IMG-LOGO
Daerah

Puskesmas Baradatu: Baksos PCNU Way Kanan Pererat Silaturahmi Warga

Senin 8 Februari 2016 21:8 WIB
Bagikan:
Puskesmas Baradatu: Baksos PCNU Way Kanan Pererat Silaturahmi Warga
Way Kanan, NU Online
Kepala Puskesmas Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan I Wayan Budi di Blambangan Umpu, Senin (8/2) menyatakan bakti sosial yang digelar PCNU setempat bermanfaat sebagai sarana mempererat tali silaturahmi. Menurut Wayan, kegiatan semacam ini perlu sekali untuk meningkatkan kepekaan sosial.

“Forum seperti ini memungkinkan kita bertegur sapa," ujar Wayan pada kegiatan Musabaqoh Budaya Islam Nusantara dalam rangkan memperingati Harlah Ke-90 NU di Gedung PCNU Way Kanan.

Ia berkata bahwa dirinya sudah dua kali terlibat dalam kegiatan bakti sosial NU. Pertama pada Festival Budaya Islam digelar GP Ansor Way Kanan yang salah satunya berisi kegiatan sunatan massal gratis.

"Kegiatan semacam ini harus dipertahankan," ujar warga Kampung Donomulyo Kecamatan Banjit yang mengaku nyaman bekerja sama dengan NU.

Ia juga menyatakan, tidak ada unsur melecehkan agama kendati berbeda keyakinan. Karena itu ia berharap kegiatan semacam ini ditingkatkan sehubungan menjadi salah satu jalan perekat yang bisa membuat antaragama di Way Kanan senantiasa damai.

Didukung Dinas Kesehatan Way Kanan, PCNU Way Kanan yang dipimpin KH Nur Huda menggelar pengobatan gratis bagi 60 warga. Jumlah ini dimaksudkan untuk melengkapi usia NU ke-90 dengan bakti sosial bekam gratis untuk 30 warga Baradatu yang digelar GP Ansor setempat. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Bagikan:
Senin 8 Februari 2016 23:8 WIB
Penegakan Perda Miras di Pringsewu Tidak Boleh Tebang Pilih
Penegakan Perda Miras di Pringsewu Tidak Boleh Tebang Pilih
Pringsewu, NU Online
Wakil Ketua PCNU Pringsewu KH Hambali mengharapkan para pihak yang berwenang untuk mengeksekusi Perda yang mengatur peredaran minuman keras di Kabupaten Pringsewu agar melaksanakan peraturan lebih tegas. Kiai Hambali mengimbau penegak hukum untuk menindak siapa pun baik individu maupun kelompok yang telah melanggar perda tersebut.

"Penegakan perda tidak boleh tebang pilih dan harus diberlakukan di seluruh wilayah Kabupaten Pringsewu," kata Kiai Hambali di kediamannya, Senin (8/2).

Ketegasan pihak yang berwenang, lanjutnya, menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan Pringsewu nol persen dari minuman keras. "Para penjual baik perorangan, toko, minimarket harus ditindak tegas jika melanggar perda miras di Kabupaten Pringsewu," tegasnya.

KH Hambali yang juga Ketua MUI Pringsewu ini mengingatkan bahwa penindakan di Kecamatan Ambarawa beberapa waktu lalu menjadi salah satu contoh keseriusan pihak terkait dalam pemberantasan minuman keras di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini.

"Namun diharapkan penindakan ini jangan hanya ketika terjadi permasalahan yang muncul akibat Miras. dan juga tidak difokuskan di daerah tertentu. Tapi penindakan setiap waktu secara merata di beberapa daerah lain yang terindikasi memproduksi dan mengedarkan miras," harapnya.

Ia mengingatkan agar Perda yang telah disahkan oleh DPRD Kabupaten Pringsewu jangan sampai hanya berlaku bagi sebagian orang atau kelompok sehingga Perda terkesan mandul dan hanya dijadikan produk hukum tanpa ada keseriusan dalam pelaksanaannya.

"Penegakan Perda Miras harus menyeluruh dari pemakai, penjual, dan pembuat," tegasnya.

Ia mengharapkan masyarakat untuk ikut andil dalam pengawasan miras di lingkungan masing-masing. "Kita tidak ingin pertikaian yang berujung maut di Kecamatan Ambarawa akibat miras terulang kembali. Ini semakin membuktikan bahwa miras adalah sumber dari sebuah kejahatan," tuturnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Senin 8 Februari 2016 22:7 WIB
Pemilik Naga Atoin Meto Kupang Terima Kasih untuk Gus Dur
Pemilik Naga Atoin Meto Kupang Terima Kasih untuk Gus Dur
Kupang, NU Online
Pemilik Naga Atoin Meto (NAM) Kupang Leonard Antonio menyampaikan terima kasih kepada Presiden Ke-4 RI KH Abdurahman Wahid yang sering disapa Gus Dur. Leonard menyampaikan terima kasihnya usai perayaan misa syukur Tahun Baru China yang ke-2567 di Gareja Katedral Kupang, Senin (8/2).

