman mengharapkan dengan adanya gerakan sertifikasi atas aset NU ini, warga NU akan terhindar dari perselisihan antara ahli waris maupun organisasi lain yang mempunyai kepentingan tertentu. 

"Penting bagi aset NU untuk di inventarisir secara legal sehingga kehilangan aset seperti beberapa kasus yang sudah terjadi tidak boleh terulang kembali," ujarnya. 

Selain Program sertifikasi tersebut PCNU juga akan melaksanakan prioritas program pada 2016 yang merupakan amanat musyawarah kerja yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. 

Program tersebut diantaranya Gerakan MWCNU dan Ranting Sehat, plangisasi (pemasangan plang NU) hingga tingkat ranting, penguatan kader dan pemantapan pengurus, sosialisai rutin pemahaman ke-NU-an dan ke-Aswaja-an untuk menangkal radikalisme dan terorisme. (Muhammad Faizin/Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG