Home Nasional Keislaman Fragmen Internasional Risalah Redaksi Wawancara Humor Tokoh Opini Khutbah Hikmah Bathsul Masail Pustaka Video Foto Download

PCNU Surabaya Minta Wali Kota Tata Taman Bungkul Bernuansa Religi

PCNU Surabaya Minta Wali Kota Tata Taman Bungkul Bernuansa Religi
Pengurus PCNU Surabaya berfoto bersama usai muskercab
Pengurus PCNU Surabaya berfoto bersama usai muskercab
Surabaya, NU Online
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya  meminta Wali Kota Tri Rismaharini untuk segera merealisasikan janjinya menata ulang Taman Bungkul menjadi ruang terbuka hijau bernuansa religi.

Demikian salah satu hasil keputusan Komisi Rekomendasi Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) NU Kota Surabaya yang digelar pada 26-27 Maret 2016, di salah satu hotel di Trawas Mojokerto.

“Dulu Bu Risma juga pernah mengatakan akan meminta bantuan tim dari ITS untuk membuat design Taman Bungkul dengan nuansa religi. Kami ingin tahu sejauh mana progress-nya,” kata Ketua PCNU Kota Surabaya Muhibbin Zuhri, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/3)

Muhibbin mengaku sangat bangga dengan keberadaan Taman Bungkul seperti sekarang ini. Tamannya rindang dan lebih tertata rapi. Hingga mendapat penghargaan kelas dunia sebagai salah satu taman kota terbaik. Hanya saja, dia mengingatkan kalau di dekat Taman Bungkul ada makam seorang waliyullah yang sangat dihormati oleh warga Nahdliyin.

“Peziarah merasa terganggu dengan acara-acara yang diadakan di Taman Bungkul.  Sound system ribuan watt mengusik kekhusukan peziarah yang sedang berdoa, berzikir dan membaca Al-Quran di Taman Bungkul,” ujarnya.

Karena itu, dia meminta polisi tidak memberikan izin keramaian untuk acara yang menggunakan pengeras suara yang memekakkan telinga di Taman Bungkul. Selain itu, Taman Bungkul juga masih jadi tempat jujugan muda mudi untuk pacaran yang cenderung ke perbuatan maksiat.

Muskercab NU Kota Surabaya itu dibuka oleh Sekretaris PWNU Jatim Muzakki dan dihadiri sejumlah kiai NU. Di antaranya KH Asep Syaifuddin Chalim, KH Mas Sulaiman, dan KH Mas Yusuf Muhajir, KH Mas Mahfudz.

Muskercab diikuti sekitar 170 peserta dari 24 pengurus MWC (Majelis Wakil Cabang), lembaga dan badan otonom (Banom) NU Surabaya. Mereka sangat antusias membahas program-program untuk masa khidmad selama 5 tahun ke depan.

Sejumlah program itu dibahas di Komisi Pengembangan Dakwah dan Budaya, Komisi Pengembangan Pendidikan, Komisi Pengembangan Perekonomian, Komisi Kesehatan dan Kesejahteraan Umat, Komisi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Komisi Pengembangan paham Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah), Komisi Advokasi dan Optimalisasi Aset, dan Komisi Rekomendasi. (Abdul Hady JM/Abdullah Alawi)

BNI Mobile