"Saya dan seluruh warga Tionghoa mengucapkan terima kasih kepada bapak Gus Dur, Presiden Republik Indonesia yang Keempat karena beliau memberikan kesempatan kepada kami untuk bisa merayakan Imlek di Indonesia," ungkap Leonard.

Pemilik Naga Atoin Meto Kupang ini mengatakan, perayaan dan tradisi yang kita laksanakan adalah bentuk syukur kepada Tuhan dan menghormati semua leluhur atas rejeki yang diberikan selama setahun.

Menurutnya, tahun Monyet Api akan memberikan keberuntungan dan kesejahteraan bagi mereka. Monyet dianggap sebagai hewan yang lincah dalam bergerak ke mana-mana, jelasnya.

Dalam perayaan itu, Leornad Antonio menyampaikan pertunjukan Barongsai di sepanjang jalan Siliwangi Kota Kupang. Barongsai atau tarian naga sebagai tradisi China ini menjadi tontonan ribuan warga Kota Kupang.

Para pemain tarian pertunjukan barongsai adalah karyawan NAM. Sementara pelatih barongsai didatangkan dari Malang. Ia berharap tarian barongsai dapat menghibur warga Kota Kupang yang menyaksikan pertunjukan tarian naga itu. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Senin 8 Februari 2016 20:2 WIB
Anggota Banser Siap Kawal Siak-Riau sebagai Bumi Aswaja
Anggota Banser Siap Kawal Siak-Riau sebagai Bumi Aswaja
Banser Siak, Riau berpose bareng usai Diklatsar, Jumat-Ahad (5-7/2/2016).
Siak, NU Online
Sebanyak 105 peserta Diklatsar I Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dinyatakan lulus dan diberi tugas mengawal Kabupaten Siak, Riau sebagai bumi Aswaja (Ahlusunnah wal Jamaah) sebagaimana ketika masih berada dibawah kekuasaan Kesultanan Melayu Siak Sri Indrapura.

Tugas itu secara khusus disampaikan Ketua PW Ansor Riau, Purwaji yang menjadi instruktur Diklatsar bersama Dansatkornas Banser, Alfa Isnaini, Satkorwil Banser Riau, Ibadullah SE, Slamet Riyadi, Ketua PC Ansor Siak, Agus Mudhofar, dan para kiai NU Riau.

Menurut Purwaji, dalam praktik keagamaannya, Kesultananan Siak Sri Indrapura adalah penganut paham Ahlusunnah wal Jamaah yang dibuktikan dengan masih digelarnya Haul Sultan Sultan Siak sampai sekarang ini oleh keluarga kerajaan. Ditambah lagi dengan masih eksisnya tradisi ziarah ke makam para Raja dan ulama penyebar Islam di kabupaten itu seperti Makam Raja Kecik, Makam Syech Abdurrahman, Makam Sultan Syarif Kasim, dan lainnya.

"Kabupaten Siak ini tanah Aswaja yang harus kita jaga dengan sekuat tenaga. Bentengi agama kita dan amaliyah-amaliyahnya dari serangan paham radikal yang tidak toleran dan suka mengafirkan orang lain," kata Purwaji.

Dalam pantauan PW Ansor Riau, paham Islam radikal sudah masuk ke Siak dan semakin berani menunjukkan aksi melarang amaliyah-amaliyah orang NU dan orang Siak seperti yasinan, tahlilan dan maulidan. 

"Padahal Kerajaan Siak dulu Aswaja tulen, dan banyak keturunan Baginda Nabi Muhammad SAW yang berdakwah dan menjadi keluarga Kerajaan Siak. Amaliyah mereka adalah Aswaja yang sama dengan apa yang diamalkan warga NU. Karena itu Ansor dan Banser harus ikut menjaganya," kata Purwaji.

Diklatsar Banser Siak pertama ini digelar di Pondok  Pesantren Al-Muttaqin Desa Jati Baru, Kecamatan Bunga Raya selama tiga hari dari Jumat sampai Ahad (5-7/2/2016). Selama Diklat peserta diberi materi ke-NU-an, ke-Ansor-an, ke-Banser-an, Aswaja dan materi lapangan seperti baris-berbaris, tata upacara Banser, bela diri, serta latihan ketahanan fisik. (Red: Fathoni)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG