IMG-LOGO
Daerah

RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Khitan Massal Gratis

Senin 15 Februari 2016 22:5 WIB
Bagikan:
RSI Siti Hajar Sidoarjo Gelar Khitan Massal Gratis
Sidoarjo, NU Online
Sebanyak 107 anak se-Kabupaten Sidoarjo mengikuti kegiatan khitan massal yang diadakan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo di Gedung lantai II RSI Siti Hajar Sidoarjo, Senin (15/2). Pada kegiatan rutin tahunan, jumlah peserta khitanan massa bertambah tahun ini.

Wakil Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo H Zuhdi Mansur mengatakan, kegiatan itu juga rutin diadakan oleh Rumah Sakit untuk membantu meringankan beban warga yang kurang mampu.

"Tahun kemarin peserta khitan berjumlah 100 anak. Sedangkan tahun ini 107. Usia terendah peserta 8 tahun dan usia peserta khitan tertinggi 13 tahun. Semoga anak-anak yang dikhitan menjadi putra atau permata bagi ibu dan bapaknya," harap Zuhdi Mansur.

Peserta khitan massal mendapatkan sarung, kopiah, baju koko, uang saku, snack, dan makanan dari RSI Siti Hajar. Mereka yang hendak dikhitan juga mengucapkan dua kalimat syahadat yang dipimpin oleh Ketua BPM NU RSI Siti Hajar KH Hambali Zuhdi.

Kiai Hambali menuturkan, sebelum dikhitan para peserta perlu membaca dua kalimat syahadat agar ketika dewasa mereka masih mengingat bacaan tersebut.

"Sejak kecil kita dididik masuk Islam. Makannya anak-anak yang dikhitan disyahadatkan supaya mereka berkeyakinan bahwa Allah itu Tuhannya, Nabi Muhammad adalah Rasulullah. Karena mereka yang akan memperjuangkan Islam dan masa depan bangsa," tutur pria yang juga sebagai Ketua MUI Sidoarjo itu.

Sejak kecil, anak harus dididik dengan baik seperti menanamkan tauhid. Hal itu perlu dilakukan sejak dini agar anak-anak percaya kepada Allah dan Rasul-Nya sehingga ketika anak sudah berusia 5-10 tahun, di dalam hatinya benar-benar Islam.

Menurut Kiai Hambali, sebaiknya anak dikhitan sebelum berumur 10 tahun. Pasalnya, di dalam Islam anak yang sudah berumur 10 tahun diwajibkan berkhitan sehingga saat anak itu menunaikan ibadah shalat, tidak ada najis.

"Semoga setelah khitan anak-anak semakin rajin dan seregep menunaikan ibadah shalat, mendapatkan ridha dari Allah SWT serta RSI Siti Hajar Sidoarjo bisa melaksanakan khitan massal setiap tahun," harapnya.

Seperti yang dialami oleh salah satu peserta khitan massal Kamalul Fathil Anshori (9) asal Desa Ketegan RT 03 RW 02, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Ia mengaku senang bisa mengikuti khitan massal yang diadakan oleh RSI Siti Hajar.

"Awalnya saja sakit, seperti digelitik. Setelah itu tidak sakit. Karena saya membaca surat Al-Baqarah dan membaca syahadat," kata Anshori. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Bagikan:
Senin 15 Februari 2016 23:31 WIB
Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah
Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah
Jepara, NU Online
Komunitas Mata Air Kabupaten Jepara, Sabtu-Ahad (13-15/02) menggelar kegiatan leadership camp. Pelatihan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan, keorganisasian dan kepedulian kader terhadap masalah-masalah lingkungan. Kegiatan yang merupakan salah satu program tahunan Mata Air Jepara itu dilaksanakan di sekitar destinasi wisata Guamanik, Donorojo, Jepara.

Ika Widya, selaku panitia leadership camp mengatakan bahwa tahun ini merupakan kali kedua kegiatan tersebut dilaksanakan. “Setiap tahunnya kita melaksanakan seperti ini, agar kader Mata Air dapat seimbang antara akademik di kampus dan peran mengembangkan daerah,” katanya.

Dia mengatakan bahwa kegiatan tersebut diisi dengan berbagai acara, diantaranya materi kepemimpinan, keaswajaan, apresiasi budaya, hingga outbound

“Kita memilih tempat diujung Jepara ini agar anggota Mata Air tahu bahwa di daerah kita ada tempat sebagus ini,” jelasnya.

Adib Khoiruzzaman, pembina Mata Air Kabupaten Jepara dalam nasehatnya menegaskan bahwa semua kader Mata Air Jepara harus memegang nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di manapun berada. 

“Saat ini ancaman terhadap faham radikal begitu besar, kampus menjadi salah satu gerbang masuknya paham radikal, sehingga kalian semua harus memegang teguh prinsip aswaja di manapun berada,” tegasnya.

Ia menghimbau kepada seluruh anggota Mata Air Jepara untuk aktif berorganisasi, baik di kampus maupun di daerah. 

“Semakin orang berkumpul dengan banyak orang, maka akan semakin banyak pelajaran hidup yang didapatkan, maka berorganisasi adalah salah satu kunci sukses seorang,” pungkasnya. (Mazid Maulana/Mukafi Niam)
Senin 15 Februari 2016 22:34 WIB
Imafta Gelar Expo Kampus
Imafta Gelar Expo Kampus
Demak, NU Online
Ikatan Mahasiswa Alumni Futuhiyyah Yogyakarta (Imafta) gelar try out dan expo kampus pada 13 Februari 2016 di aula yayasan pesantren. Acara yang diselenggarakan setiap tahun sekali tersebut adalah bentuk pengabdian alumni kepada Yayasan Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen. 

Acara tersebut bertujuan untuk memberikan latihan tes masuk perguruan tinggi sekaligus menyediakan beragam informasi seputar perguruan tinngi, baik PTN maupun PTS yang berada di Jawa Tengah, khususnya perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta.

Ada empat kampus yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut, yakni; Uniba Surakarta, Stikes Ahmad Yani, STMIK Akakom Ahmad Yani, dan Unimus Semarang. 

“Acara seperti ini bukan saja penting secara formal, namun juga sebagai sarana bersilaturahmi untuk membangun kedekatan batin antara alumni dan guru-guru madrasah dan pesantren,” ujar Zainal Arif selaku ketua umum Imafta periode 2016/2017. 

“Kami selaku pihak penyelenggara sangat berterima kasih kepada seluruh komponen yang telah mendukung acara tersebut hingga berjalan dengan semarak dan penuh khidmat. Temukan kampus pilihanmu dan raihlah cita-citamu,” tambahnya. (Muhammad Syuhada/Mukafi Niam)
Senin 15 Februari 2016 21:2 WIB
Lazisnu Jateng Targetkan 1.000 Kotak ZIS untuk Hamba Allah
Lazisnu Jateng Targetkan 1.000 Kotak ZIS untuk Hamba Allah
Semarang, NU Online
Lembaga Amil Zakat, Infaq, Shadaqah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah (Lazisnu Jateng) tahun 2016 ini menargetkan bisa menambah 1.000 kotak dalam program fundraising (penghimpunan dana) melalui metode manual. Kotak ZIS yang didesain khusus dari bahan acrylic tranparan, itu akan disebar di Kota Semarang dan sekitarnya sebagai sarana syiar sekaligus menghimpun dana dari masyarakat.

Sampai Februari ini sudah ada 500 kotak ZIS yang disebar dalam program uji coba sejak 2015 lalu. Sekretaris  Lazisnu Jateng Zainuddin Zein mengatakan, penghimpunan dana melalui transfer rekening sudah berjalan sukses, dan akan terus ditingkatkan target penerimaannya. Para donatur melalui jalur rekening ini tercatat nama dan alamatnya dan bisa diketahui jumlah setorannya.

Sedangkan masyarakat banyak yang ingin zakat atau beramal tanpa tercatat. Mereka menyumbang tanpa memberitahu identitasnya. Baik orang NU sendiri, orang yang simpati pada NU, atau orang yang percaya kepada NU dan menitipkan uangnya. Keberadaan kotak Lazisnu menjadi penting dan harus terus ditingkatkan jumlah dan persebarannya.

"Menghimpun zakat, infaq dan shadaqah melalui kotak itu penting dan harus ditingkatkan. Karena kotak itu untuk syiar dan menampung dana dari orang yang ingin menyumbang tanpa diketahui identitasnya," tuturnya saat mengisi Diklat Kaderisasi Amil Zakat yang digelar lembaganya di gedung PWNU Jateng, Jl Dr Cipto Mangunkusumo 180 Semarang, Ahad (14/2).

Diklat diikuti 20 orang yang telah lolos seleksi, dari 25 pendaftar, terutama dari para mahasiswa. Dalam acara yang dibuka Ketua PWNU Jateng Abu Hapsin dan diberi pengarahkan oleh Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh tersebut, Ketua Lazisnu Jateng H Muhammad Mahsun menjelaskan, peserta diklat akan dijadikan duta zakat untuk menyukseskan program penyebaran seribu kotak ZIS tersebut. Hasilnya akan dievaluasi dalam dua bulan setelah program dijalankan.

"Anda adalah Duta Zakat Jawa Tengah. Tenaga-tenaga muda yang masih fresh seperti Anda, akan langsung terjun action di lapangan. Targetnya adalah mendistribusikan 1000 kotak dan mengontrolnya di tahun ini," paparnya.

Ketua Panitia Diklat M Kholidul Adib menambahkan, diklat tersebut berisi materi yang sifatnya praktis, untuk langsung dilaksanakan di lapangan. Tugas pertama untuk mereka adalah menjemput zakat di tempat para muzaki baik muzaki individu maupun kelembagaan.

Abu Hapsin mengharapkan Lazisnu mengelola dengan serius untuk menghimpun dana dari masyarakat, khususnya dari warga NU untuk disalurkan kepada para mustahiq. Tujuannya jelas, membantu mengentaskan kemiskinan dan pengangguran di Jawa Tengah. (Ichwan/Alhafiz K)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG