Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

Dosen UNU Indonesia Ini Ajak Mahasiswa Kuasai Teknologi

Dosen UNU Indonesia Ini Ajak Mahasiswa Kuasai Teknologi
Suryandaru (kanan) bersama Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir
Suryandaru (kanan) bersama Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir
Jakarta, NU Online
Bagi Suryandaru, dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia, proses pembelajaran itu tidak sekadar teori. Tidak sekadar membaca, tapi juga dengan terjun langsung. Itu sebabnya dirinya selalu menyempatkan diri untuk mengajak mahasiswanya kunjungan studi, antara lain ke Pusat Penelitian Pengembangkan Teknologi (Pupitek), Serpong.

Dalam proses pengajaran di kelas, Ndaru juga sering memutarkan video untuk menunjukkan gambaran langsung peristiwa alam yang bisa dikaji dari  ilmu pengetahuan.

Sebagai dosen yang merupakan bagian dari perguruan tinggi yang salah satu tugasnya adalah pengabdian di masyarakat, Ndaru juga sering terjun ke masyarakat untuk memberikan pelatihan penerapan teknologi, salah satunya adalah pembuatan biogas dari kotoran sapi.

“Ini semacam bentuk aktivitas sosial. Agar mereka bisa melihat teknologi yang bisa mengahasilkan energi dan bisa dimanfaatkan sebagai sumber api,” kata Ndaru, Selasa (1/3) yang saat dihubungi lewat telepon sedang memberi pelatihan di Bintuhan, Kabupaten Riau, Bengkulu.

Ndaru menambahkan bahwa pelatihan-pelatihan tersebut bisa menjadi model awal yang bisa diterapkan di berbagai tempat. Ndaru sendiri menganggap bahwa kunjungan ke berbagai tempat itu sebagai pengabdian ilmu yang dimilikinya.

Ditanya apakah aktivitas dan penelitiannya akan melibatkan UNU Indonesia tempatnya mengajar, Ndaru mengatakan sangat mungkin ke depan akan melibatkan mahasiswa UNU. “Tetapi itu tergantung dari pihak UNU,” Ndaru memberi catatan.

Ndaru yang menyenangi travelling dan karenanya sangat menikmati perjalanan dan kunjungan-kunjungan ke berbagai daerah, menyimpan harapan yang besar agar mahasiswa dan alumni UNU lebih banyak terlibat di masyarakat. Ndaru memandang Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisai masyarakat Islam terbesar di Indonesia yag saat ini sedang ditunggu kiprahnya, terlebih bidang sains dan teknologi. 

“Kita mesti bisa mengonversi pemahaman keislaman kita menjadi wujud nyata di masyarakat. Dengan begitu, NU akan menjadi sahabat terbaik bagi masalah umat manusia di Indonesia bahkan dunia,” terang Ndaru yang baru-baru ini proposal penelitiannya ‘Pengolahan Limbah Seng Menjadi Nano Sengosida sebagai Aplikasi Kemasan Anti Bakteri dan Kosmetik’ disetujui oleh Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek Dikti). (Kendi Setiawan/Fathoni)

BNI Mobile