IMG-LOGO
Daerah

Pergunu Kraksaan Lengkapi Kepengurusan Anak Cabang

Senin 25 Januari 2016 21:5 WIB
Bagikan:
Pergunu Kraksaan Lengkapi Kepengurusan Anak Cabang
Probolinggo, NU Online
Dalam rangka menguatkan dan membesarkan organisasi, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kota Kraksaan berupaya keras melengkapi kepengurusan di semua pimpinan anak cabang. Hal ini dilakukan mempermudah komunikasi dan koordinasi guna menjalankan program organisasi.

Hingga saat ini, telah rampung dibentuk kepengurusan 14 PAC Pergunu di 13 kecamatan di wilayah kerja Pergunu Kota Kraksaan. Semuanya meliputi PAC Pergunu Gending, Maron, Banyuanyar, Tiris Timur, Tiris Barat, Krucil, Gading, Pajarakan, Kraksaan, Pakuniran, Besuk, Kotaanyar, Krejengan, dan Paiton.

Ketua Pergunu Kota Kraksaan Ishuddin mengatakan, sebuah kebanggaan ketika kehadiran Pergunu ternyata mampu menjadi magnet bagi para cerdik pandai di kalangan para ustadz di Probolinggo.

“Mereka dengan ikhlas dan antusias mau bergabung dan mengikrarkan diri untuk bersama-sama berjuang membesarkan organisasi dan mengamalkan ilmu dalam membangun dan mencerdaskan masyarakat,” kata Ishuddin, Senin (25/1).

Menurutnya, dalam setiap agenda pertemuan para aktivis yang baru tergabung dalam wadah Pergunu ini selalu menyuarakan berbagai hal yang kesemuanya bermuara untuk mendorong terjadinya perubahan dan perbaikan, utamanya dalam peningkatan kualifikasi akademik dan kompetensi para guru, ustadz dan ustadzah yang berkiprah di lembaga-lembaga pendidikan ke-NU-an.

“Mereka telah sepakat untuk menjadikan organisasi Pergunu sebagai wadah menempa diri agar menjadi lebih baik, lebih berkualitas dan juga lebih bermartabat,” jelasnya.

Kenyataan ini, jelas Ishuddin, tentu sejalan dengan semangat Pergunu secara umum untuk berjuang memperbaiki masyarakat melalui jalur pendidikan yang diawali dengan kesadaran untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan kompetensi para pelaku pendidikan yang tidak lain adalah para guru atau ustadz tersebut.

“Kita akan memberikan dan memfasilitasi berbagai kegiatan yang mampu memberikan sesuatu yang lebih baik terhadap semua pelaku pendidikan. Bahkan tidak hanya terbatas pada anggota Pergunu. Semua akan mendapatkan manfaat dari kelahiran Pergunu ini,” tegasnya.

Ishuddin berharap semoga ke depan Pergunu bisa dan mampu menjadi wadah yang mampu menaungi para ustadz dalam mengembangkan diri agar lebih baik dan utamanya dalam ikut berkiprah memberikan warna lebih bagi kemajuan pendidikan, khususnya di Probolinggo. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Bagikan:
Senin 25 Januari 2016 20:3 WIB
Pagar Nusa Trucuk Gelar Atraksi di Arena Bebas Kendaraan
Pagar Nusa Trucuk Gelar Atraksi di Arena Bebas Kendaraan
Klaten, NU Online
Mentari pagi tampak masih malu-malu untuk menampakkan sinarnya. Meski demikian, suasana di area bebas kendaraan atau Car Free Day (CFD) di jalanan seputar alun-alun daerah Klaten, Ahad (24/1) pagi, sudah terlihat ramai.

Lalu lalang para pengendara sepeda dan pejalan kaki membuat suasana pagi itu terasa begitu bergairah. Begitu juga dengan para pedagang kaki lima yang menawarkan aneka makanan dan minuman.

Dari sebagian kerumunan warga tersebut, terdapat para bocah berpakaian hitam. Dengan berjalan kaki menyusuri jalanan area bebas kendaraan, sesekali mereka menampilkan berbagai jurus pencak silat dan atraksi yang menarik para pengunjung lainnya.

Rupannya puluhan bocah itu adalah para pendekar cilik Pencak Silat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama SDIT Ma’arif Babad, Trucuk, Klaten. Anak-anak ini memeragakan jurus-jurus yang membuat mereka tampak lucu dan menggemaskan di mata pengguna jalan.

Menurut keterangan koordinator lapangan Rifai, penampilan para siswa SDIT Ma’arif Babad Trucuk ini atas permintaan dari pihak UPTD Klaten.

“Dari anak-anak kali ini menampilkan berbagai atraksi pencak silat Pagar Nusa seperti koreografi flashmob, seni ganda, dan beregu,” kata Rifai.

