IMG-LOGO
Daerah

Kabar Duka, Muslimat NU Jateng Kehilangan Dewan Pakar

Rabu 16 Maret 2016 17:0 WIB
Bagikan:
Kabar Duka, Muslimat NU Jateng Kehilangan Dewan Pakar
Jenazah almarhumah Hj Fatimah Usman diberangkatkan menuju TPU Segaran Purwoyoso Ngaliyan.
Semarang, NU Online
Kabar duka datang dari Semarang, Dewan Pakar Muslimat NU Jawa Tengah Hj Fatimah Usman wafat pada 00.00, Rabu (16/3) dini hari. Almarhumah mengidap kanker paru dan terakhir di rawat di RSUP Dr Kariadi Semarang. Bu Fat sapaan akrabnya, merupakan pejuang pergerakan perempuan. Istri dari guru besar Universitas Islam Negeri Wali Songo, H Amin Syukur ini meninggalkan dua orang putri, Ratih Rizqi Nirwana dan Nugraheni Itsnal Muna. 

"Beliau sering diminta mengisi ceramah keagamaan, tokoh pembela perempuan yang gigih dan bersemangat," ungkap Hj Ismawati, Ketua PW Muslimat NU Jateng. 

Perempuan kelahiran Kediri, lanjutnya, 8 Agustus 1955 ini merupakan pejuang bagi isu perempuan dan anak, memiliki perspektif yang sangat kuat karena didukung oleh kompetensi keilmuan yang sangat kuat. 

"Salah satu yg terekam kuat di gerakan perempuan Jateng adalah ketika beliau menjadi saksi ahli kasus pernikahan di bawah umur oleh Syeikh Puji Kabupaten Semarang," terang Hj Ida Masruroh Hakim yang juga aktif di Muslimat Jateng. 

Bersama suami, ia mengelola Lembaga Bimbingan dan Konsultasi Tasawuf (Lembkota) disamping itu almarhumah pernah menjadi Ketua Pusat Studi Gender UIN Walisongo serta aktif menjadi pengajar di Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo. 

"Beliau dosen yang ceria mampu memotivasi mahasiswanya. Secara pribadi saya dulu dekat dengan Bu Fat, rumahnya juga tak jauh dari kontrakan sering kegiatan di lingkungan bareng bersih-bersih lingkungan atau acara keagamaan di masjid perumahan. Aura keibuannya selalu memberikan keteduhan bagi yang disapa dan diajak berbicara,” ungkap Shalahuddin, mahasiswa yang pernah diajar Bu Fat. 

Hadir bertakziyah antara lain KH Hasyim Muzadi, segenap civitas akademika mulai rektor hingga dekan di lingkungan UIN Walisongo serta saudara dan kolega hadir mendoakan almarhumah. Jenazah diiring menuju tempat pemakaman umum Segaran Purwoyoso Ngaliyan, Semarang. (Zulfa/Fathoni) 

Bagikan:
Rabu 16 Maret 2016 23:0 WIB
Kesbangpol Sebut Ada Kelompok Aliran Sesat di Kota Kupang
Kesbangpol Sebut Ada Kelompok Aliran Sesat di Kota Kupang
Kepala Kesbangpol Kota Kupang, Erwin Fanggaidae
Kupang, NU Online
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kupang, Erwin Fanggidae, menyebut ada kelompok aliran sesat yang berada di Kota Kupang. Pasalnya, keberadaan kelompok yang diduga sesat tersebut menjalankan aktivitas organisasinya secara tertutup.

"Memang ada kelompok aliran sesat yang dicurigakan, sebab mereka sudah lama berada di kota Kupang," kata Erwin kepada NU Online di Kupang Selasa (15/3).

Ditanya soal kelompok aliran sesat tersebut, pihaknya belum bisa menyampaikan secara detail, termasuk keberadaan tempat tinggal atau sekretariat kelompok itu. "Kan aneh kalau organisasi sosial masyarakat melaksanakan aktivitasnya harus sembunyi dari masyarakat, "terangnya.

Erwin hanya menjelaskan kelompok ini sudah beroperasi selama tiga tahun. Mereka mempunyai sebuah rumah dengan tembok tinggi sekeliling rumah. Aktifitas yang dilakukan di dalam rumah juga diduga secara sembunyi dan tidak pernah diketahui oleh tetangga yang ada disekitarnya.

"Memang ini masih dirahasiakan keberadaan alamat rumahnya, kita masih mempelajari aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh kelompok tersebut sebagai bahan buktinya," katanya.

Kesbangpol Kota Kupang sedang membentuk jaringan sebagai pemberi informasi, jika ditemukan ada masalah yang dicurigai maka pihaknya akan lakukan tindakan bersama pihak keamanan.
 
Untuk diketahui, organisas yang dianggap resmi secara nasional dan lokal diantara 72 ormas kepemudaan dan agama, 132 yayasan dan 69  LSM lokal maupun nasional.

Secara terpisah Ketua IPNU NTT, Ichsan Arman Pua Upa, meminta Kesbangpol Kota Kupang secepatnya mengambil tindakan kepada kelompok yang diduga organisasi terlarang tersebut. Sebab, menurutnya apapun bentuknya yang diduga aliran sesat segera diatasi.

"IPNU minta Kesbangpol segera ambil tindakan kelompok yang menganggu suasana kenyamanan keberagaman di NTT," tegas Ichsan.

Dikatakan Ichsan, pemuda maupun pelajar muslim siap membantu pemerintah jika ada kelompok aliran sesat yang menganggu suasana di kota ini. (Ajhar Ambubari/Zunus)


Rabu 16 Maret 2016 22:0 WIB
Aswaja NU Center Kota Kraksaan Adakan Daurah Aswaja
Aswaja NU Center Kota Kraksaan Adakan Daurah Aswaja
Probolinggo, NU Online
Pengurus Cabang Aswaja NU Center (Asnuter) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo periode 2015-2020 resmi dilantik oleh Ketua PW Asnuter Provinsi Jawa Timur KH Abdurrahman Navis, Selasa (15/3) di Institute Zainul Hasan (Inzah) Kelurahan Semampir Kota Kraksaan, Jawa Timur.

Usai dilantik, PC Asnuter Kota Kraksaan yang dipimpin oleh Ustadz Moh Mahrus Holil ini langsung menggelar Daurah Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) dengan narasumber KH Abdurrahman Navis dari Surabaya, KH Idrus Romli dari Jember dan KH Faris Khoirul Anam dari Malang.

Ketua PC Asnuter Kota Kraksaan Ustadz Moh Mahrus Holil mengungkapkan, Daurah Aswaja ini digelar dengan tujuan semakin memantapkan dan memperdalam pemahaman Nahdliyin terhadap aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi benteng bagi Nahdliyin agar tidak terpengaruh oleh budaya-budaya lain di luar NU yang bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” ujar Mahrus.

Sementara Sekretaris PCNU Kota Kraksaan H Fauzan Hafidhi mengharapkan agar Asnuter sebagai benteng warga NU untuk menepis berbagai paham dan aliran yang tidak sesuai dengan Aswaja An-Nahdliyah dengan tekad mampu memasyarakatkan Aswaja dan mengaswajakan masyarakat.

Daurah Aswaja ini diikuti oleh ratusan warga NU mulai dari tingkat cabang hingga ranting. Selama kegiatan ini, mereka mendapatkan materi tentang tantangan dan masa depan Aswaja, NKRI dalam ancaman radikalisme dan liberalisme serta penguatan tradisi Islam Nusantara. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Rabu 16 Maret 2016 21:30 WIB
LPTNU-UIM Soroti Pentingnya Penjamin Mutu Internal Perguruan Tinggi
LPTNU-UIM Soroti Pentingnya Penjamin Mutu Internal Perguruan Tinggi
Pamekasan, NU Online
Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur bersama Universitas Islam Madura (UIM) mengadakan seminar nasional bertema “Peningkatan Kapasitas Perguruan Tinggi melalui Peningkatan Sistem Penjamin Mutu Internal” di Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (16/3).

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sekaligus salah satu jajaran Pengurus Pusat LPTNU Prof Mansur Maksum dan Rektor Institut Agama Islam Negeri (AIN) Jember yang juga Ketua LPTNU Jatim Prof Babun Suharto

Seminar tersebut antara lain membahas tentang pentingnya Lembaga Penjamin Mutu Internal (LPMI) yang akan memberikan dampak terhadap kualitas kampus dan persiapan akreditasi. “Kalau LPMI sudah bagus insyaallah akreditasi akan mudah,” kata Menurut Mansur Maksum saat menjadi narasumber.

Peserta yang merupakan perwakilan perguruan tinggi se-Madura tampak antusias. Beberapa berkomentar agar acara seperti ini sering dilakukan untuk mengawal perkembangan perguruan tinggi NU dalam menghadapi akreditasi institusi maupun akreditasi program studi. (Doelhamid/Mahbib)

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
Peresmian Bank Wakaf Mikro di Banten Oleh Presiden RI
IMG
IMG