IMG-LOGO
Nasional

Presiden Jokowi Sudah Miliki E-Kartanu

Kamis 31 Maret 2016 16:15 WIB
Bagikan:
Presiden Jokowi Sudah Miliki E-Kartanu
Presiden Jokowi menerima E-Kartanu
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkunjung ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (31/3). Ihwal pertemuan tersebut, PBNU mengundang presiden Joko Widodo untuk hadir dan membuka acara International Summit of Moderate Islamic Leaders (ISOMIL) yang akan diselenggarakan pada 9-11 Mei 2016 mendatang. 

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menjelaskan bahwa pada pertemuan nantinya akan membahas permasalahan di dunia Islam seperti terorisme, radikalisme, termasuk mengenai kemerdekaan Palestina. 

Kang Said mendukung sikap pemerintah yang menolak ajakan Israel untuk menjalin hubungan diplomatik. Ia menilai bahwa selama Israel masih mendzolimi Palestina, pemerintah harus menolak ajakan tersebut. 

“Selama Israel masih menggusur desa-desa di Palestina, rumah-rumah warga Palestina, kita belum menyetujui adanya hubungan bilateral,” jelas Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqofah, Jakarta Selatan ini. 

Menurutnya, jika Indonesia menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebelum Palestina merdeka, maka akan terjadi goncangan politik luar negeri. “Itu harus didahului dengan pendekatan informal, lobi-lobi informal. Kalau terus formal (pendekatannya) ya enggak bisa, bisa menggoncangkan konstelasi politik,” terangnya. 

Selain itu, ia juga meminta presiden Jokowi untuk lebih tegas menindak kegiatan, kampanye atau apapun yang mendukung lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) di Indonesia. 

"(PBNU) mengusulkan pemerintah tegas lagi menolak LGBT karena sikap NU sudah jelas, tegas, dan keras menolak LGBT. Pemerintah malah kurang tegas dalam hal ini. RRC (Republik Rakyat China) sudah melarang, Singapura melarang, Indonesia harus tegas melarang LGBT," tegasnya.

Pada pertemuan tersebut, Kang Said juga memberikan Elektronik Kartu Anggota NU (e-Kartanu) kepada Presiden Jokowi. Saat menerima Kartanu tersebut, Jokowi terlihat senang dan tersenyum sumringah. E-Kartanu atas nama Ir H Joko Widodo dengan nomor anggota 3107300000001.

Pengurus PBNU yang hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya KH Ma’ruf Amin (Rais Aam PBNU), KH Maksoem Makfoedz (Waketum PBNU), Helmy Faisal Zaini (Sekjen PBNU), Bina Suhendra (Bendum PBNU), Anggia Ermarini (Ketum Fatayat NU), Yaqut Cholil Qoumas (Ketum PP GP Ansor), dan Harfiq Hasnul Qolbi (Ketua LPNU). (Muchlishon Ahmad/Fathoni)
   

Bagikan:
Kamis 31 Maret 2016 22:37 WIB
FKDMI Waspadai Penyebaran Radikalisme Lewat Masjid
FKDMI Waspadai Penyebaran Radikalisme Lewat Masjid
Solo, NU Online
Forum Komunikasi Da’i Muda Indonesia (FKDMI) mewaspadai masuknya paham radikal melalui masjid-masjid. Karena itu forum dai muda ini mendorong keterlibatan imam masjid terutama da’i muda agar dapat berperan aktif dalam mencegah dan mengantisipasi pengaruh paham radikal khususnya berkaitan dengan kelompok ISIS.

Kamis (313) tadi FKDMI menggelar kegiatan bertajuk “Dialog Pencegahan Paham Radikal Terorisme dan ISIS di Kalangan Imam Masjid dan Da’i Muda se-Jawa Tengah”.

Kegiatan ini didukung oleh Badan Nasional Penanggulagan Terorisme (BNPT). “Perlu sinergi yang kuat dari berbagai elemen masyarakat cegah radikalisme” ujar Sekjend FKDMI Moh. Nur Huda terkait kegiatan ini.