Ditambahkan salah satu pelatih Pagar Nusa Klaten Ibnu Fajar, untuk penampilan di CFD ini, para siswa hanya berlatih selama 3 hari karena terbentur padatnya KBM.

“Meski demikian, alhamdulillah penampilan siswa-siswi ini terbilang sukses dan meriah, terlihat dari banyaknya ratusan masyarakat yang mengerumuni dan memberikan apresiasi kepada kami,” papar Ibnu Fajar. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Senin 25 Januari 2016 18:30 WIB
Penguatan Kader dan Keaswajaan Perlu Jadi Prioritas
Penguatan Kader dan Keaswajaan Perlu Jadi Prioritas
Pringsewu, NU Online
Menyikapi berbagai macam aliran dan paham yang sekarang banyak tumbuh subur di masyarakat, Katib Syuriyah PCNU Pringsewu Ustadz Munawwir menilai bahwa perlu diprioritaskan penguatan kader dan pemahaman Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah kepada warga NU khususnya di Kabupaten Pringsewu secara lebih intens.

Hal ini disampaikannya pada NU Online di kantor PCNU Pringsewu baru-baru. "Warga perlu dibentengi dengan turba (turun ke bawah) agar mereka lebih menyadari dan memahami perkembangan aliran yang sedang terjadi sekaligus memberikan penjelasan bentuk bentuk pahamnya," tambahnya.

Menurut Munawir yang juga Sekretaris umum MUI Kabupaten Pringsewu, aliran aliran baru yang bermunculan sekarang ini banyak menyisir warga yang memiliki dasar ilmu agama yang pas-pasan namun memiliki semangat yang tinggi dalam beragama.

"Apalagi para generasi muda sekarang yang masih labil baik secara keilmuan maupun emosional. Mereka mudah sekali masuk dan ikut aliran-aliran baru tanpa menelaah lebih dalam misi yang dibawa aliran tersebut," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa banyak aliran baru sekarang ini awalnya tidak terlihat melenceng dari kaidah kaidah Islam. Namun lambat laun ketika para anggota yang direkrut telah memiliki loyalitas dan fanatisme yang kuat, wajah asli dan misi dari aliran tersebut akan terlihat.

"Banyak juga aliran aliran sekarang yang memiliki misi memisahkan diri dari NKRI dengan mendirikan negara Islam. Mereka merekrut para anggotanya untuk melakukan tindakan tindakan teror di tanah air. Ini sangat perlu kita waspadai," tegasnya.

Oleh karena itu ia berharap penguatan kader dan penanaman keaswajaan harus menjadi prioritas program bagi pengurus NU di seluruh tingkatan. "Kewaspadaan lebih baik dari pada penyesalan," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mukafi Niam)
Senin 25 Januari 2016 18:2 WIB
Mata Air Jepara Beri Beasiswa kepada Siswa Kurang Mampu
Mata Air Jepara Beri Beasiswa kepada Siswa Kurang Mampu
Jepara, NU Online
Sebagai bentuk kepedulian kepada siswa kurang mampu Komunitas Mata Air Jepara, Jawa Tengah memberikan beasiswa kepada siswa kurang mampu. Tahun ini pihaknya memberikan beasiswa kepada 19 orang siswa kurang mampu.

Pemberian beasiswa ini diberikan secara simbolis saat pembukaan University Expo (Uniex) tahun 2016 oleh Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi di Gedung Wanita Jepara, Sabtu (23/1/2016) lalu.

Program bernama “Kartini Scholarship” ini sudah dilaksanakan 2 kali. Tahun lalu hanya diberikan kepada 9 siswa. “Alhamdulillah tahun ini bisa bertambah siswa yang memperoleh beasiswa,” terang Rif’ul Mazid Maulana, koordinator Mata Air Jepara saat ditemui disela-sela kegiatan.

Untuk memperoleh beasiswa ini menurut Mazid, syaratnya selain kategori miskin, berprestasi juga lolos seleksi. “Beasiswa kami berikan selama satu semester,” lanjutnya.

Dilakukannya program ini merupakan upaya untuk berbagi khususnya mahasiswa yang memperoleh beasiswa. Donaturnya, seru dia tidak hanya mahasiswa penerima beasiswa juga siapa saja yang siap menjadi donator.

Kartika Scholarship, akunya, beda dengan program beasiswa yang lain. Sebulan sekali pihaknya melakukan pembinaan kepada penerima beasiswa. Di antara pembinaan yang dilakukan yakni bidang entrepreneur dan penulisan.

“Kami berharap program ini terus berlanjut sehingga kami bisa berbagi kepada siswa yang kurang mampu tetapi yang memiliki segudang prestasi,” harap mahasiswa Unnes ini. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)
IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG