IMG-LOGO
Nasional

PTKIN Perlu Turun Tangan Tangkal Radikalisme


Jumat 18 Maret 2016 10:30 WIB
Bagikan:
PTKIN Perlu Turun Tangan Tangkal Radikalisme
Bandung, NU Online
Kementerian Agama melalui Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan mengajak kalangan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) untuk turun ke masyarakat dalam upaya menangkal paham radikalisme agama yang belakangan semakin marak.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Abdurahman Mas’ud, dalam pengarahan  pembukaan acara Workshop Pengengembangan Laboraturium Dakwah di Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTKIN) di Hotel California, Bandung dalam release yang dikirimkan ke NU Online, Kamis (17/3).

Mengutip Asghar Enginer, Abdurahman Mas’ud menyebutkan bahwa dakwah harus diniati untuk menciptakan kedamaian. Dakwah menjadi tidak wajib kalau dakwah hanya menghilangkan ketenangan masyarakat dan hanya menghasilkan konflik sosial. Sekarang ini banyak pelaku dakwah yang kerjanya hanya memanasi keadaan, membenturkan kelompok sosial keagamaan, tanpa mencarikan langkah konstruktif  yang membuat pemeluk agama nyaman menjalankan agamanya masing-masing. Karena tujuannya mulia, dakwah menurut Kepala Badan harus diniati oleh semua Muslim, minimal sekali seumur hidup, imbuhnya.

Kegiatan penyusunan pedoman Laboratorium Dakwah merupakan kegiatan kerjasama Bidang Litbang Pendidikan Nonformal/Informal Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan gunung Djati Bandung. Kegiatan ini berlangsung 3 hari (17-19 Maret 2016) dihadiri oleh peserta dari berbagai elemen yang terdiri dari akademisi, peneliti, penyuluh, pelaku dakwah di Bandung dan sekitarnya.

Kehadiran Laboraturium Dakwah di PTKIN diperlukan untuk memetakan permasalahan keagamaan yang ada di masyarakat sehingga pelaku dakwah mempunyai cukup data untuk membekali umat dari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, seperti membanjirnya peredaran narkoba, semaraknya paham radikal, kebebasan informasi melalui media sosial (medsos) yang membuat pornografi bebas ditonton oleh anak-anak. Dengan Laboratorium Dakwah yang didukung data akurat sangat penting untuk mengantisipasi semua itu. Demikian papar Kepala Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Hamdar Arraiyah, dalam sambutan selaku penanggung jawab laporan penyelenggara.

Menurutnya, “Sekalipun Perguruan Tinggi Keagamaan Islam ada di mana-mana, mahasiswa juga jumlahnya besar, namun ternyata kita temukan di salah satu masjid di Toraja, Sulawesi kekurangan tenaga khotib untuk shalat Jum’at. Karena menunggu khotib datang, tidak jarang pelaksanaan khutbah Jum’at dilakukan pada pukul 13.30 waktu setempat. Padahal jamaah sudah berkumpul sejak jam 12.00.”

Itu menunjukkan bahwa agamawan terpusat di kota-kota, atau desa-desa tertentu  dan belum tersedia di daerah lain. Itu fungsi yang harus menjadi  Laboraturium Dakwah nantinya, tambahnya.

Ahmad Sarbini, mewakili Rektor UIN Sunan Gunung Djati, menyambut baik kerjasama ini dan menganggap kegiatan ini istimewa karena bekerjasama langsung dengan Badan Litbang Kementerian Agama. Menurutnya, kehadiran Laboratorium Dakwah dapat menjadi pendukung melahirkan pelaku-pelaku dakwah yang berpengetahuan dan memiliki daya saing dalam konteks globalisasi informasi saat ini. kehadiran meme, iklan harus juga dihasilkan dari Laboraturium dakwah ini, pesan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung ini.

Kegiatan Penyusunan Pedoman Laboratorium dakwah ini menurut Murtadho, Penyelenggara sekaligus Kepala Bidang Litbang Pendidikan Nonformal/Informal Kementerian Agama, dimaksudkan untuk membuat pedoman yang bisa dipakai tidak saja pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang di sana ada Fakultas dakwahnya, tetapi juga perguruan Tinggi Keagamaan Islam  yang tidak ada Fakultas Dakwahnya. Untuk itu kegiatan penjaringan pemikiran sekaligus penyusunan pedoman ini akan dilakukan dengan bekerjasama dengan beberapa pihak seperti Fakultas Dakwah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Perguruan Tinggi As’adiyah Sengkang Sulawesi, dan Organisasi Keagamaan Muslimat di Jakarta.

“Semoga dampak dari ikhtiar penyusunan pedoman ini nantinya dapat menghantarkan umat semakin religius, harmoni dan maju. Doakan ya,” imbuhnya.  Red: Mukafi Niam
Tags:
Bagikan:
IMG
IMG