Kegiatan dialog bersama imam masjid dan da’i muda se-Jawa Tengah dihadiri oleh Kepala BNPT Irjen Pol. Tito Karnavian, Phd, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden KH. Hasyim Muzadi, KH. Ali Mustafa Ya’kub, Anggota DPR RI Komisi III Drs. Muhammad Toha, Abdurrahman Ayyub, Mantan Teroris dan beberapa pejabat daerah serta tokoh masyarakat setempat.

Pada kegiatan ini akan dilaksanakan pula penandatanganan “Komitmen Bersama Pencegahan Paham Radikal Terorisme dan ISIS” yang akan ditandatangani langsung oleh Kepala BNPT, KH. Hasyim Muzadi, KH. Ali Mustafa Ya’kub, Anggota DPR RI, IPIM, FKDMI dan semua peserta yang turut hadir pada kegiatan tersebut. (Red: Anam)

Kamis 31 Maret 2016 6:3 WIB
LPBINU Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kota Padang
LPBINU Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Kota Padang
Padang, NU Online
Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Rabu kemarin (30/3), memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Kota Padang, Sumatera Barat. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako untuk 150 KK di Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Padang Selatan dan Kecamatan Padang Utara. Pemberian bantuan ini dilaksanakan berdasarkan penilaian keadaan yang dilakukan PW LPBINU Sumatra Barat yang menyebutkan bahwa kebutuhan utama masyarakat terdampak banjir diantaranya berupa makanan, perahu karet dan seragam sekolah.
 
LPBINU memberikan bantuan melalui PW LPBINU Sumatra Barat dan PC LPBINU Kota Padang. Skema pemberian bantuan melalui perangkat organisasi NU di tingkat kabupaten tersebut diharapkan mampu menjangkau langsung warga yang terdampak banjir. 

Ketua LPBINU, Muhamad Ali Yusuf, mengatakan bahwa sebelum memberikan bantuan, LPBINU meminta PW LPBINU Sumatra Barat untuk melakukan assessment. Hal ini dimaksudkan agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan tepat sasaran.
 
Lebih lanjut, Ali Yusuf mengungkapkan, penyebab banjir sudah diketahui, diantaranya kurang berfungsinya drainase karena mengalami penyempitan. “Mestinya sekarang ini sudah didapatkan gambaran yang jelas tentang upaya ke depan yang harus dilakukan agar kejadian seperti sekarang ini tidak terulang lagi di masa yang akan datang,” ujarnya.

Oleh karena itu, Ali Yusuf mendesak semua pihak terutama pemerintah, masyarakat dan lembaga usaha di Kota Padang untuk serius dan segera merumuskan rencana dan tindakan yang kongkrit dan tidak sporadis guna mengurangi risiko bencana banjir tersebut. 

Banjir yang terjadi di Kota Padang ini disebabkan curah hujan yang tinggi pada 21 Maret lalu. Kondisi ini membuat Sungai Batang Kuranji dan Sungai Batang Harau tidak mampu menampung debit air hingga meluap, serta drainase yang berfungsi kurang maksimal. Banjir mengakibatkan rumah warga atau masyarakat terendam setinggi 1,5 meter.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Padang Budi Iman Samiaji mengatakan, banjir yang terjadi di Kota Padang disebabkan tingginya intensitas hujan. Menurut Budi, tingginya intensitas hujan disebabkan berbagai faktor, diantaranya adanya konvergensi atau pertemuan massa udara di barat Sumatera Barat. Juga adanya fenomena MJO atau penambahan massa uap air dari Samudra Hindia. (Zunus Muhammad)

Rabu 30 Maret 2016 20:1 WIB
Cerita Paduan Suara Fatayat Jombang di Balik Sukses Harlah Ke-70 Muslimat
Cerita Paduan Suara Fatayat Jombang di Balik Sukses Harlah Ke-70 Muslimat
Bupati dan Wakil Bupati Jombang bersama tim paduan suara Fatayat Jombang di GOR Gajayana Malang.

IMG
IMG
IMG
1 / 6
2 / 6
3 / 6
4 / 6
5 / 6
6 / 6

Habib Umar bin Hafidz Berkunjung ke PBNU
Seminar Internasional Bersama Ulama Lebanon
Rapat Pleno PBNU 2018
Imam Besar Masjidil Haram Kunjungi PBNU
Kunjungan Grand Syekh Al-Azhar ke PBNU
Peresmian Perluasan Gedung II PBNU
IMG
IMG